alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Benarkah Penghasilan Minim Sebabkan Perceraian ?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepanjang tahun 2021, kasus perceraian di Pengadilan Agama (PA) Jember sudah tembus 5.891 perkara. Berbagai faktor yang memicu tingginya angka itu turut mewarnainya. Dari persoalan ekonomi hingga perselisihan atau ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Humas PA Jember Nur Chozin menguraikan, sebenarnya perceraian itu sudah dicegah di awal melalui jalan mediasi. Salah satunya melalui Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Mediasi. Menurut dia, dengan mediasi itu, diharapkan banyak yang bisa rukun kembali dalam rumah tangga.

Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Pasangan suami istri (pasutri) terkadang sulit hadir secara bersamaan. “Kenyataannya kalau istri yang mengajukan, suami tidak datang. Dan sebaliknya. Karena yang datang sepihak, sehingga tidak bisa dimediasi,” papar Chozin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (2/1).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepanjang tahun 2021, kasus perceraian di Pengadilan Agama (PA) Jember sudah tembus 5.891 perkara. Berbagai faktor yang memicu tingginya angka itu turut mewarnainya. Dari persoalan ekonomi hingga perselisihan atau ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Humas PA Jember Nur Chozin menguraikan, sebenarnya perceraian itu sudah dicegah di awal melalui jalan mediasi. Salah satunya melalui Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Mediasi. Menurut dia, dengan mediasi itu, diharapkan banyak yang bisa rukun kembali dalam rumah tangga.

Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Pasangan suami istri (pasutri) terkadang sulit hadir secara bersamaan. “Kenyataannya kalau istri yang mengajukan, suami tidak datang. Dan sebaliknya. Karena yang datang sepihak, sehingga tidak bisa dimediasi,” papar Chozin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (2/1).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepanjang tahun 2021, kasus perceraian di Pengadilan Agama (PA) Jember sudah tembus 5.891 perkara. Berbagai faktor yang memicu tingginya angka itu turut mewarnainya. Dari persoalan ekonomi hingga perselisihan atau ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Humas PA Jember Nur Chozin menguraikan, sebenarnya perceraian itu sudah dicegah di awal melalui jalan mediasi. Salah satunya melalui Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Mediasi. Menurut dia, dengan mediasi itu, diharapkan banyak yang bisa rukun kembali dalam rumah tangga.

Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Pasangan suami istri (pasutri) terkadang sulit hadir secara bersamaan. “Kenyataannya kalau istri yang mengajukan, suami tidak datang. Dan sebaliknya. Karena yang datang sepihak, sehingga tidak bisa dimediasi,” papar Chozin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (2/1).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/