22.8 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Eksepsi Kades Klatakan Ditolak

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menolak permohonan eksepsi yang diajukan oleh terdakwa Kades Klatakan atas dugaan error in persona. Hal itu disampaikan pada sidang agenda putusan sela di ruang Candra PN Jember, kemarin (30/11). Dalam putusan tersebut, surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) dinyatakan telah sesuai.

BACA JUGA : Penghargaan KPK Atas Penyertifikatan Aset Pemda Jember sampai 100 Persen

Surat dakwaan dari JPU sempat dipersoalkan oleh penasihat hukum terdakwa Ali Wafa pada sidang agenda pembacaan dakwaan, pekan lalu. Penasihat hukum menilai, jeratan pasal pencurian sebagaimana yang telah didakwakan kepada Ali Wafa disebut kurang jelas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebab, keterangan saksi dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian diketahui tidak ada yang menyebut nama Ali Wafa sebagai pencuri tebu di lahan TKD yang masih dalam status sewa. Namun demikian, tuduhan itu justru dibantah oleh JPU pada sidang agenda jawaban eksepsi.

JPU Adik Sri mengatakan, poin eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum Ali Wafa telah masuk pokok perkara. Bahkan, dia menyebut surat dakwaan telah sesuai dengan syarat formil dan materiil. “Surat dakwaan yang dibuat oleh JPU telah memenuhi syarat sebagaimana tertuang dalam Pasal 143 ayat 2 KUHAP,” katanya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menolak permohonan eksepsi yang diajukan oleh terdakwa Kades Klatakan atas dugaan error in persona. Hal itu disampaikan pada sidang agenda putusan sela di ruang Candra PN Jember, kemarin (30/11). Dalam putusan tersebut, surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) dinyatakan telah sesuai.

BACA JUGA : Penghargaan KPK Atas Penyertifikatan Aset Pemda Jember sampai 100 Persen

Surat dakwaan dari JPU sempat dipersoalkan oleh penasihat hukum terdakwa Ali Wafa pada sidang agenda pembacaan dakwaan, pekan lalu. Penasihat hukum menilai, jeratan pasal pencurian sebagaimana yang telah didakwakan kepada Ali Wafa disebut kurang jelas.

Sebab, keterangan saksi dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian diketahui tidak ada yang menyebut nama Ali Wafa sebagai pencuri tebu di lahan TKD yang masih dalam status sewa. Namun demikian, tuduhan itu justru dibantah oleh JPU pada sidang agenda jawaban eksepsi.

JPU Adik Sri mengatakan, poin eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum Ali Wafa telah masuk pokok perkara. Bahkan, dia menyebut surat dakwaan telah sesuai dengan syarat formil dan materiil. “Surat dakwaan yang dibuat oleh JPU telah memenuhi syarat sebagaimana tertuang dalam Pasal 143 ayat 2 KUHAP,” katanya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menolak permohonan eksepsi yang diajukan oleh terdakwa Kades Klatakan atas dugaan error in persona. Hal itu disampaikan pada sidang agenda putusan sela di ruang Candra PN Jember, kemarin (30/11). Dalam putusan tersebut, surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) dinyatakan telah sesuai.

BACA JUGA : Penghargaan KPK Atas Penyertifikatan Aset Pemda Jember sampai 100 Persen

Surat dakwaan dari JPU sempat dipersoalkan oleh penasihat hukum terdakwa Ali Wafa pada sidang agenda pembacaan dakwaan, pekan lalu. Penasihat hukum menilai, jeratan pasal pencurian sebagaimana yang telah didakwakan kepada Ali Wafa disebut kurang jelas.

Sebab, keterangan saksi dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian diketahui tidak ada yang menyebut nama Ali Wafa sebagai pencuri tebu di lahan TKD yang masih dalam status sewa. Namun demikian, tuduhan itu justru dibantah oleh JPU pada sidang agenda jawaban eksepsi.

JPU Adik Sri mengatakan, poin eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum Ali Wafa telah masuk pokok perkara. Bahkan, dia menyebut surat dakwaan telah sesuai dengan syarat formil dan materiil. “Surat dakwaan yang dibuat oleh JPU telah memenuhi syarat sebagaimana tertuang dalam Pasal 143 ayat 2 KUHAP,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca