alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Tuntutan Tinggi untuk Pembunuh Gerry

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga terdakwa kasus pembunuhan keji seorang desainer mendapat tuntutan berat dari jaksa penuntut umum (JPU). Para terdakwa yang masih tergolong usia muda itu dituntut lebih dari sepuluh tahun oleh JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Dalam sidang agenda pembacaan tuntutan, Rabu (30/9) lalu, di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Jember, ketiga terdakwa tampak di layar monitor sidang virtual dengan muka tertunduk. Ketiga terdakwa adalah Muhadir Muhamad, 27, dan kakak beradik Anggi Cahyo, 21, serta Dwi Cahyo, 19.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari membenarkan bahwa pihaknya memberikan tuntutan cukup tinggi kepada para terdakwa. “Terdakwa Anggi dan Muhadir Muhammad dituntut dengan kurungan penjara selama 20 tahun. Sedangkan untuk adik Anggi, yakni Dwi Cahyo, dituntut dengan 12 tahun penjara,” ujar pria yang akrab disapa Adit ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fakta persidangan dalam pemeriksaan terdakwa, beberapa waktu lalu. Terungkap bahwa para terdakwa ini sudah saling kenal dengan korban Yohanes Satryo Leonardo Gerry alias Gerry, 35. Bahkan, terdakwa datang ke kediaman korban atas undangan.

“Motif pembunuhan para terdakwa ini karena ingin menguasai harta benda korban. Dan mereka juga memiliki utang pribadi kepada korban,” imbuh Adit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga terdakwa kasus pembunuhan keji seorang desainer mendapat tuntutan berat dari jaksa penuntut umum (JPU). Para terdakwa yang masih tergolong usia muda itu dituntut lebih dari sepuluh tahun oleh JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Dalam sidang agenda pembacaan tuntutan, Rabu (30/9) lalu, di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Jember, ketiga terdakwa tampak di layar monitor sidang virtual dengan muka tertunduk. Ketiga terdakwa adalah Muhadir Muhamad, 27, dan kakak beradik Anggi Cahyo, 21, serta Dwi Cahyo, 19.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari membenarkan bahwa pihaknya memberikan tuntutan cukup tinggi kepada para terdakwa. “Terdakwa Anggi dan Muhadir Muhammad dituntut dengan kurungan penjara selama 20 tahun. Sedangkan untuk adik Anggi, yakni Dwi Cahyo, dituntut dengan 12 tahun penjara,” ujar pria yang akrab disapa Adit ini.

Fakta persidangan dalam pemeriksaan terdakwa, beberapa waktu lalu. Terungkap bahwa para terdakwa ini sudah saling kenal dengan korban Yohanes Satryo Leonardo Gerry alias Gerry, 35. Bahkan, terdakwa datang ke kediaman korban atas undangan.

“Motif pembunuhan para terdakwa ini karena ingin menguasai harta benda korban. Dan mereka juga memiliki utang pribadi kepada korban,” imbuh Adit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga terdakwa kasus pembunuhan keji seorang desainer mendapat tuntutan berat dari jaksa penuntut umum (JPU). Para terdakwa yang masih tergolong usia muda itu dituntut lebih dari sepuluh tahun oleh JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Dalam sidang agenda pembacaan tuntutan, Rabu (30/9) lalu, di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Jember, ketiga terdakwa tampak di layar monitor sidang virtual dengan muka tertunduk. Ketiga terdakwa adalah Muhadir Muhamad, 27, dan kakak beradik Anggi Cahyo, 21, serta Dwi Cahyo, 19.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari membenarkan bahwa pihaknya memberikan tuntutan cukup tinggi kepada para terdakwa. “Terdakwa Anggi dan Muhadir Muhammad dituntut dengan kurungan penjara selama 20 tahun. Sedangkan untuk adik Anggi, yakni Dwi Cahyo, dituntut dengan 12 tahun penjara,” ujar pria yang akrab disapa Adit ini.

Fakta persidangan dalam pemeriksaan terdakwa, beberapa waktu lalu. Terungkap bahwa para terdakwa ini sudah saling kenal dengan korban Yohanes Satryo Leonardo Gerry alias Gerry, 35. Bahkan, terdakwa datang ke kediaman korban atas undangan.

“Motif pembunuhan para terdakwa ini karena ingin menguasai harta benda korban. Dan mereka juga memiliki utang pribadi kepada korban,” imbuh Adit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/