alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Hujan Deras, Teras Sekolah Ambruk

Kondisi Bangunan Tak Terinput Dapodik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bruakkkk! Teras ruang kelas SDN Karangsono 04, Dusun Gumukrejo, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, ambruk, Selasa (1/12). Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.45 ini mengejutkan Neneng, istri penjaga sekolah. Seketika dia memberi tahu sang suami tentang kejadian tersebut.

Ketika itu, perempuan 31 tahun ini sedang menjemur pakaian. Tiba-tiba dia melihat atap teras ruang kelas itu miring disertai suara gemuruh. Tak berselang lama disusul atap ambruk. “Saat itu juga saya langsung memanggil suami yang ada di dalam rumah,” tutur istri M Arifin, 38, itu.

Arifin bersama istrinya langsung menuju sekolah. Namun, keduanya tidak berani mendekat karena takut ada ambruk susulan. “Karena melihat kondisi terasnya sudah mulai rapuh,” kata Neneng kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beruntung, ambruknya teras ruang kelas ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Tidak sampai memakan korban jiwa, karena tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah. “Anak-anak tidak ada yang ke sekolah karena mengikuti pembelajaran secara daring,” kata Musrifah, salah seorang guru yang saat itu ada di sekolah.

Guru kelas yang datang sedari pagi ini kemudian mengabari Eko Siswanto, Plt Kepala SDN Karangsono 04, tentang ambruknya teras ruang kelas tersebut. “Saya langsung menghubungi beberapa guru, tetapi pertama harus laporan ke Plt kepala sekolah. Kebetulan bapak ada acara di Dinas Pendidikan,” katanya.

Selain beberapa guru, petugas Polsek Bangsalsari, kepala desa, bersama perangkat juga datang ke lokasi. “Teras yang ambruk ini memang bangunan cukup lama. Kayunya sudah lapuk. Saya sudah melaporkan ke Kepala Bidang SD di Dinas Pendidikan,” kata Eko Siswanto, Plt Kepala SDN Karangsono 04.

Selain itu, kata dia, insiden ini juga dipicu faktor cuaca. Hujan deras yang mengguyur hampir setiap hari mengakibatkan kerangka teras tidak kuat menahan beban genting dan kayunya. “Bukan hanya teras yang rawan ambruk susulan, tapi bangunannya juga sangat rawan, karena gedung itu dibangun tahun 1978-an,” ungkap Eko.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnowati mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya meminta agar teras itu segera dibersihkan. Di sekitar lokasi juga dipasang pagar pengaman, karena dikhawatirkan ada anak-anak yang datang dan bermain di sekitar lokasi. “Kami mengharap kepala sekolah agar segera mengamankan lokasi sebelum terjadi ambruk susulan,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bruakkkk! Teras ruang kelas SDN Karangsono 04, Dusun Gumukrejo, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, ambruk, Selasa (1/12). Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.45 ini mengejutkan Neneng, istri penjaga sekolah. Seketika dia memberi tahu sang suami tentang kejadian tersebut.

Ketika itu, perempuan 31 tahun ini sedang menjemur pakaian. Tiba-tiba dia melihat atap teras ruang kelas itu miring disertai suara gemuruh. Tak berselang lama disusul atap ambruk. “Saat itu juga saya langsung memanggil suami yang ada di dalam rumah,” tutur istri M Arifin, 38, itu.

Arifin bersama istrinya langsung menuju sekolah. Namun, keduanya tidak berani mendekat karena takut ada ambruk susulan. “Karena melihat kondisi terasnya sudah mulai rapuh,” kata Neneng kepada Jawa Pos Radar Jember.

Beruntung, ambruknya teras ruang kelas ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Tidak sampai memakan korban jiwa, karena tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah. “Anak-anak tidak ada yang ke sekolah karena mengikuti pembelajaran secara daring,” kata Musrifah, salah seorang guru yang saat itu ada di sekolah.

