22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Akar Rapuh, Pohon Tua Tinggal Kenangan

Mobile_AP_Rectangle 1

HARJOMULYO, Radar Jember – Pohon dengan ukuran jumbo di sekitar rumah warga di kampung dan di pusat kota semakin langka. Nah, di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, ada sebuah pohon yang dikenal warga setempat sebagai kayu putih, tumbang.

BACA JUGA : Penghargaan KPK Atas Penyertifikatan Aset Pemda Jember sampai 100 Persen

Letak pohon yang tumbang itu sekitar seratusan meter dari Ponpes Alfalah Silo yang diasuh Kiai Abdul Muqit Arief, mantan wakil bupati Jember. “Beruntung, pada saat pohon roboh tidak ada warga yang lewat,” kata Sofyan, salah satu guru yang mengajar di SMP Alfalah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, pohon tersebut ada sejak sekitar tahun 1900-an. Sebab, pohon itu telah berdiri sejak buyutnya. “Mbah-mbah saya saat kecil, pohon itu sudah ada. Sekarang di perkampungan Harjomulyo maupun Silo sudah tidak ada pohon yang diameternya besar-besar,” ulasnya.

Pohon yang disebut kayu putih oleh warga setempat itu menyimpan kenangan tersendiri. Apalagi bagi warga yang tinggal di sekitar pohon yang kini telah memiliki cucu. “Di sana jadi tempat main anak-anak, walaupun di sampingnya ada pemakaman,” jelasnya.

- Advertisement -

HARJOMULYO, Radar Jember – Pohon dengan ukuran jumbo di sekitar rumah warga di kampung dan di pusat kota semakin langka. Nah, di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, ada sebuah pohon yang dikenal warga setempat sebagai kayu putih, tumbang.

BACA JUGA : Penghargaan KPK Atas Penyertifikatan Aset Pemda Jember sampai 100 Persen

Letak pohon yang tumbang itu sekitar seratusan meter dari Ponpes Alfalah Silo yang diasuh Kiai Abdul Muqit Arief, mantan wakil bupati Jember. “Beruntung, pada saat pohon roboh tidak ada warga yang lewat,” kata Sofyan, salah satu guru yang mengajar di SMP Alfalah.

Menurutnya, pohon tersebut ada sejak sekitar tahun 1900-an. Sebab, pohon itu telah berdiri sejak buyutnya. “Mbah-mbah saya saat kecil, pohon itu sudah ada. Sekarang di perkampungan Harjomulyo maupun Silo sudah tidak ada pohon yang diameternya besar-besar,” ulasnya.

Pohon yang disebut kayu putih oleh warga setempat itu menyimpan kenangan tersendiri. Apalagi bagi warga yang tinggal di sekitar pohon yang kini telah memiliki cucu. “Di sana jadi tempat main anak-anak, walaupun di sampingnya ada pemakaman,” jelasnya.

HARJOMULYO, Radar Jember – Pohon dengan ukuran jumbo di sekitar rumah warga di kampung dan di pusat kota semakin langka. Nah, di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, ada sebuah pohon yang dikenal warga setempat sebagai kayu putih, tumbang.

BACA JUGA : Penghargaan KPK Atas Penyertifikatan Aset Pemda Jember sampai 100 Persen

Letak pohon yang tumbang itu sekitar seratusan meter dari Ponpes Alfalah Silo yang diasuh Kiai Abdul Muqit Arief, mantan wakil bupati Jember. “Beruntung, pada saat pohon roboh tidak ada warga yang lewat,” kata Sofyan, salah satu guru yang mengajar di SMP Alfalah.

Menurutnya, pohon tersebut ada sejak sekitar tahun 1900-an. Sebab, pohon itu telah berdiri sejak buyutnya. “Mbah-mbah saya saat kecil, pohon itu sudah ada. Sekarang di perkampungan Harjomulyo maupun Silo sudah tidak ada pohon yang diameternya besar-besar,” ulasnya.

Pohon yang disebut kayu putih oleh warga setempat itu menyimpan kenangan tersendiri. Apalagi bagi warga yang tinggal di sekitar pohon yang kini telah memiliki cucu. “Di sana jadi tempat main anak-anak, walaupun di sampingnya ada pemakaman,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca