alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Kasus PTSL Jember Sudah Masuk Tahap II

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Kasus dugaan pungli pemohon Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021 di Desa Kepanjen, Gumukmas, yang menyeret Kepala Desa berinisial SM telah memasuki tahap II pemeriksaan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Setelah berbagai bukti dinyatakan lengkap, kasus tersebut akan segera memasuki meja hijau.

BACA JUGA : Duh, Aspal Baru Jalan di Jember ini Sudah Rusak

Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, SM diduga menarik pungutan liar sebesar Rp 1 juta sampai Rp 8 juta. Kasi Intel Kejari Jember Soemarno mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pemeriksaan termasuk kepada 58 saksi. Hingga saat ini perkembangan kasus tersebut sudah memasuki tahap II. “Sekarang kasusnya sudah memasuki tahap II. Tunggu saja hasil berikutnya,” katanya saat dikonfirmasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika dikalkulasi dengan penghasilan yang diperoleh SM saat memungut pemohon PTSL, maka ratusan juta uang mengalir ke saku pribadinya. Bahkan dari berita sebelumnya, jumlah pemohon PTSL terdapat 2.500 orang, dengan masing-masing orang ditarik satu sampai delapan juta rupiah.

Dia menambahkan, sebagai penguat bukti, pihak kejaksaan juga turun langsung ke kantor Kecamatan Gumukmas untuk memeriksa ratusan saksi dari elemen masyarakat setempat. “Kemarin kami terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Waktu itu, kami kumpulkan di kantor kecamatan,” imbuhnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Kasus dugaan pungli pemohon Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021 di Desa Kepanjen, Gumukmas, yang menyeret Kepala Desa berinisial SM telah memasuki tahap II pemeriksaan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Setelah berbagai bukti dinyatakan lengkap, kasus tersebut akan segera memasuki meja hijau.

BACA JUGA : Duh, Aspal Baru Jalan di Jember ini Sudah Rusak

Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, SM diduga menarik pungutan liar sebesar Rp 1 juta sampai Rp 8 juta. Kasi Intel Kejari Jember Soemarno mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pemeriksaan termasuk kepada 58 saksi. Hingga saat ini perkembangan kasus tersebut sudah memasuki tahap II. “Sekarang kasusnya sudah memasuki tahap II. Tunggu saja hasil berikutnya,” katanya saat dikonfirmasi.

Jika dikalkulasi dengan penghasilan yang diperoleh SM saat memungut pemohon PTSL, maka ratusan juta uang mengalir ke saku pribadinya. Bahkan dari berita sebelumnya, jumlah pemohon PTSL terdapat 2.500 orang, dengan masing-masing orang ditarik satu sampai delapan juta rupiah.

Dia menambahkan, sebagai penguat bukti, pihak kejaksaan juga turun langsung ke kantor Kecamatan Gumukmas untuk memeriksa ratusan saksi dari elemen masyarakat setempat. “Kemarin kami terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Waktu itu, kami kumpulkan di kantor kecamatan,” imbuhnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Kasus dugaan pungli pemohon Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021 di Desa Kepanjen, Gumukmas, yang menyeret Kepala Desa berinisial SM telah memasuki tahap II pemeriksaan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Setelah berbagai bukti dinyatakan lengkap, kasus tersebut akan segera memasuki meja hijau.

BACA JUGA : Duh, Aspal Baru Jalan di Jember ini Sudah Rusak

Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, SM diduga menarik pungutan liar sebesar Rp 1 juta sampai Rp 8 juta. Kasi Intel Kejari Jember Soemarno mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pemeriksaan termasuk kepada 58 saksi. Hingga saat ini perkembangan kasus tersebut sudah memasuki tahap II. “Sekarang kasusnya sudah memasuki tahap II. Tunggu saja hasil berikutnya,” katanya saat dikonfirmasi.

Jika dikalkulasi dengan penghasilan yang diperoleh SM saat memungut pemohon PTSL, maka ratusan juta uang mengalir ke saku pribadinya. Bahkan dari berita sebelumnya, jumlah pemohon PTSL terdapat 2.500 orang, dengan masing-masing orang ditarik satu sampai delapan juta rupiah.

Dia menambahkan, sebagai penguat bukti, pihak kejaksaan juga turun langsung ke kantor Kecamatan Gumukmas untuk memeriksa ratusan saksi dari elemen masyarakat setempat. “Kemarin kami terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Waktu itu, kami kumpulkan di kantor kecamatan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/