alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Waspada Klaster Mahasiswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah kontrakan Hamzah Akmal, mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum Universitas Jember, telah kosong. Padahal awal September kemarin, Akmal beserta temannya baru datang ke rumah kontrakan di daerah Jalan Tidar tersebut. Dia memilih pulang, tak lain karena mulai muncul desas-desus mahasiswa yang jatuh sakit setelah acara di kampus.

Pria asal Blitar tersebut awal September baru datang ke Jember memakai kendaraan pribadi. Dia kembali ke Jember bukan karena suntuk di rumah saja, tapi mengecek keadaan rumah kontrakan, bersih-bersih, termasuk membantu kepanitiaan teman karibnya. Walau kegiatan seminar online, kata dia, panitia tetap berjumpa offline di kampus, tapi diberlakukan sistem shift.

Nah, setelah acara tersebut, mulai muncul mahasiswa yang sakit. “Kata teman sebagai koordinator, setelah acara ada yang sakit. Tapi nggak tahu hasil swab itu seperti apa,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dia juga mengetahui ada kakak angkatannya dari FH Unej yang hendak dioperasi setelah mengalami kecelakaan, dikabarkan juga positif Covid-19. Teman-temannya pun tak semua pulang seperti Akmal. Ada yang bertahan di Jember karena tidak ada kendaraan pribadi. “Kalau pulang lagi atau tidak, biasanya tergantung dari orang tua. Yang tidak punya kendaraan pribadi seperti mobil, dijemput orang tua. Teman-teman memilih pulang pakai transportasi umum ya khawatir tertular di jalan,” tambahnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Universitas Jember dr Cholis Abrori melalui sambungan telepon kepada Jawa Pos Radar Jember mengakui ada civitas academica dari Universitas Jember yang terkonfirmasi positif. Diawali dari mahasiswa Fakultas Kedokteran, juga berlanjut di lingkungan Fakultas Hukum dan Pertanian. “Tapi semua sudah sembuh,” jelasnya.

Dia mengaku, pada awal September kemarin, Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian sempat menghentikan segala aktivitasnya untuk mensterilkan area. Cholis menjelaskan, di Fakultas Hukum yang terjangkit Covid-19 adalah mahasiswa, sementara di Fakultas Pertanian adalah pegawai.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah kontrakan Hamzah Akmal, mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum Universitas Jember, telah kosong. Padahal awal September kemarin, Akmal beserta temannya baru datang ke rumah kontrakan di daerah Jalan Tidar tersebut. Dia memilih pulang, tak lain karena mulai muncul desas-desus mahasiswa yang jatuh sakit setelah acara di kampus.

Pria asal Blitar tersebut awal September baru datang ke Jember memakai kendaraan pribadi. Dia kembali ke Jember bukan karena suntuk di rumah saja, tapi mengecek keadaan rumah kontrakan, bersih-bersih, termasuk membantu kepanitiaan teman karibnya. Walau kegiatan seminar online, kata dia, panitia tetap berjumpa offline di kampus, tapi diberlakukan sistem shift.

Nah, setelah acara tersebut, mulai muncul mahasiswa yang sakit. “Kata teman sebagai koordinator, setelah acara ada yang sakit. Tapi nggak tahu hasil swab itu seperti apa,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain itu, dia juga mengetahui ada kakak angkatannya dari FH Unej yang hendak dioperasi setelah mengalami kecelakaan, dikabarkan juga positif Covid-19. Teman-temannya pun tak semua pulang seperti Akmal. Ada yang bertahan di Jember karena tidak ada kendaraan pribadi. “Kalau pulang lagi atau tidak, biasanya tergantung dari orang tua. Yang tidak punya kendaraan pribadi seperti mobil, dijemput orang tua. Teman-teman memilih pulang pakai transportasi umum ya khawatir tertular di jalan,” tambahnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Universitas Jember dr Cholis Abrori melalui sambungan telepon kepada Jawa Pos Radar Jember mengakui ada civitas academica dari Universitas Jember yang terkonfirmasi positif. Diawali dari mahasiswa Fakultas Kedokteran, juga berlanjut di lingkungan Fakultas Hukum dan Pertanian. “Tapi semua sudah sembuh,” jelasnya.

Dia mengaku, pada awal September kemarin, Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian sempat menghentikan segala aktivitasnya untuk mensterilkan area. Cholis menjelaskan, di Fakultas Hukum yang terjangkit Covid-19 adalah mahasiswa, sementara di Fakultas Pertanian adalah pegawai.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah kontrakan Hamzah Akmal, mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum Universitas Jember, telah kosong. Padahal awal September kemarin, Akmal beserta temannya baru datang ke rumah kontrakan di daerah Jalan Tidar tersebut. Dia memilih pulang, tak lain karena mulai muncul desas-desus mahasiswa yang jatuh sakit setelah acara di kampus.

Pria asal Blitar tersebut awal September baru datang ke Jember memakai kendaraan pribadi. Dia kembali ke Jember bukan karena suntuk di rumah saja, tapi mengecek keadaan rumah kontrakan, bersih-bersih, termasuk membantu kepanitiaan teman karibnya. Walau kegiatan seminar online, kata dia, panitia tetap berjumpa offline di kampus, tapi diberlakukan sistem shift.

Nah, setelah acara tersebut, mulai muncul mahasiswa yang sakit. “Kata teman sebagai koordinator, setelah acara ada yang sakit. Tapi nggak tahu hasil swab itu seperti apa,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain itu, dia juga mengetahui ada kakak angkatannya dari FH Unej yang hendak dioperasi setelah mengalami kecelakaan, dikabarkan juga positif Covid-19. Teman-temannya pun tak semua pulang seperti Akmal. Ada yang bertahan di Jember karena tidak ada kendaraan pribadi. “Kalau pulang lagi atau tidak, biasanya tergantung dari orang tua. Yang tidak punya kendaraan pribadi seperti mobil, dijemput orang tua. Teman-teman memilih pulang pakai transportasi umum ya khawatir tertular di jalan,” tambahnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Universitas Jember dr Cholis Abrori melalui sambungan telepon kepada Jawa Pos Radar Jember mengakui ada civitas academica dari Universitas Jember yang terkonfirmasi positif. Diawali dari mahasiswa Fakultas Kedokteran, juga berlanjut di lingkungan Fakultas Hukum dan Pertanian. “Tapi semua sudah sembuh,” jelasnya.

Dia mengaku, pada awal September kemarin, Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian sempat menghentikan segala aktivitasnya untuk mensterilkan area. Cholis menjelaskan, di Fakultas Hukum yang terjangkit Covid-19 adalah mahasiswa, sementara di Fakultas Pertanian adalah pegawai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/