alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Terapi Sekolah Berkebutuhan Khusus Tidak Tertata

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 turut berdampak serius bagi anak berkebutuhan khusus. Tak hanya berdampak pada proses belajar, namun juga pada proses terapi. Arinda Choirun Nisa, salah satu tenaga pengajar sekaligus terapis di SLB ABC Patrang, menjelaskan bahwa dampak terbesar adalah pada anak-anak dengan cerebral palsy (CP) dan autisme.

Arinda menjelaskan bahwa anak-anak CP biasanya memiliki problem pada spastisitas atau otot yang mengalami kontraksi dan arah gerak. Problem ini hanya bisa diatasi dengan menggunakan gerakan pasif dan gerakan fungsional. Misalnya, dengan membiasakan anak tengkurap. “Ini bisa dilakukan di rumah. Tapi, murid biasanya lebih senang melakukan di tempat terapi,” kata Arianda, Selasa (1/12) silam.

Hingga saat ini, jam terapi pun mengalami perubahan dan dilakukan lebih kondisional. Arianda mengatakan bahwa terapi umumnya dilakukan jika siswa mengalami kasus berupa menurunnya semangat untuk melakukan aktivitas, ataupun kasus yang terjadi akibat dari sindrom yang diderita.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 turut berdampak serius bagi anak berkebutuhan khusus. Tak hanya berdampak pada proses belajar, namun juga pada proses terapi. Arinda Choirun Nisa, salah satu tenaga pengajar sekaligus terapis di SLB ABC Patrang, menjelaskan bahwa dampak terbesar adalah pada anak-anak dengan cerebral palsy (CP) dan autisme.

Arinda menjelaskan bahwa anak-anak CP biasanya memiliki problem pada spastisitas atau otot yang mengalami kontraksi dan arah gerak. Problem ini hanya bisa diatasi dengan menggunakan gerakan pasif dan gerakan fungsional. Misalnya, dengan membiasakan anak tengkurap. “Ini bisa dilakukan di rumah. Tapi, murid biasanya lebih senang melakukan di tempat terapi,” kata Arianda, Selasa (1/12) silam.

Hingga saat ini, jam terapi pun mengalami perubahan dan dilakukan lebih kondisional. Arianda mengatakan bahwa terapi umumnya dilakukan jika siswa mengalami kasus berupa menurunnya semangat untuk melakukan aktivitas, ataupun kasus yang terjadi akibat dari sindrom yang diderita.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 turut berdampak serius bagi anak berkebutuhan khusus. Tak hanya berdampak pada proses belajar, namun juga pada proses terapi. Arinda Choirun Nisa, salah satu tenaga pengajar sekaligus terapis di SLB ABC Patrang, menjelaskan bahwa dampak terbesar adalah pada anak-anak dengan cerebral palsy (CP) dan autisme.

Arinda menjelaskan bahwa anak-anak CP biasanya memiliki problem pada spastisitas atau otot yang mengalami kontraksi dan arah gerak. Problem ini hanya bisa diatasi dengan menggunakan gerakan pasif dan gerakan fungsional. Misalnya, dengan membiasakan anak tengkurap. “Ini bisa dilakukan di rumah. Tapi, murid biasanya lebih senang melakukan di tempat terapi,” kata Arianda, Selasa (1/12) silam.

Hingga saat ini, jam terapi pun mengalami perubahan dan dilakukan lebih kondisional. Arianda mengatakan bahwa terapi umumnya dilakukan jika siswa mengalami kasus berupa menurunnya semangat untuk melakukan aktivitas, ataupun kasus yang terjadi akibat dari sindrom yang diderita.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/