alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Kerusakan Aspal, Khawatir Jadi Temuan BPK

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Fenomena kerusakan jalan pada proyek perbaikan jalan atau pengaspalan dengan skema anggaran multiyears mulai muncul. Seperti pengelupasan aspal karena tidak menyatu, hingga aspal mulai berlubang.

BACA JUGA : Warga Jember yang Lahir 1 Juli Bakal Dapat SIM Gratis, Ini Syaratnya!

Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono mengatakan, pekerjaan perbaikan jalan jumlah anggarannya secara total sekitar Rp 664 miliar. Bahkan, pengaspalan itu tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Tapi, hingga perdesaan dengan total panjang setidaknya seribu kilometer lebih. Pekerjaan perbaikan jalan juga belum genap satu tahun. “Ibaratnya beli sepeda motor dari diler, sudah terjamin kualitasnya. Ketika diservis, mungkin sudah digunakan beberapa tahun lamanya. Nah, ada aspal yang baru dikerjakan dan usianya baru satu bulan sudah diservis (diperbaiki, Red),” sesalnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ada dua titik jalan rusak di ruas jalan Lojejer, Kecamatan Wuluhan, dan ruas jalan di Kecamatan Umbulsari, yang belum lama ini ditinjau oleh Budi Wicaksono. Bahkan, dia tidak hanya mendapatkan dua laporan terkait perbaikan jalan yang kurang maksimal. Namun, ada laporan sebanyak sembilan titik kerusakan jalan. “Kami di lapangan juga menerima info. Sehingga ada sembilan titik kerusakan ruas jalan yang baru diperbaiki,” bebernya.

Lebih jauh, politisi Partai NasDem itu menilai, buruknya kualitas pekerjaan rekanan disinyalir karena berbagai sebab. Pertama, faktor kadar panas aspal ketika dihamparkan dimungkinkan kurang memenuhi panas standar atau spesifikasi. Sehingga kurang menyatu dengan aspal bawah. Kedua, soal lemahnya pengawasan terhadap kinerja rekanan. Sehingga kontrol terhadap kualitas dinilai kecolongan.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Fenomena kerusakan jalan pada proyek perbaikan jalan atau pengaspalan dengan skema anggaran multiyears mulai muncul. Seperti pengelupasan aspal karena tidak menyatu, hingga aspal mulai berlubang.

BACA JUGA : Warga Jember yang Lahir 1 Juli Bakal Dapat SIM Gratis, Ini Syaratnya!

Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono mengatakan, pekerjaan perbaikan jalan jumlah anggarannya secara total sekitar Rp 664 miliar. Bahkan, pengaspalan itu tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Tapi, hingga perdesaan dengan total panjang setidaknya seribu kilometer lebih. Pekerjaan perbaikan jalan juga belum genap satu tahun. “Ibaratnya beli sepeda motor dari diler, sudah terjamin kualitasnya. Ketika diservis, mungkin sudah digunakan beberapa tahun lamanya. Nah, ada aspal yang baru dikerjakan dan usianya baru satu bulan sudah diservis (diperbaiki, Red),” sesalnya.

Ada dua titik jalan rusak di ruas jalan Lojejer, Kecamatan Wuluhan, dan ruas jalan di Kecamatan Umbulsari, yang belum lama ini ditinjau oleh Budi Wicaksono. Bahkan, dia tidak hanya mendapatkan dua laporan terkait perbaikan jalan yang kurang maksimal. Namun, ada laporan sebanyak sembilan titik kerusakan jalan. “Kami di lapangan juga menerima info. Sehingga ada sembilan titik kerusakan ruas jalan yang baru diperbaiki,” bebernya.

Lebih jauh, politisi Partai NasDem itu menilai, buruknya kualitas pekerjaan rekanan disinyalir karena berbagai sebab. Pertama, faktor kadar panas aspal ketika dihamparkan dimungkinkan kurang memenuhi panas standar atau spesifikasi. Sehingga kurang menyatu dengan aspal bawah. Kedua, soal lemahnya pengawasan terhadap kinerja rekanan. Sehingga kontrol terhadap kualitas dinilai kecolongan.

SUMBERSARI, Radar Jember – Fenomena kerusakan jalan pada proyek perbaikan jalan atau pengaspalan dengan skema anggaran multiyears mulai muncul. Seperti pengelupasan aspal karena tidak menyatu, hingga aspal mulai berlubang.

BACA JUGA : Warga Jember yang Lahir 1 Juli Bakal Dapat SIM Gratis, Ini Syaratnya!

Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono mengatakan, pekerjaan perbaikan jalan jumlah anggarannya secara total sekitar Rp 664 miliar. Bahkan, pengaspalan itu tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Tapi, hingga perdesaan dengan total panjang setidaknya seribu kilometer lebih. Pekerjaan perbaikan jalan juga belum genap satu tahun. “Ibaratnya beli sepeda motor dari diler, sudah terjamin kualitasnya. Ketika diservis, mungkin sudah digunakan beberapa tahun lamanya. Nah, ada aspal yang baru dikerjakan dan usianya baru satu bulan sudah diservis (diperbaiki, Red),” sesalnya.

Ada dua titik jalan rusak di ruas jalan Lojejer, Kecamatan Wuluhan, dan ruas jalan di Kecamatan Umbulsari, yang belum lama ini ditinjau oleh Budi Wicaksono. Bahkan, dia tidak hanya mendapatkan dua laporan terkait perbaikan jalan yang kurang maksimal. Namun, ada laporan sebanyak sembilan titik kerusakan jalan. “Kami di lapangan juga menerima info. Sehingga ada sembilan titik kerusakan ruas jalan yang baru diperbaiki,” bebernya.

Lebih jauh, politisi Partai NasDem itu menilai, buruknya kualitas pekerjaan rekanan disinyalir karena berbagai sebab. Pertama, faktor kadar panas aspal ketika dihamparkan dimungkinkan kurang memenuhi panas standar atau spesifikasi. Sehingga kurang menyatu dengan aspal bawah. Kedua, soal lemahnya pengawasan terhadap kinerja rekanan. Sehingga kontrol terhadap kualitas dinilai kecolongan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/