alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Bersyukur Dapat Garapan Baju Kader Posyandu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi menjadi ujian berat bagi dunia usaha. Banyak di antara mereka yang kelimpungan karena usahanya sepi. Tak terkecuali para penjahit. Tapi kini, mereka mulai kembali bernapas lega. Ini setelah Pemkab Jember melakukan pemberdayaan penjahit lokal dengan program pembuatan seragam bagi kader posyandu.

Alhamdulillah,” ucap Novita Prastiyowati lirih, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (1/9). Penjahit yang tinggal di Jalan Ahmad Yani 6 nomor 94, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, itu kemudian tersenyum. Tangannya lincah memegangi kain yang hendak dia jahit. Pandangannya fokus kepada ujung jarum yang bergerak naik turun menyambungkan benang pada kain tersebut.

Setelah dirinya menuntaskan pekerjaan itu, Novita lantas bercerita. Karena pandemi Covid-19, dia sempat pasrah dan hanya menanti para pelanggannya datang menjahitkan baju. Tapi lantaran wabah, tak semua pelanggannya kembali. “Biasanya banyak yang menjahitkan seragam sekolah di sini. Bisa enam orang sekaligus dan masing-masing dua sampai tiga setel baju,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Novita mengaku, selama pandemi ini orderan cukup sepi. Tak banyak yang dia bisa lakukan selain berharap dan berdoa. Harapan itu kemudian terwujud. Dirinya menerima orderan menjahit baju kader posyandu dari Pemkab Jember. “Jadi, saya sangat senang ketika mendapatkan orderan ini. Dan menjadi semangat tersendiri bagi saya, karena ada sedikit pendapatan yang perlu saya syukuri,” imbuhnya.

Novita menuturkan, sebelum menerima orderan, dirinya telah didata sebelumnya. Juga ada beberapa penjahit lain yang sebelumnya didatangi perangkat kelurahan. Selanjutnya, mereka dikumpulkan di balai kelurahan untuk diberikan tugas masing-masing. “Alhamdulillah, saya diberi tugas menggarap sepuluh baju yang akan dipakai kader posyandu,” ungkap wanita berusia 35 tahun itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi menjadi ujian berat bagi dunia usaha. Banyak di antara mereka yang kelimpungan karena usahanya sepi. Tak terkecuali para penjahit. Tapi kini, mereka mulai kembali bernapas lega. Ini setelah Pemkab Jember melakukan pemberdayaan penjahit lokal dengan program pembuatan seragam bagi kader posyandu.

Alhamdulillah,” ucap Novita Prastiyowati lirih, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (1/9). Penjahit yang tinggal di Jalan Ahmad Yani 6 nomor 94, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, itu kemudian tersenyum. Tangannya lincah memegangi kain yang hendak dia jahit. Pandangannya fokus kepada ujung jarum yang bergerak naik turun menyambungkan benang pada kain tersebut.

Setelah dirinya menuntaskan pekerjaan itu, Novita lantas bercerita. Karena pandemi Covid-19, dia sempat pasrah dan hanya menanti para pelanggannya datang menjahitkan baju. Tapi lantaran wabah, tak semua pelanggannya kembali. “Biasanya banyak yang menjahitkan seragam sekolah di sini. Bisa enam orang sekaligus dan masing-masing dua sampai tiga setel baju,” ungkapnya.

Novita mengaku, selama pandemi ini orderan cukup sepi. Tak banyak yang dia bisa lakukan selain berharap dan berdoa. Harapan itu kemudian terwujud. Dirinya menerima orderan menjahit baju kader posyandu dari Pemkab Jember. “Jadi, saya sangat senang ketika mendapatkan orderan ini. Dan menjadi semangat tersendiri bagi saya, karena ada sedikit pendapatan yang perlu saya syukuri,” imbuhnya.

Novita menuturkan, sebelum menerima orderan, dirinya telah didata sebelumnya. Juga ada beberapa penjahit lain yang sebelumnya didatangi perangkat kelurahan. Selanjutnya, mereka dikumpulkan di balai kelurahan untuk diberikan tugas masing-masing. “Alhamdulillah, saya diberi tugas menggarap sepuluh baju yang akan dipakai kader posyandu,” ungkap wanita berusia 35 tahun itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi menjadi ujian berat bagi dunia usaha. Banyak di antara mereka yang kelimpungan karena usahanya sepi. Tak terkecuali para penjahit. Tapi kini, mereka mulai kembali bernapas lega. Ini setelah Pemkab Jember melakukan pemberdayaan penjahit lokal dengan program pembuatan seragam bagi kader posyandu.

Alhamdulillah,” ucap Novita Prastiyowati lirih, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (1/9). Penjahit yang tinggal di Jalan Ahmad Yani 6 nomor 94, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, itu kemudian tersenyum. Tangannya lincah memegangi kain yang hendak dia jahit. Pandangannya fokus kepada ujung jarum yang bergerak naik turun menyambungkan benang pada kain tersebut.

Setelah dirinya menuntaskan pekerjaan itu, Novita lantas bercerita. Karena pandemi Covid-19, dia sempat pasrah dan hanya menanti para pelanggannya datang menjahitkan baju. Tapi lantaran wabah, tak semua pelanggannya kembali. “Biasanya banyak yang menjahitkan seragam sekolah di sini. Bisa enam orang sekaligus dan masing-masing dua sampai tiga setel baju,” ungkapnya.

Novita mengaku, selama pandemi ini orderan cukup sepi. Tak banyak yang dia bisa lakukan selain berharap dan berdoa. Harapan itu kemudian terwujud. Dirinya menerima orderan menjahit baju kader posyandu dari Pemkab Jember. “Jadi, saya sangat senang ketika mendapatkan orderan ini. Dan menjadi semangat tersendiri bagi saya, karena ada sedikit pendapatan yang perlu saya syukuri,” imbuhnya.

Novita menuturkan, sebelum menerima orderan, dirinya telah didata sebelumnya. Juga ada beberapa penjahit lain yang sebelumnya didatangi perangkat kelurahan. Selanjutnya, mereka dikumpulkan di balai kelurahan untuk diberikan tugas masing-masing. “Alhamdulillah, saya diberi tugas menggarap sepuluh baju yang akan dipakai kader posyandu,” ungkap wanita berusia 35 tahun itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/