alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Kok Bisa Napi Narkoba ‘Rajai’ Lapas di Jember, Begini Alasannya

Tiap Bulan Jumlahnya Mendominasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus peredaran narkoba rupanya berbanding lurus dengan tingginya hunian warga binaan atau narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Bahkan dalam data resmi di laman Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), dari Januari hingga Agustus 2021, jumlah napi narkoba berada di kisaran 156–228 orang tiap bulannya. Jumlah itu menjadikan napi narkoba selalu menempati posisi tertinggi dari total 580 napi di Lapas Kelas II A Jember.

Napi Narkoba ‘Rajai’ Lapas

Plt Kepala Lapas Kelas II A Jember Sarwito membenarkannya. Menurut dia, hingga saat ini, napi kasus narkoba memang selalu mendominasi, dan itu terjadi hampir pada seluruh lapas di Indonesia. “Berlakunya UU Narkotika, itu relatif pidananya tinggi. Banyak yang masuk ketimbang yang keluar, ini yang menjadikan over kapasitas napi narkoba,” ujarnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (1/9).

Saat menandatangani kerja sama dengan sebuah lembaga pemberdayaan, kemarin, dia mengatakan, semestinya napi narkoba khusus pemakai atau pengguna itu ada perlakuan khusus, yakni rehabilitasi. Sebab, jika mereka masuk ke lapas umum, akan berkumpul dengan napi narkoba yang dari golongan bandar atau pengedar. Itu membuat masa rehabilitasinya terhambat. Malah kecenderungannya meningkatkan potensi mereka masuk lapas kembali dengan perbuatan yang berbeda.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu yang diakuinya sulit terpecahkan. Sebab, di Jember tidak memiliki lapas khusus, seperti halnya lapas khusus narkotika yang berada di Lapas Pamekasan. “Tidak semua daerah ada lapas khusus narkotika, karena itu didirikan bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional), Dinas Kesehatan, dan lainnya,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus peredaran narkoba rupanya berbanding lurus dengan tingginya hunian warga binaan atau narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Bahkan dalam data resmi di laman Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), dari Januari hingga Agustus 2021, jumlah napi narkoba berada di kisaran 156–228 orang tiap bulannya. Jumlah itu menjadikan napi narkoba selalu menempati posisi tertinggi dari total 580 napi di Lapas Kelas II A Jember.

Napi Narkoba ‘Rajai’ Lapas

Plt Kepala Lapas Kelas II A Jember Sarwito membenarkannya. Menurut dia, hingga saat ini, napi kasus narkoba memang selalu mendominasi, dan itu terjadi hampir pada seluruh lapas di Indonesia. “Berlakunya UU Narkotika, itu relatif pidananya tinggi. Banyak yang masuk ketimbang yang keluar, ini yang menjadikan over kapasitas napi narkoba,” ujarnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (1/9).

Saat menandatangani kerja sama dengan sebuah lembaga pemberdayaan, kemarin, dia mengatakan, semestinya napi narkoba khusus pemakai atau pengguna itu ada perlakuan khusus, yakni rehabilitasi. Sebab, jika mereka masuk ke lapas umum, akan berkumpul dengan napi narkoba yang dari golongan bandar atau pengedar. Itu membuat masa rehabilitasinya terhambat. Malah kecenderungannya meningkatkan potensi mereka masuk lapas kembali dengan perbuatan yang berbeda.

Hal itu yang diakuinya sulit terpecahkan. Sebab, di Jember tidak memiliki lapas khusus, seperti halnya lapas khusus narkotika yang berada di Lapas Pamekasan. “Tidak semua daerah ada lapas khusus narkotika, karena itu didirikan bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional), Dinas Kesehatan, dan lainnya,” imbuhnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus peredaran narkoba rupanya berbanding lurus dengan tingginya hunian warga binaan atau narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Bahkan dalam data resmi di laman Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), dari Januari hingga Agustus 2021, jumlah napi narkoba berada di kisaran 156–228 orang tiap bulannya. Jumlah itu menjadikan napi narkoba selalu menempati posisi tertinggi dari total 580 napi di Lapas Kelas II A Jember.

Napi Narkoba ‘Rajai’ Lapas

Plt Kepala Lapas Kelas II A Jember Sarwito membenarkannya. Menurut dia, hingga saat ini, napi kasus narkoba memang selalu mendominasi, dan itu terjadi hampir pada seluruh lapas di Indonesia. “Berlakunya UU Narkotika, itu relatif pidananya tinggi. Banyak yang masuk ketimbang yang keluar, ini yang menjadikan over kapasitas napi narkoba,” ujarnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (1/9).

Saat menandatangani kerja sama dengan sebuah lembaga pemberdayaan, kemarin, dia mengatakan, semestinya napi narkoba khusus pemakai atau pengguna itu ada perlakuan khusus, yakni rehabilitasi. Sebab, jika mereka masuk ke lapas umum, akan berkumpul dengan napi narkoba yang dari golongan bandar atau pengedar. Itu membuat masa rehabilitasinya terhambat. Malah kecenderungannya meningkatkan potensi mereka masuk lapas kembali dengan perbuatan yang berbeda.

Hal itu yang diakuinya sulit terpecahkan. Sebab, di Jember tidak memiliki lapas khusus, seperti halnya lapas khusus narkotika yang berada di Lapas Pamekasan. “Tidak semua daerah ada lapas khusus narkotika, karena itu didirikan bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional), Dinas Kesehatan, dan lainnya,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/