Guru kelas yang datang sedari pagi ini kemudian mengabari Eko Siswanto, Plt Kepala SDN Karangsono 04, tentang ambruknya teras ruang kelas tersebut. “Saya langsung menghubungi beberapa guru, tetapi pertama harus laporan ke Plt kepala sekolah. Kebetulan bapak ada acara di Dinas Pendidikan,” katanya.

Selain beberapa guru, petugas Polsek Bangsalsari, kepala desa, bersama perangkat juga datang ke lokasi. “Teras yang ambruk ini memang bangunan cukup lama. Kayunya sudah lapuk. Saya sudah melaporkan ke Kepala Bidang SD di Dinas Pendidikan,” kata Eko Siswanto, Plt Kepala SDN Karangsono 04.

Selain itu, kata dia, insiden ini juga dipicu faktor cuaca. Hujan deras yang mengguyur hampir setiap hari mengakibatkan kerangka teras tidak kuat menahan beban genting dan kayunya. “Bukan hanya teras yang rawan ambruk susulan, tapi bangunannya juga sangat rawan, karena gedung itu dibangun tahun 1978-an,” ungkap Eko.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnowati mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya meminta agar teras itu segera dibersihkan. Di sekitar lokasi juga dipasang pagar pengaman, karena dikhawatirkan ada anak-anak yang datang dan bermain di sekitar lokasi. “Kami mengharap kepala sekolah agar segera mengamankan lokasi sebelum terjadi ambruk susulan,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bruakkkk! Teras ruang kelas SDN Karangsono 04, Dusun Gumukrejo, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, ambruk, Selasa (1/12). Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.45 ini mengejutkan Neneng, istri penjaga sekolah. Seketika dia memberi tahu sang suami tentang kejadian tersebut.

Ketika itu, perempuan 31 tahun ini sedang menjemur pakaian. Tiba-tiba dia melihat atap teras ruang kelas itu miring disertai suara gemuruh. Tak berselang lama disusul atap ambruk. “Saat itu juga saya langsung memanggil suami yang ada di dalam rumah,” tutur istri M Arifin, 38, itu.

Arifin bersama istrinya langsung menuju sekolah. Namun, keduanya tidak berani mendekat karena takut ada ambruk susulan. “Karena melihat kondisi terasnya sudah mulai rapuh,” kata Neneng kepada Jawa Pos Radar Jember.

Beruntung, ambruknya teras ruang kelas ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Tidak sampai memakan korban jiwa, karena tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah. “Anak-anak tidak ada yang ke sekolah karena mengikuti pembelajaran secara daring,” kata Musrifah, salah seorang guru yang saat itu ada di sekolah.

Guru kelas yang datang sedari pagi ini kemudian mengabari Eko Siswanto, Plt Kepala SDN Karangsono 04, tentang ambruknya teras ruang kelas tersebut. “Saya langsung menghubungi beberapa guru, tetapi pertama harus laporan ke Plt kepala sekolah. Kebetulan bapak ada acara di Dinas Pendidikan,” katanya.

Selain beberapa guru, petugas Polsek Bangsalsari, kepala desa, bersama perangkat juga datang ke lokasi. “Teras yang ambruk ini memang bangunan cukup lama. Kayunya sudah lapuk. Saya sudah melaporkan ke Kepala Bidang SD di Dinas Pendidikan,” kata Eko Siswanto, Plt Kepala SDN Karangsono 04.

Selain itu, kata dia, insiden ini juga dipicu faktor cuaca. Hujan deras yang mengguyur hampir setiap hari mengakibatkan kerangka teras tidak kuat menahan beban genting dan kayunya. “Bukan hanya teras yang rawan ambruk susulan, tapi bangunannya juga sangat rawan, karena gedung itu dibangun tahun 1978-an,” ungkap Eko.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnowati mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya meminta agar teras itu segera dibersihkan. Di sekitar lokasi juga dipasang pagar pengaman, karena dikhawatirkan ada anak-anak yang datang dan bermain di sekitar lokasi. “Kami mengharap kepala sekolah agar segera mengamankan lokasi sebelum terjadi ambruk susulan,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/