alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ganti Nama Jadi Pantai Sampah?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir kerap membawa sampah yang terbawa arus sungai saat hujan deras. Seperti yang masuk ke laut selatan, tepatnya di Pantai Pancer di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Pascabanjir yang terjadi dua pekan lalu, tumpukan sampah akhirnya memenuhi bibir pantai.

Limbah rumah tangga itu teronggok di sepanjang garis pantai. Padahal kawasan tepi laut ini merupakan salah satu wisata alam yang kerap menjadi jujukan wisatawan di akhir pekan. Namun, selama dua pekan belakangan ini pantai yang biasanya digunakan untuk mandi para wisatawan yang datang untuk menikmati laut, justru dipenuhi sampah.

Paling banyak yakni sampah plastik dan kain seperti baju bekas serta potongan kayu. Bahkan terlihat banyak potongan kayu yang masih gelondongan serta bambu. Tumpukan sampah ini mulai dari sekitar break water (pemecah ombak) hingga bibir pantai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, tumpukan sampah di sepanjang Pantai Pancer ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi pemulung. Seperti Gunadi, 58, warga Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang panen rongsokan. Sejak banjir dua pekan lalu, Gunadi bersama Wiji, istrinya, setiap malam mencari sampah yang bisa dijadikan uang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir kerap membawa sampah yang terbawa arus sungai saat hujan deras. Seperti yang masuk ke laut selatan, tepatnya di Pantai Pancer di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Pascabanjir yang terjadi dua pekan lalu, tumpukan sampah akhirnya memenuhi bibir pantai.

Limbah rumah tangga itu teronggok di sepanjang garis pantai. Padahal kawasan tepi laut ini merupakan salah satu wisata alam yang kerap menjadi jujukan wisatawan di akhir pekan. Namun, selama dua pekan belakangan ini pantai yang biasanya digunakan untuk mandi para wisatawan yang datang untuk menikmati laut, justru dipenuhi sampah.

Paling banyak yakni sampah plastik dan kain seperti baju bekas serta potongan kayu. Bahkan terlihat banyak potongan kayu yang masih gelondongan serta bambu. Tumpukan sampah ini mulai dari sekitar break water (pemecah ombak) hingga bibir pantai.

Meski demikian, tumpukan sampah di sepanjang Pantai Pancer ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi pemulung. Seperti Gunadi, 58, warga Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang panen rongsokan. Sejak banjir dua pekan lalu, Gunadi bersama Wiji, istrinya, setiap malam mencari sampah yang bisa dijadikan uang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir kerap membawa sampah yang terbawa arus sungai saat hujan deras. Seperti yang masuk ke laut selatan, tepatnya di Pantai Pancer di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Pascabanjir yang terjadi dua pekan lalu, tumpukan sampah akhirnya memenuhi bibir pantai.

Limbah rumah tangga itu teronggok di sepanjang garis pantai. Padahal kawasan tepi laut ini merupakan salah satu wisata alam yang kerap menjadi jujukan wisatawan di akhir pekan. Namun, selama dua pekan belakangan ini pantai yang biasanya digunakan untuk mandi para wisatawan yang datang untuk menikmati laut, justru dipenuhi sampah.

Paling banyak yakni sampah plastik dan kain seperti baju bekas serta potongan kayu. Bahkan terlihat banyak potongan kayu yang masih gelondongan serta bambu. Tumpukan sampah ini mulai dari sekitar break water (pemecah ombak) hingga bibir pantai.

Meski demikian, tumpukan sampah di sepanjang Pantai Pancer ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi pemulung. Seperti Gunadi, 58, warga Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang panen rongsokan. Sejak banjir dua pekan lalu, Gunadi bersama Wiji, istrinya, setiap malam mencari sampah yang bisa dijadikan uang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/