alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Akses Jalan Terputus, Siapkan Bronjong

Gubernur Jatim Tinjau Lokasi Banjir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Banjir bandang juga mengakibatkan akses menuju Perkebunanan Kalijompo, Desa Klungkung, Sukorambi terputus. Agar tidak ambrol kembali, jalan sepanjang 50 meter dan lebar 3,5 meter ini dipasang 300 bronjong. Bronjong itu berukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter.

“Karena kalau dipasang sak tidak mungkin,” ujar Rofiq Sugiarto, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, kemarin (2/2). Untuk merakit ratusan bronjong itu, kata dia, pemerintah daerah melibatkan puluhan anggota Polri, TNI, Perhutani, dan tenaga dari BPBD dan DPU BMSDA Jember. Sementara batu untuk mengisi bronjong didatangkan dengan menggunakan dum truk.

Relawan terus berdatangan ke lokasi warga yang mengungsi. Di tempat terdampak bencana, juga terlihat masih banyak kayu berserakan di tengah kebun. Kayu berukuran besar tampak tertahan di pohon karet akibat terbawa banjir bandang. Selain mengakibatkan kerusakan infrastruktur, banjir bandang yang didahului hujan deras di hulu sungai ini juga membuat ratusan warga yang berada di bantaran Kalijompo mengungsi ke tempat lebih aman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bencana ini mendapat perhatian pemerintah provinsi. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengunjungi lokasi banjir bandang bersama Bupati Jember dr Faida dan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal. Saat di lokasi, Khofifah melihat jalan yang putus akibat tergerus banjir, sekaligus mengecek persiapan pemasangan bronjong. “Untuk memulai memasang bronjongnya dari mana dulu? Karena melihat kondisi arus air sungai masih besar,” ujar Khofifah, kepada para petugas.

Mantan Menteri Sosial tersebut memantau langsung proses pembuatan bronjong sebagai langkah untuk mengatasi pengikisan plengsengan sungai akibat banjir agar tidak diikuti dengan longsor dan juga tanah ambles. Bronjong tersebut dibangun sepanjang 130 meter dengan lebar 5 meter di sepanjang Kalijompo.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Banjir bandang juga mengakibatkan akses menuju Perkebunanan Kalijompo, Desa Klungkung, Sukorambi terputus. Agar tidak ambrol kembali, jalan sepanjang 50 meter dan lebar 3,5 meter ini dipasang 300 bronjong. Bronjong itu berukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter.

“Karena kalau dipasang sak tidak mungkin,” ujar Rofiq Sugiarto, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, kemarin (2/2). Untuk merakit ratusan bronjong itu, kata dia, pemerintah daerah melibatkan puluhan anggota Polri, TNI, Perhutani, dan tenaga dari BPBD dan DPU BMSDA Jember. Sementara batu untuk mengisi bronjong didatangkan dengan menggunakan dum truk.

Relawan terus berdatangan ke lokasi warga yang mengungsi. Di tempat terdampak bencana, juga terlihat masih banyak kayu berserakan di tengah kebun. Kayu berukuran besar tampak tertahan di pohon karet akibat terbawa banjir bandang. Selain mengakibatkan kerusakan infrastruktur, banjir bandang yang didahului hujan deras di hulu sungai ini juga membuat ratusan warga yang berada di bantaran Kalijompo mengungsi ke tempat lebih aman.

Bencana ini mendapat perhatian pemerintah provinsi. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengunjungi lokasi banjir bandang bersama Bupati Jember dr Faida dan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal. Saat di lokasi, Khofifah melihat jalan yang putus akibat tergerus banjir, sekaligus mengecek persiapan pemasangan bronjong. “Untuk memulai memasang bronjongnya dari mana dulu? Karena melihat kondisi arus air sungai masih besar,” ujar Khofifah, kepada para petugas.

Mantan Menteri Sosial tersebut memantau langsung proses pembuatan bronjong sebagai langkah untuk mengatasi pengikisan plengsengan sungai akibat banjir agar tidak diikuti dengan longsor dan juga tanah ambles. Bronjong tersebut dibangun sepanjang 130 meter dengan lebar 5 meter di sepanjang Kalijompo.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Banjir bandang juga mengakibatkan akses menuju Perkebunanan Kalijompo, Desa Klungkung, Sukorambi terputus. Agar tidak ambrol kembali, jalan sepanjang 50 meter dan lebar 3,5 meter ini dipasang 300 bronjong. Bronjong itu berukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter.

“Karena kalau dipasang sak tidak mungkin,” ujar Rofiq Sugiarto, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, kemarin (2/2). Untuk merakit ratusan bronjong itu, kata dia, pemerintah daerah melibatkan puluhan anggota Polri, TNI, Perhutani, dan tenaga dari BPBD dan DPU BMSDA Jember. Sementara batu untuk mengisi bronjong didatangkan dengan menggunakan dum truk.

Relawan terus berdatangan ke lokasi warga yang mengungsi. Di tempat terdampak bencana, juga terlihat masih banyak kayu berserakan di tengah kebun. Kayu berukuran besar tampak tertahan di pohon karet akibat terbawa banjir bandang. Selain mengakibatkan kerusakan infrastruktur, banjir bandang yang didahului hujan deras di hulu sungai ini juga membuat ratusan warga yang berada di bantaran Kalijompo mengungsi ke tempat lebih aman.

Bencana ini mendapat perhatian pemerintah provinsi. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengunjungi lokasi banjir bandang bersama Bupati Jember dr Faida dan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal. Saat di lokasi, Khofifah melihat jalan yang putus akibat tergerus banjir, sekaligus mengecek persiapan pemasangan bronjong. “Untuk memulai memasang bronjongnya dari mana dulu? Karena melihat kondisi arus air sungai masih besar,” ujar Khofifah, kepada para petugas.

Mantan Menteri Sosial tersebut memantau langsung proses pembuatan bronjong sebagai langkah untuk mengatasi pengikisan plengsengan sungai akibat banjir agar tidak diikuti dengan longsor dan juga tanah ambles. Bronjong tersebut dibangun sepanjang 130 meter dengan lebar 5 meter di sepanjang Kalijompo.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/