alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Berhasil Kendalikan Inflasi

Jember di Bawah Jatim dan Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurut Hestu, pengendalian soal pangan, baik pasokan maupun distribusi, bisa terkendali. Pemerintah juga tidak terlalu banyak mengeluarkan kebijakan soal penyesuaian harga. Semisal harga BBM, air, atau pengendalian harga pasar. Sementara itu, komponen inti atau core inflation seperti biaya sekolah atau kontrak rumah juga menjadi penyeimbang untuk capaian inflasi. “Kalau inflasi terlalu rendah juga tidak baik, terutama untuk unit usaha,” jelasnya.

Hestu mengaku, setiap rapat dengan BI pusat, pihaknya selalu menggelorakan optimisme ekonomi yang lebih baik. Sebab, ada perlambatan ekonomi global seperti perang dagang antara Tiongkok dan Amerika.

Sementara itu, Kasi Operasional Bulog Subdivre Jember Nanang Hartoyo menyatakan, secara umum harga stabil. Walau masuk musim hujan, stok beras masih banyak. “Baik melalui operasi pasar maupun Rumah Pangan Kita, kami sudah lepas ke pasar. Setidaknya dua ribu ton beras,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (Unej) Dr Agus Luthfi memaparkan, pemerintah memang menetapkan target inflasi sebesar 3,5 persen plus minus satu. Artinya, target terendah adalah 2,5 persen.

Target tersebut, kata dia, mampu diselesaikan oleh inflasi nasional, tapi tidak untuk Jatim dan Jember. Dia mengaku, kondisi ekonomi global saat ini juga tidak begitu baik. Besaran inflasi Jember, menurut Agus, juga cukup baik. Tetap di bawah nasional dan Jatim, tapi tak terlalu jauh.

- Advertisement -

Menurut Hestu, pengendalian soal pangan, baik pasokan maupun distribusi, bisa terkendali. Pemerintah juga tidak terlalu banyak mengeluarkan kebijakan soal penyesuaian harga. Semisal harga BBM, air, atau pengendalian harga pasar. Sementara itu, komponen inti atau core inflation seperti biaya sekolah atau kontrak rumah juga menjadi penyeimbang untuk capaian inflasi. “Kalau inflasi terlalu rendah juga tidak baik, terutama untuk unit usaha,” jelasnya.

Hestu mengaku, setiap rapat dengan BI pusat, pihaknya selalu menggelorakan optimisme ekonomi yang lebih baik. Sebab, ada perlambatan ekonomi global seperti perang dagang antara Tiongkok dan Amerika.

Sementara itu, Kasi Operasional Bulog Subdivre Jember Nanang Hartoyo menyatakan, secara umum harga stabil. Walau masuk musim hujan, stok beras masih banyak. “Baik melalui operasi pasar maupun Rumah Pangan Kita, kami sudah lepas ke pasar. Setidaknya dua ribu ton beras,” tuturnya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (Unej) Dr Agus Luthfi memaparkan, pemerintah memang menetapkan target inflasi sebesar 3,5 persen plus minus satu. Artinya, target terendah adalah 2,5 persen.

Target tersebut, kata dia, mampu diselesaikan oleh inflasi nasional, tapi tidak untuk Jatim dan Jember. Dia mengaku, kondisi ekonomi global saat ini juga tidak begitu baik. Besaran inflasi Jember, menurut Agus, juga cukup baik. Tetap di bawah nasional dan Jatim, tapi tak terlalu jauh.

Menurut Hestu, pengendalian soal pangan, baik pasokan maupun distribusi, bisa terkendali. Pemerintah juga tidak terlalu banyak mengeluarkan kebijakan soal penyesuaian harga. Semisal harga BBM, air, atau pengendalian harga pasar. Sementara itu, komponen inti atau core inflation seperti biaya sekolah atau kontrak rumah juga menjadi penyeimbang untuk capaian inflasi. “Kalau inflasi terlalu rendah juga tidak baik, terutama untuk unit usaha,” jelasnya.

Hestu mengaku, setiap rapat dengan BI pusat, pihaknya selalu menggelorakan optimisme ekonomi yang lebih baik. Sebab, ada perlambatan ekonomi global seperti perang dagang antara Tiongkok dan Amerika.

Sementara itu, Kasi Operasional Bulog Subdivre Jember Nanang Hartoyo menyatakan, secara umum harga stabil. Walau masuk musim hujan, stok beras masih banyak. “Baik melalui operasi pasar maupun Rumah Pangan Kita, kami sudah lepas ke pasar. Setidaknya dua ribu ton beras,” tuturnya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (Unej) Dr Agus Luthfi memaparkan, pemerintah memang menetapkan target inflasi sebesar 3,5 persen plus minus satu. Artinya, target terendah adalah 2,5 persen.

Target tersebut, kata dia, mampu diselesaikan oleh inflasi nasional, tapi tidak untuk Jatim dan Jember. Dia mengaku, kondisi ekonomi global saat ini juga tidak begitu baik. Besaran inflasi Jember, menurut Agus, juga cukup baik. Tetap di bawah nasional dan Jatim, tapi tak terlalu jauh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/