alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Positif Korona, Gugur Jadi Paslon?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tes kesehatan menjadi salah satu syarat pendaftaran bagi bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (paslon cabup-cawabup). Bagaimana jika nanti ada tokoh yang positif korona, bisakah tetap maju atau justru gugur?

Hal ini, kemarin (1/9), dikoordinasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember kepada sejumlah pihak. Bakal paslon cabup-cawabup nantinya secara khusus akan menjalani tes kesehatan di Malang. Termasuk tes untuk mengetahui apakah terjangkit wabah korona atau tidak.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menjelaskan, ketentuan tes kesehatan bukan ditentukan oleh KPU Jember. Melainkan langsung dari KPU RI. “Kenapa harus di Malang, ini sudah keputusan dari KPU RI,” tegasnya, seusai berkoordinasi dengan tim pemenangan cabup-cawabup dan sejumlah pengurus partai politik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diuraikan, tes kesehatan paslon dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur dibagi menjadi tiga tempat. Jember mendapat jatah di RS Syaiful Anwar, Malang. “Sesuai Keputusan KPU RI Nomor 231, bahwa rumah sakitnya harus memenuhi kategori tipe A. Di Jawa Timur itu hanya ada Rumah Sakit dr Soetomo, RSAL, dan RS Syaiful Anwar. Nah, Jember ditempatkan di Syaiful Anwar Malang,” urainya.

Menurutnya, setiap paslon cabup-cawabup harus menjalani tes kesehatan. Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini juga harus menjalani tes korona. “Kalau dinyatakan reaktif atau pun positif, standarnya kan harus dilakukan isolasi. Standar ini tetap pada dokter atau medis,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tes kesehatan menjadi salah satu syarat pendaftaran bagi bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (paslon cabup-cawabup). Bagaimana jika nanti ada tokoh yang positif korona, bisakah tetap maju atau justru gugur?

Hal ini, kemarin (1/9), dikoordinasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember kepada sejumlah pihak. Bakal paslon cabup-cawabup nantinya secara khusus akan menjalani tes kesehatan di Malang. Termasuk tes untuk mengetahui apakah terjangkit wabah korona atau tidak.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menjelaskan, ketentuan tes kesehatan bukan ditentukan oleh KPU Jember. Melainkan langsung dari KPU RI. “Kenapa harus di Malang, ini sudah keputusan dari KPU RI,” tegasnya, seusai berkoordinasi dengan tim pemenangan cabup-cawabup dan sejumlah pengurus partai politik.

Diuraikan, tes kesehatan paslon dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur dibagi menjadi tiga tempat. Jember mendapat jatah di RS Syaiful Anwar, Malang. “Sesuai Keputusan KPU RI Nomor 231, bahwa rumah sakitnya harus memenuhi kategori tipe A. Di Jawa Timur itu hanya ada Rumah Sakit dr Soetomo, RSAL, dan RS Syaiful Anwar. Nah, Jember ditempatkan di Syaiful Anwar Malang,” urainya.

Menurutnya, setiap paslon cabup-cawabup harus menjalani tes kesehatan. Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini juga harus menjalani tes korona. “Kalau dinyatakan reaktif atau pun positif, standarnya kan harus dilakukan isolasi. Standar ini tetap pada dokter atau medis,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tes kesehatan menjadi salah satu syarat pendaftaran bagi bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (paslon cabup-cawabup). Bagaimana jika nanti ada tokoh yang positif korona, bisakah tetap maju atau justru gugur?

Hal ini, kemarin (1/9), dikoordinasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember kepada sejumlah pihak. Bakal paslon cabup-cawabup nantinya secara khusus akan menjalani tes kesehatan di Malang. Termasuk tes untuk mengetahui apakah terjangkit wabah korona atau tidak.

Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menjelaskan, ketentuan tes kesehatan bukan ditentukan oleh KPU Jember. Melainkan langsung dari KPU RI. “Kenapa harus di Malang, ini sudah keputusan dari KPU RI,” tegasnya, seusai berkoordinasi dengan tim pemenangan cabup-cawabup dan sejumlah pengurus partai politik.

Diuraikan, tes kesehatan paslon dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur dibagi menjadi tiga tempat. Jember mendapat jatah di RS Syaiful Anwar, Malang. “Sesuai Keputusan KPU RI Nomor 231, bahwa rumah sakitnya harus memenuhi kategori tipe A. Di Jawa Timur itu hanya ada Rumah Sakit dr Soetomo, RSAL, dan RS Syaiful Anwar. Nah, Jember ditempatkan di Syaiful Anwar Malang,” urainya.

Menurutnya, setiap paslon cabup-cawabup harus menjalani tes kesehatan. Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini juga harus menjalani tes korona. “Kalau dinyatakan reaktif atau pun positif, standarnya kan harus dilakukan isolasi. Standar ini tetap pada dokter atau medis,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/