alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Khofifah: Khawatir Pembelajaran Daring Akan Menurunkan Kualitas Para Siswa

Berharap Ada Kelonggaran Pendidikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali secara resmi kembali diperpanjang sejak 31 Agustus hingga 6 September. Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengadakan rapat koordinasi evaluasi PPKM Jawa-Bali periode 24–30 Agustus bersama sejumlah forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Termasuk Kabupaten Jember.

Hadir secara daring di Pendapa Wahyawibawagraha, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman mengikuti rakor evaluasi tersebut bersama sejumlah anggota Forkopimda Jember seperti Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika, dan sejumlah organisasi pimpinan daerah (OPD) lain.

Dalam rakor tersebut, sejumlah daerah yang tergolong mengalami peningkatan kasus Covid-19 diminta untuk menjelaskan berbagai hal yang membuat kasus Covid-19 naik. Namun, tidak dengan Kabupaten Jember. Sebab, mulai ada perkembangan baik. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember pada 31 Agustus, tidak ada kecamatan dengan zona merah. Seluruhnya oranye, sedangkan dua kecamatan tercatat menjadi zona kuning. Yakni Jelbuk dan Mumbulsari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, pada rakor tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerangkan bahwa pihaknya mengharapkan ada kelonggaran pembelajaran tatap muka di Jawa Timur. Mengingat, ada sejumlah siswa SMK kelas XII yang perlu mendapatkan penanganan terkait kemampuan praktik.

“Seperti kita tahu, sudah lebih dari setahun mereka belajar daring. Karena itu, kemampuan praktik mereka lemah. Hal itu dikhawatirkan malah menurunkan kualitas para siswa saat sudah terjun di dunia kerja,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali secara resmi kembali diperpanjang sejak 31 Agustus hingga 6 September. Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengadakan rapat koordinasi evaluasi PPKM Jawa-Bali periode 24–30 Agustus bersama sejumlah forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Termasuk Kabupaten Jember.

Hadir secara daring di Pendapa Wahyawibawagraha, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman mengikuti rakor evaluasi tersebut bersama sejumlah anggota Forkopimda Jember seperti Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika, dan sejumlah organisasi pimpinan daerah (OPD) lain.

Dalam rakor tersebut, sejumlah daerah yang tergolong mengalami peningkatan kasus Covid-19 diminta untuk menjelaskan berbagai hal yang membuat kasus Covid-19 naik. Namun, tidak dengan Kabupaten Jember. Sebab, mulai ada perkembangan baik. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember pada 31 Agustus, tidak ada kecamatan dengan zona merah. Seluruhnya oranye, sedangkan dua kecamatan tercatat menjadi zona kuning. Yakni Jelbuk dan Mumbulsari.

Lebih lanjut, pada rakor tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerangkan bahwa pihaknya mengharapkan ada kelonggaran pembelajaran tatap muka di Jawa Timur. Mengingat, ada sejumlah siswa SMK kelas XII yang perlu mendapatkan penanganan terkait kemampuan praktik.

“Seperti kita tahu, sudah lebih dari setahun mereka belajar daring. Karena itu, kemampuan praktik mereka lemah. Hal itu dikhawatirkan malah menurunkan kualitas para siswa saat sudah terjun di dunia kerja,” ujarnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali secara resmi kembali diperpanjang sejak 31 Agustus hingga 6 September. Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengadakan rapat koordinasi evaluasi PPKM Jawa-Bali periode 24–30 Agustus bersama sejumlah forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Termasuk Kabupaten Jember.

Hadir secara daring di Pendapa Wahyawibawagraha, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman mengikuti rakor evaluasi tersebut bersama sejumlah anggota Forkopimda Jember seperti Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika, dan sejumlah organisasi pimpinan daerah (OPD) lain.

Dalam rakor tersebut, sejumlah daerah yang tergolong mengalami peningkatan kasus Covid-19 diminta untuk menjelaskan berbagai hal yang membuat kasus Covid-19 naik. Namun, tidak dengan Kabupaten Jember. Sebab, mulai ada perkembangan baik. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember pada 31 Agustus, tidak ada kecamatan dengan zona merah. Seluruhnya oranye, sedangkan dua kecamatan tercatat menjadi zona kuning. Yakni Jelbuk dan Mumbulsari.

Lebih lanjut, pada rakor tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerangkan bahwa pihaknya mengharapkan ada kelonggaran pembelajaran tatap muka di Jawa Timur. Mengingat, ada sejumlah siswa SMK kelas XII yang perlu mendapatkan penanganan terkait kemampuan praktik.

“Seperti kita tahu, sudah lebih dari setahun mereka belajar daring. Karena itu, kemampuan praktik mereka lemah. Hal itu dikhawatirkan malah menurunkan kualitas para siswa saat sudah terjun di dunia kerja,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/