alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Jahit Pakai Tangan, Produktif karena Disukai Anak-Anak

Banyak cara untuk memulai sebuah usaha. Arie Yusnita yang sempat iseng membuat aksesori putrinya, kini menjadi pembuat handicraft yang mampu bersaing dengan produk-produk lain.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada pintu rumah tampak terbuka di kala hujan rintik-rintik. Jawa Pos Radar Jember pun menghentikan langkah kaki. Ikut berteduh di sebuah gang di ruas Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Di lantai rumah itulah, seorang ibu rumah tangga terlihat sedang menyulam kain flanel dan membentuk hiasan dinding yang cukup menarik.

Arie Yusnita yang mengetahui kedatangan Jawa Pos Radar Jember kemudian mempersilakan masuk. Dia pun menceritakan apa yang sedang digarap. Yakni sebuah handicraft yang telah bertahun-tahun digelutinya. Ada bantal, mainan, celengan, dan sejumlah kerajinan yang lain. Ada yang berbentuk love, ada yang dirangkai seperti karakter kartun, serta model yang dibikin sesuai gambar maupun mengikuti imajinasinya.

Mbak Yus, panggilan akrabnya, mengaku bisa membuat handicraft bukan karena kursus atau belajar kepada seseorang. Namun, untuk anak-anaknya. Pada 2014 lalu, dia iseng membuat aksesori rambut untuk putrinya yang masih duduk di bangku sekolah SD dan TK.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak disangka, begitu sampai di sekolah, siswa dan para wali murid yang lain banyak yang menyukai aksesori yang dipakai putrinya. Dari situ, Yusnita memproduksi sejumlah aksesori untuk teman-teman putrinya. Siapa sangka, aksesori buatan Yusnita diminati oleh banyak anak-anak.

“Melihat banyak teman anak saya yang suka, akhirnya saya terinspirasi untuk membuat banyak. Sejak itulah saya jualan, dan pembelinya teman-teman anak saya,” ungkapnya, sambil menyelesaikan penyulaman hiasan dinding.

Hujan rintik-rintik yang terjadi saat itu membuat kami semakin ajek untuk duduk santai di ruang tamu yang dijadikan tempat pembuatan handicraft. Yusnita pun melanjutkan ceritanya. “Setelah itu saya terus membuat. Saya belum kenal gambar-gambar. Setelah cukup lama, akhirnya banyak yang memesan dan banyak yang membawa gambar,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada pintu rumah tampak terbuka di kala hujan rintik-rintik. Jawa Pos Radar Jember pun menghentikan langkah kaki. Ikut berteduh di sebuah gang di ruas Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Di lantai rumah itulah, seorang ibu rumah tangga terlihat sedang menyulam kain flanel dan membentuk hiasan dinding yang cukup menarik.

Arie Yusnita yang mengetahui kedatangan Jawa Pos Radar Jember kemudian mempersilakan masuk. Dia pun menceritakan apa yang sedang digarap. Yakni sebuah handicraft yang telah bertahun-tahun digelutinya. Ada bantal, mainan, celengan, dan sejumlah kerajinan yang lain. Ada yang berbentuk love, ada yang dirangkai seperti karakter kartun, serta model yang dibikin sesuai gambar maupun mengikuti imajinasinya.

Mbak Yus, panggilan akrabnya, mengaku bisa membuat handicraft bukan karena kursus atau belajar kepada seseorang. Namun, untuk anak-anaknya. Pada 2014 lalu, dia iseng membuat aksesori rambut untuk putrinya yang masih duduk di bangku sekolah SD dan TK.

Tak disangka, begitu sampai di sekolah, siswa dan para wali murid yang lain banyak yang menyukai aksesori yang dipakai putrinya. Dari situ, Yusnita memproduksi sejumlah aksesori untuk teman-teman putrinya. Siapa sangka, aksesori buatan Yusnita diminati oleh banyak anak-anak.

“Melihat banyak teman anak saya yang suka, akhirnya saya terinspirasi untuk membuat banyak. Sejak itulah saya jualan, dan pembelinya teman-teman anak saya,” ungkapnya, sambil menyelesaikan penyulaman hiasan dinding.

Hujan rintik-rintik yang terjadi saat itu membuat kami semakin ajek untuk duduk santai di ruang tamu yang dijadikan tempat pembuatan handicraft. Yusnita pun melanjutkan ceritanya. “Setelah itu saya terus membuat. Saya belum kenal gambar-gambar. Setelah cukup lama, akhirnya banyak yang memesan dan banyak yang membawa gambar,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada pintu rumah tampak terbuka di kala hujan rintik-rintik. Jawa Pos Radar Jember pun menghentikan langkah kaki. Ikut berteduh di sebuah gang di ruas Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Di lantai rumah itulah, seorang ibu rumah tangga terlihat sedang menyulam kain flanel dan membentuk hiasan dinding yang cukup menarik.

Arie Yusnita yang mengetahui kedatangan Jawa Pos Radar Jember kemudian mempersilakan masuk. Dia pun menceritakan apa yang sedang digarap. Yakni sebuah handicraft yang telah bertahun-tahun digelutinya. Ada bantal, mainan, celengan, dan sejumlah kerajinan yang lain. Ada yang berbentuk love, ada yang dirangkai seperti karakter kartun, serta model yang dibikin sesuai gambar maupun mengikuti imajinasinya.

Mbak Yus, panggilan akrabnya, mengaku bisa membuat handicraft bukan karena kursus atau belajar kepada seseorang. Namun, untuk anak-anaknya. Pada 2014 lalu, dia iseng membuat aksesori rambut untuk putrinya yang masih duduk di bangku sekolah SD dan TK.

Tak disangka, begitu sampai di sekolah, siswa dan para wali murid yang lain banyak yang menyukai aksesori yang dipakai putrinya. Dari situ, Yusnita memproduksi sejumlah aksesori untuk teman-teman putrinya. Siapa sangka, aksesori buatan Yusnita diminati oleh banyak anak-anak.

“Melihat banyak teman anak saya yang suka, akhirnya saya terinspirasi untuk membuat banyak. Sejak itulah saya jualan, dan pembelinya teman-teman anak saya,” ungkapnya, sambil menyelesaikan penyulaman hiasan dinding.

Hujan rintik-rintik yang terjadi saat itu membuat kami semakin ajek untuk duduk santai di ruang tamu yang dijadikan tempat pembuatan handicraft. Yusnita pun melanjutkan ceritanya. “Setelah itu saya terus membuat. Saya belum kenal gambar-gambar. Setelah cukup lama, akhirnya banyak yang memesan dan banyak yang membawa gambar,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/