alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pelari 93 Km Non Stop di Jember Juga Diikuti Perempuan Tangguh

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PELARI yang ikut merayakan Hari Jadi ke-93 Jember tidak hanya didominasi oleh kaum pria. Sejumlah perempuan juga ambil bagian dalam event Run & Charity 93 Km tersebut. Di antaranya ada Irine Maria Margareta, Siti Juhariyah, dan Pungky Victoria.

Ketiganya bersama puluhan pelari lain memang tidak ikut penuh menaklukkan jarak sepanjang 93 km. Akan tetapi, jarak yang mereka tempuh lumayan jauh, setidaknya 30 km. Yakni 21 km pada etape pertama dan 9 km pada etape kelima atau yang terakhir.

Irine Maria Margareta, 39, atlet yang tinggal di Sempusari, Kaliwates, ini menjelaskan, lari jauh membutuhkan kecepatan yang standar. Hal itu untuk menjaga kekuatan fisiknya. Perempuan ini cukup menyukai jalan datar sebagai rutenya. “Lari saat hujan malah enjoy,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi dingin karena hujan juga diakui lebih nyaman oleh Siti Juhariyah. Perempuan 49 ini menyebut, lari jauh memang membutuhkan persiapan, sehingga pelari harus menyesuaikan kemampuannya. Wanita yang tinggal di Perum Mojo Indah, Kaliwates, ini mengaku, kondisi jalan datar paling disukainya. “Selama ini saya lebih banyak jalan datar. Jadi, saya akan ikut sampai puncak kekuatan saya,” ulasnya. Hal serupa juga disampaikan temannya, Victoria.

Selain tiga atlet yang menaklukkan 93 km secara penuh, beberapa atlet juga menaklukkan sampai dua etape, tiga etape, bahkan ada yang terus berupaya untuk bisa mencapai 93 km demi memperingati Hari Jadi Jember. Melalui event lari tersebut, mereka juga berharap agar pemkab memperhatikan seluruh atlet di Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PELARI yang ikut merayakan Hari Jadi ke-93 Jember tidak hanya didominasi oleh kaum pria. Sejumlah perempuan juga ambil bagian dalam event Run & Charity 93 Km tersebut. Di antaranya ada Irine Maria Margareta, Siti Juhariyah, dan Pungky Victoria.

Ketiganya bersama puluhan pelari lain memang tidak ikut penuh menaklukkan jarak sepanjang 93 km. Akan tetapi, jarak yang mereka tempuh lumayan jauh, setidaknya 30 km. Yakni 21 km pada etape pertama dan 9 km pada etape kelima atau yang terakhir.

Irine Maria Margareta, 39, atlet yang tinggal di Sempusari, Kaliwates, ini menjelaskan, lari jauh membutuhkan kecepatan yang standar. Hal itu untuk menjaga kekuatan fisiknya. Perempuan ini cukup menyukai jalan datar sebagai rutenya. “Lari saat hujan malah enjoy,” ucapnya.

Kondisi dingin karena hujan juga diakui lebih nyaman oleh Siti Juhariyah. Perempuan 49 ini menyebut, lari jauh memang membutuhkan persiapan, sehingga pelari harus menyesuaikan kemampuannya. Wanita yang tinggal di Perum Mojo Indah, Kaliwates, ini mengaku, kondisi jalan datar paling disukainya. “Selama ini saya lebih banyak jalan datar. Jadi, saya akan ikut sampai puncak kekuatan saya,” ulasnya. Hal serupa juga disampaikan temannya, Victoria.

Selain tiga atlet yang menaklukkan 93 km secara penuh, beberapa atlet juga menaklukkan sampai dua etape, tiga etape, bahkan ada yang terus berupaya untuk bisa mencapai 93 km demi memperingati Hari Jadi Jember. Melalui event lari tersebut, mereka juga berharap agar pemkab memperhatikan seluruh atlet di Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PELARI yang ikut merayakan Hari Jadi ke-93 Jember tidak hanya didominasi oleh kaum pria. Sejumlah perempuan juga ambil bagian dalam event Run & Charity 93 Km tersebut. Di antaranya ada Irine Maria Margareta, Siti Juhariyah, dan Pungky Victoria.

Ketiganya bersama puluhan pelari lain memang tidak ikut penuh menaklukkan jarak sepanjang 93 km. Akan tetapi, jarak yang mereka tempuh lumayan jauh, setidaknya 30 km. Yakni 21 km pada etape pertama dan 9 km pada etape kelima atau yang terakhir.

Irine Maria Margareta, 39, atlet yang tinggal di Sempusari, Kaliwates, ini menjelaskan, lari jauh membutuhkan kecepatan yang standar. Hal itu untuk menjaga kekuatan fisiknya. Perempuan ini cukup menyukai jalan datar sebagai rutenya. “Lari saat hujan malah enjoy,” ucapnya.

Kondisi dingin karena hujan juga diakui lebih nyaman oleh Siti Juhariyah. Perempuan 49 ini menyebut, lari jauh memang membutuhkan persiapan, sehingga pelari harus menyesuaikan kemampuannya. Wanita yang tinggal di Perum Mojo Indah, Kaliwates, ini mengaku, kondisi jalan datar paling disukainya. “Selama ini saya lebih banyak jalan datar. Jadi, saya akan ikut sampai puncak kekuatan saya,” ulasnya. Hal serupa juga disampaikan temannya, Victoria.

Selain tiga atlet yang menaklukkan 93 km secara penuh, beberapa atlet juga menaklukkan sampai dua etape, tiga etape, bahkan ada yang terus berupaya untuk bisa mencapai 93 km demi memperingati Hari Jadi Jember. Melalui event lari tersebut, mereka juga berharap agar pemkab memperhatikan seluruh atlet di Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/