alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Mengedukasi Publik Sekaligus Pulihkan Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

Gatot menerangkan, per 30 Agustus lalu, pemerintah telah membuat sebanyak 241 banner prosedur tetap (protap) tentang penerapan protokol kesehatan. Materi sosialisasi berupa spanduk dan baliho itu disebar di beberapa titik. “Kami berharap, program ini mampu menjangkau dua maksud secara bersamaan. Yakni melakukan sosialisasi, sekaligus memulihkan ekonomi,” imbuhnya.

Gatot menuturkan, banner protap yang paling banyak dibuat adalah berisi imbauan protokol kesehatan transisi pasar aman Satgas Covid-19 sebanyak 50 lembar. Selain itu, juga banner denah pasar transisi pasar aman satgas Covid-19 berjumlah 56 lembar, serta banner kesiagaan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren yang tercatat 35 lembar. Banner panduan kesiagaan di lingkungan pasar juga dibikin sebanyak 35 lembar.

Selain imbauan, Gatot mengungkapkan, pihaknya juga mencetak banner yang berisi edukasi terkait Covid-19. Di antaranya, tentang gejala penderita Covid-19, sosialisasi protokol kesehatan berupa cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan physical dan social distancing, serta pemakaian masker. “Kami juga memasang panduan kesiagaan Covid-19 di beberapa titik. Seperti di lingkungan masjid, pondok pesantren, pabrik, dan pasar,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Program ini, dia menambahkan, diharapkan benar-benar bisa menyadarkan masyarakat betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan. Sehingga upaya memberantas persebaran Covid-19 di Kabupaten Jember bisa terwujud. “Mari jaga diri sendiri dan keluarga masing-masing dengan benar-benar taat dan patuh terhadap protokol. Minimal pakai masker saat bepergian ke manapun. Maskerku melindungimu, maskermu melindungi kita semua,” pungkasnya.

- Advertisement -

Gatot menerangkan, per 30 Agustus lalu, pemerintah telah membuat sebanyak 241 banner prosedur tetap (protap) tentang penerapan protokol kesehatan. Materi sosialisasi berupa spanduk dan baliho itu disebar di beberapa titik. “Kami berharap, program ini mampu menjangkau dua maksud secara bersamaan. Yakni melakukan sosialisasi, sekaligus memulihkan ekonomi,” imbuhnya.

Gatot menuturkan, banner protap yang paling banyak dibuat adalah berisi imbauan protokol kesehatan transisi pasar aman Satgas Covid-19 sebanyak 50 lembar. Selain itu, juga banner denah pasar transisi pasar aman satgas Covid-19 berjumlah 56 lembar, serta banner kesiagaan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren yang tercatat 35 lembar. Banner panduan kesiagaan di lingkungan pasar juga dibikin sebanyak 35 lembar.

Selain imbauan, Gatot mengungkapkan, pihaknya juga mencetak banner yang berisi edukasi terkait Covid-19. Di antaranya, tentang gejala penderita Covid-19, sosialisasi protokol kesehatan berupa cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan physical dan social distancing, serta pemakaian masker. “Kami juga memasang panduan kesiagaan Covid-19 di beberapa titik. Seperti di lingkungan masjid, pondok pesantren, pabrik, dan pasar,” tuturnya.

Program ini, dia menambahkan, diharapkan benar-benar bisa menyadarkan masyarakat betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan. Sehingga upaya memberantas persebaran Covid-19 di Kabupaten Jember bisa terwujud. “Mari jaga diri sendiri dan keluarga masing-masing dengan benar-benar taat dan patuh terhadap protokol. Minimal pakai masker saat bepergian ke manapun. Maskerku melindungimu, maskermu melindungi kita semua,” pungkasnya.

Gatot menerangkan, per 30 Agustus lalu, pemerintah telah membuat sebanyak 241 banner prosedur tetap (protap) tentang penerapan protokol kesehatan. Materi sosialisasi berupa spanduk dan baliho itu disebar di beberapa titik. “Kami berharap, program ini mampu menjangkau dua maksud secara bersamaan. Yakni melakukan sosialisasi, sekaligus memulihkan ekonomi,” imbuhnya.

Gatot menuturkan, banner protap yang paling banyak dibuat adalah berisi imbauan protokol kesehatan transisi pasar aman Satgas Covid-19 sebanyak 50 lembar. Selain itu, juga banner denah pasar transisi pasar aman satgas Covid-19 berjumlah 56 lembar, serta banner kesiagaan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren yang tercatat 35 lembar. Banner panduan kesiagaan di lingkungan pasar juga dibikin sebanyak 35 lembar.

Selain imbauan, Gatot mengungkapkan, pihaknya juga mencetak banner yang berisi edukasi terkait Covid-19. Di antaranya, tentang gejala penderita Covid-19, sosialisasi protokol kesehatan berupa cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan physical dan social distancing, serta pemakaian masker. “Kami juga memasang panduan kesiagaan Covid-19 di beberapa titik. Seperti di lingkungan masjid, pondok pesantren, pabrik, dan pasar,” tuturnya.

Program ini, dia menambahkan, diharapkan benar-benar bisa menyadarkan masyarakat betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan. Sehingga upaya memberantas persebaran Covid-19 di Kabupaten Jember bisa terwujud. “Mari jaga diri sendiri dan keluarga masing-masing dengan benar-benar taat dan patuh terhadap protokol. Minimal pakai masker saat bepergian ke manapun. Maskerku melindungimu, maskermu melindungi kita semua,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/