alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Terancam PAW dari Kursi DPRD

Dewan ‘Petinju’ Dinonaktifkan dari Ketua GPK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dugaan tindak kekerasan yang dilakukan Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember, terhadap Dodik Wahyu Rianto, direspons oleh pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai tempat Imron bernaung. Menyikapi kasus itu, internal partai berlambang Kakbah itu mengeluarkan dua surat sekaligus, kemarin (2/2).

Surat pertama yang diterbitkan berkaitan dengan posisi jabatan Imron sebagai Pimpinan Cabang Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (PC GPK) Kabupaten Jember. Pria yang diketahui baru beberapa hari dilantik sebagai Ketua GPK tersebut dinyatakan nonaktif oleh Ketua GPK Provinsi Jawa Timur Muhammad Khozin.

“Nama Imron Baihaqi, jabatan Ketua PC GPK Kabupaten Jember. Nama tersebut dinonaktifkan sebagai Ketua PC GPK Jember,” kata Khozin, selanjutnya menyebut jabatan GPK Jember digantikan Plt Ketua PC GPK Iqbal Wilda Perdana sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Khozin menyampaikan, penonaktifan Imron merupakan langkah internal GPK untuk memberi kesempatan agar Imron menyelesaikan kasus pribadinya. “Agar dapat membedakan urusan partai dan urusan pribadi,” bebernya. Khozin pun menyampaikan permintaan maaf kepada korban, keluarga korban, serta kepada warga Jember secara umum.

Jumpa pers di sebuah rumah makan di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, ini juga dihadiri Ketua DPC PPP Jember Madini Faruq. Dia juga membacakan surat resmi PPP. “Memberikan surat peringatan pertama atau SP-1,” beber politisi yang akrab disapa Gus Mamak tersebut. Penerbitan SP-1 ini menurutnya berdasar hasil koordinasi internal partai, AD/ART PPP, serta pertimbangan-pertimbangan lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dugaan tindak kekerasan yang dilakukan Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember, terhadap Dodik Wahyu Rianto, direspons oleh pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai tempat Imron bernaung. Menyikapi kasus itu, internal partai berlambang Kakbah itu mengeluarkan dua surat sekaligus, kemarin (2/2).

Surat pertama yang diterbitkan berkaitan dengan posisi jabatan Imron sebagai Pimpinan Cabang Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (PC GPK) Kabupaten Jember. Pria yang diketahui baru beberapa hari dilantik sebagai Ketua GPK tersebut dinyatakan nonaktif oleh Ketua GPK Provinsi Jawa Timur Muhammad Khozin.

“Nama Imron Baihaqi, jabatan Ketua PC GPK Kabupaten Jember. Nama tersebut dinonaktifkan sebagai Ketua PC GPK Jember,” kata Khozin, selanjutnya menyebut jabatan GPK Jember digantikan Plt Ketua PC GPK Iqbal Wilda Perdana sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Khozin menyampaikan, penonaktifan Imron merupakan langkah internal GPK untuk memberi kesempatan agar Imron menyelesaikan kasus pribadinya. “Agar dapat membedakan urusan partai dan urusan pribadi,” bebernya. Khozin pun menyampaikan permintaan maaf kepada korban, keluarga korban, serta kepada warga Jember secara umum.

Jumpa pers di sebuah rumah makan di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, ini juga dihadiri Ketua DPC PPP Jember Madini Faruq. Dia juga membacakan surat resmi PPP. “Memberikan surat peringatan pertama atau SP-1,” beber politisi yang akrab disapa Gus Mamak tersebut. Penerbitan SP-1 ini menurutnya berdasar hasil koordinasi internal partai, AD/ART PPP, serta pertimbangan-pertimbangan lain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dugaan tindak kekerasan yang dilakukan Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember, terhadap Dodik Wahyu Rianto, direspons oleh pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai tempat Imron bernaung. Menyikapi kasus itu, internal partai berlambang Kakbah itu mengeluarkan dua surat sekaligus, kemarin (2/2).

Surat pertama yang diterbitkan berkaitan dengan posisi jabatan Imron sebagai Pimpinan Cabang Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (PC GPK) Kabupaten Jember. Pria yang diketahui baru beberapa hari dilantik sebagai Ketua GPK tersebut dinyatakan nonaktif oleh Ketua GPK Provinsi Jawa Timur Muhammad Khozin.

“Nama Imron Baihaqi, jabatan Ketua PC GPK Kabupaten Jember. Nama tersebut dinonaktifkan sebagai Ketua PC GPK Jember,” kata Khozin, selanjutnya menyebut jabatan GPK Jember digantikan Plt Ketua PC GPK Iqbal Wilda Perdana sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Khozin menyampaikan, penonaktifan Imron merupakan langkah internal GPK untuk memberi kesempatan agar Imron menyelesaikan kasus pribadinya. “Agar dapat membedakan urusan partai dan urusan pribadi,” bebernya. Khozin pun menyampaikan permintaan maaf kepada korban, keluarga korban, serta kepada warga Jember secara umum.

Jumpa pers di sebuah rumah makan di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, ini juga dihadiri Ketua DPC PPP Jember Madini Faruq. Dia juga membacakan surat resmi PPP. “Memberikan surat peringatan pertama atau SP-1,” beber politisi yang akrab disapa Gus Mamak tersebut. Penerbitan SP-1 ini menurutnya berdasar hasil koordinasi internal partai, AD/ART PPP, serta pertimbangan-pertimbangan lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/