alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Alasan Komponen Biaya Hidup Dihapus dari Beasiswa di Jember

Sukar Dipertanggungjawabkan dan Rentan Kecurangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember menghapus komponen biaya hidup dari perincian pembiayaan beasiswa. Alasannya, karena pertanggungjawaban biaya hidup itu susah, serta rawan ada kecurangan. Pemkab hanya mengalokasikan biaya pendidikan dalam beasiswa yang rencananya mulai digulirkan tahun ini melalui kampus yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Panitia Beasiswa Pemkab Jember Nur Hamid mengungkapkan, saat ini sosialisasi tentang beasiswa itu masih digaungkan pada beberapa perguruan tinggi mitra. Rencananya, jika peraturan bupati (perbup) tentang beasiswa itu sudah diundangkan, maka pemerintah daerah bakal mengumumkan prosedur dan mekanisme pendaftaran beasiswa secara resmi melalui laman jemberkab.go.id yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember. “Perbupnya belum diundangkan. Kalau sudah diundangkan akan di-publish resmi,” jelasnya.

Baca Juga Berita Terkait : Tak Kebagian Kuota Beasiswa Pemkab Jember, Kelompok Disabilitas Kecewa

Mobile_AP_Rectangle 2

Apa yang dijelaskan Nur Hamid ini sekaligus mengklarifikasi beredarnya fail pdf di media sosial maupun aplikasi percakapan tentang syarat dan ketentuan beasiswa pemkab. Karena di dalam berkas yang tersebar lewat sarana digital itu disebutkan ada komponen biaya hidup yang masuk dalam beasiswa tersebut. Ia pun menyesalkan beredarnya berkas tersebut. Karena berpotensi menyebarkan disinformasi. “Isi di dalamnya banyak yang kurang benar. Karena kalau tidak salah, itu konsep awal,” ungkapnya, kemarin (1/10).

Selain biaya hidup, keterangan lain dalam fail itu adalah alokasi beasiswa itu juga untuk jenjang S-2 atau magister. Padahal, pada periode ini beasiswa hanya menyasar mahasiswa yang tengah menempuh pendidik D-1, D-2, D-3, D-4, dan S-1. Mahasiswa magister tidak termasuk dalam kategori penerima beasiswa.

Nur Hamid kembali menegaskan, berkas pdf yang telah banyak dibagikan lewat media sosial itu adalah konsep awal yang sudah tidak berlaku lagi. Kini, pihaknya berupaya menjernihkan informasi yang telanjur tersebar itu agar tidak menimbulkan hoax.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember menghapus komponen biaya hidup dari perincian pembiayaan beasiswa. Alasannya, karena pertanggungjawaban biaya hidup itu susah, serta rawan ada kecurangan. Pemkab hanya mengalokasikan biaya pendidikan dalam beasiswa yang rencananya mulai digulirkan tahun ini melalui kampus yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Panitia Beasiswa Pemkab Jember Nur Hamid mengungkapkan, saat ini sosialisasi tentang beasiswa itu masih digaungkan pada beberapa perguruan tinggi mitra. Rencananya, jika peraturan bupati (perbup) tentang beasiswa itu sudah diundangkan, maka pemerintah daerah bakal mengumumkan prosedur dan mekanisme pendaftaran beasiswa secara resmi melalui laman jemberkab.go.id yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember. “Perbupnya belum diundangkan. Kalau sudah diundangkan akan di-publish resmi,” jelasnya.

Baca Juga Berita Terkait : Tak Kebagian Kuota Beasiswa Pemkab Jember, Kelompok Disabilitas Kecewa

Apa yang dijelaskan Nur Hamid ini sekaligus mengklarifikasi beredarnya fail pdf di media sosial maupun aplikasi percakapan tentang syarat dan ketentuan beasiswa pemkab. Karena di dalam berkas yang tersebar lewat sarana digital itu disebutkan ada komponen biaya hidup yang masuk dalam beasiswa tersebut. Ia pun menyesalkan beredarnya berkas tersebut. Karena berpotensi menyebarkan disinformasi. “Isi di dalamnya banyak yang kurang benar. Karena kalau tidak salah, itu konsep awal,” ungkapnya, kemarin (1/10).

Selain biaya hidup, keterangan lain dalam fail itu adalah alokasi beasiswa itu juga untuk jenjang S-2 atau magister. Padahal, pada periode ini beasiswa hanya menyasar mahasiswa yang tengah menempuh pendidik D-1, D-2, D-3, D-4, dan S-1. Mahasiswa magister tidak termasuk dalam kategori penerima beasiswa.

Nur Hamid kembali menegaskan, berkas pdf yang telah banyak dibagikan lewat media sosial itu adalah konsep awal yang sudah tidak berlaku lagi. Kini, pihaknya berupaya menjernihkan informasi yang telanjur tersebar itu agar tidak menimbulkan hoax.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember menghapus komponen biaya hidup dari perincian pembiayaan beasiswa. Alasannya, karena pertanggungjawaban biaya hidup itu susah, serta rawan ada kecurangan. Pemkab hanya mengalokasikan biaya pendidikan dalam beasiswa yang rencananya mulai digulirkan tahun ini melalui kampus yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Panitia Beasiswa Pemkab Jember Nur Hamid mengungkapkan, saat ini sosialisasi tentang beasiswa itu masih digaungkan pada beberapa perguruan tinggi mitra. Rencananya, jika peraturan bupati (perbup) tentang beasiswa itu sudah diundangkan, maka pemerintah daerah bakal mengumumkan prosedur dan mekanisme pendaftaran beasiswa secara resmi melalui laman jemberkab.go.id yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember. “Perbupnya belum diundangkan. Kalau sudah diundangkan akan di-publish resmi,” jelasnya.

Baca Juga Berita Terkait : Tak Kebagian Kuota Beasiswa Pemkab Jember, Kelompok Disabilitas Kecewa

Apa yang dijelaskan Nur Hamid ini sekaligus mengklarifikasi beredarnya fail pdf di media sosial maupun aplikasi percakapan tentang syarat dan ketentuan beasiswa pemkab. Karena di dalam berkas yang tersebar lewat sarana digital itu disebutkan ada komponen biaya hidup yang masuk dalam beasiswa tersebut. Ia pun menyesalkan beredarnya berkas tersebut. Karena berpotensi menyebarkan disinformasi. “Isi di dalamnya banyak yang kurang benar. Karena kalau tidak salah, itu konsep awal,” ungkapnya, kemarin (1/10).

Selain biaya hidup, keterangan lain dalam fail itu adalah alokasi beasiswa itu juga untuk jenjang S-2 atau magister. Padahal, pada periode ini beasiswa hanya menyasar mahasiswa yang tengah menempuh pendidik D-1, D-2, D-3, D-4, dan S-1. Mahasiswa magister tidak termasuk dalam kategori penerima beasiswa.

Nur Hamid kembali menegaskan, berkas pdf yang telah banyak dibagikan lewat media sosial itu adalah konsep awal yang sudah tidak berlaku lagi. Kini, pihaknya berupaya menjernihkan informasi yang telanjur tersebar itu agar tidak menimbulkan hoax.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca