23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Protes Jalan Rusak, Warga Kamal Jember Ancam Mogok Bayar Pajak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program perbaikan jalan dengan skema multiyears, rupanya belum menuntaskan problem jalan rusak di Jember. Sebab, masih ada jalan yang dibiarkan tanpa perbaikan selama sewindu belakangan. Sebagai bentuk protes, warga pun menggelar aksi dan mengancam mogok membayar pajak.

Aksi protes itu dilakukan oleh ratusan warga Dusun Kopang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Jember, Rabu (2/11). Mereka melakukan protes dengan menanam pohon pisang di tengah-tengah jalan utama dusun sepanjang 1.700 meter.

BACA JUGA: Baru Enam Bulan, Pagar Rusak dan Lantai Jembatan Gantung Retak

Mobile_AP_Rectangle 2

Muhammad Tiknan, seorang tokoh masyarakat mengungkapkan, kerusakan jalan di kampungnya berdampak pada segala aspek kehidupan warga. Termasuk terhadap perekonomian. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk menunjang perputaran ekonomi.

“Warga harus mengeluarkan biaya tambahan berupa transport atau sewa mobil pikap untuk mengangangkut hasil pertanian. Dari Kebun Jurang kirim ke atas itu bisa kena Rp 50 ribu sekali angkut,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, kondisi jalan yang rusak juga sering memakan korban. Telah banyak pengendara terjatuh melewati jalan tersebut. Bahkan, kata dia, ada kasus seorang ibu hamil yang melahirkan di jalan yang kondisinya membahayakan itu. “Tidak hujan saja sudah membahayakan, karena jalannya menanjak. Bagaimana kalau kondisinya hujan?” tuturnya.

Aksi protes warga tidak hanya dilakukan dengan menanam pohon pisang saja. Warga juga menolak membayar pajak hingga akses jalan yang rusak berat selama sewindu terakhir itu diperbaiki oleh pemerintah.

“Kalau jalan aspal ini diperbaiki, maka masyarakat Kebun Jurang bayar pajak semuanya. Kalau tidak, kami menolak membayar pajak. Mulai dari pajak pertanian, motor atau mobil dan sebagainya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Beni Sanjaya

Foto       : Beni Sanjaya

Editor     : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program perbaikan jalan dengan skema multiyears, rupanya belum menuntaskan problem jalan rusak di Jember. Sebab, masih ada jalan yang dibiarkan tanpa perbaikan selama sewindu belakangan. Sebagai bentuk protes, warga pun menggelar aksi dan mengancam mogok membayar pajak.

Aksi protes itu dilakukan oleh ratusan warga Dusun Kopang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Jember, Rabu (2/11). Mereka melakukan protes dengan menanam pohon pisang di tengah-tengah jalan utama dusun sepanjang 1.700 meter.

BACA JUGA: Baru Enam Bulan, Pagar Rusak dan Lantai Jembatan Gantung Retak

Muhammad Tiknan, seorang tokoh masyarakat mengungkapkan, kerusakan jalan di kampungnya berdampak pada segala aspek kehidupan warga. Termasuk terhadap perekonomian. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk menunjang perputaran ekonomi.

“Warga harus mengeluarkan biaya tambahan berupa transport atau sewa mobil pikap untuk mengangangkut hasil pertanian. Dari Kebun Jurang kirim ke atas itu bisa kena Rp 50 ribu sekali angkut,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, kondisi jalan yang rusak juga sering memakan korban. Telah banyak pengendara terjatuh melewati jalan tersebut. Bahkan, kata dia, ada kasus seorang ibu hamil yang melahirkan di jalan yang kondisinya membahayakan itu. “Tidak hujan saja sudah membahayakan, karena jalannya menanjak. Bagaimana kalau kondisinya hujan?” tuturnya.

Aksi protes warga tidak hanya dilakukan dengan menanam pohon pisang saja. Warga juga menolak membayar pajak hingga akses jalan yang rusak berat selama sewindu terakhir itu diperbaiki oleh pemerintah.

“Kalau jalan aspal ini diperbaiki, maka masyarakat Kebun Jurang bayar pajak semuanya. Kalau tidak, kami menolak membayar pajak. Mulai dari pajak pertanian, motor atau mobil dan sebagainya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Beni Sanjaya

Foto       : Beni Sanjaya

Editor     : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program perbaikan jalan dengan skema multiyears, rupanya belum menuntaskan problem jalan rusak di Jember. Sebab, masih ada jalan yang dibiarkan tanpa perbaikan selama sewindu belakangan. Sebagai bentuk protes, warga pun menggelar aksi dan mengancam mogok membayar pajak.

Aksi protes itu dilakukan oleh ratusan warga Dusun Kopang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Jember, Rabu (2/11). Mereka melakukan protes dengan menanam pohon pisang di tengah-tengah jalan utama dusun sepanjang 1.700 meter.

BACA JUGA: Baru Enam Bulan, Pagar Rusak dan Lantai Jembatan Gantung Retak

Muhammad Tiknan, seorang tokoh masyarakat mengungkapkan, kerusakan jalan di kampungnya berdampak pada segala aspek kehidupan warga. Termasuk terhadap perekonomian. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk menunjang perputaran ekonomi.

“Warga harus mengeluarkan biaya tambahan berupa transport atau sewa mobil pikap untuk mengangangkut hasil pertanian. Dari Kebun Jurang kirim ke atas itu bisa kena Rp 50 ribu sekali angkut,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, kondisi jalan yang rusak juga sering memakan korban. Telah banyak pengendara terjatuh melewati jalan tersebut. Bahkan, kata dia, ada kasus seorang ibu hamil yang melahirkan di jalan yang kondisinya membahayakan itu. “Tidak hujan saja sudah membahayakan, karena jalannya menanjak. Bagaimana kalau kondisinya hujan?” tuturnya.

Aksi protes warga tidak hanya dilakukan dengan menanam pohon pisang saja. Warga juga menolak membayar pajak hingga akses jalan yang rusak berat selama sewindu terakhir itu diperbaiki oleh pemerintah.

“Kalau jalan aspal ini diperbaiki, maka masyarakat Kebun Jurang bayar pajak semuanya. Kalau tidak, kami menolak membayar pajak. Mulai dari pajak pertanian, motor atau mobil dan sebagainya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Beni Sanjaya

Foto       : Beni Sanjaya

Editor     : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca