alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Korban Arisan Ngaku Ketipu Rp 2 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belasan ibu-ibu muda ramai-ramai mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember, kemarin (1/7). Sambil masing-masing menenteng tas mini dan sejumlah berkas, salah satu dari mereka membuat laporan atas kasus penipuan berkedok arisan daring yang mereka alami.

Dalam pengakuannya, emak-emak muda itu mengatakan, arisan tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun belakangan, atau sejak 2018 lalu. Dalam arisan daring itu, mereka juga tergabung dalam grup WhatsApp yang terdiri atas berbagai anggota, dan diketuai salah satu orang yang bertindak sebagai pemegang uang. “Sejak awal ada itu masih lancar. Namun, ketika memasuki awal Juni kemarin ini, mulai tidak ada kejelasan,” kata Diana, yang mewakili ibu-ibu korban arisan tersebut.

Ia mengungkapkan, arisan daring itu diketuai oleh LLK, warga Perumahan Rengganis Dua, Kelurahan Antirogo, Sumbersari. Menurut dia, LLK ini juga sekaligus orang yang memegang uang ibu-ibu arisan itu. Namun, saat sudah memasuki pembagian uang arisan, awal Juni kemarin, pelaku tiba-tiba hilang. Dari sulit ditemui di rumahnya, hingga tidak bisa dihubungi.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : SOAL CPNS 2021

Merasa mulai curiga, ibu-ibu itu kemudian mendatangi Polres Jember dan melaporkan pelaku tersebut. “Anggotanya cukup banyak. Dua puluhan lebih. Ada dari Blitar, Jawa Barat, hingga Riau. Kalau ditotal mencapai Rp 2 miliaran uang kami,” beber perempuan asal Rambipuji itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belasan ibu-ibu muda ramai-ramai mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember, kemarin (1/7). Sambil masing-masing menenteng tas mini dan sejumlah berkas, salah satu dari mereka membuat laporan atas kasus penipuan berkedok arisan daring yang mereka alami.

Dalam pengakuannya, emak-emak muda itu mengatakan, arisan tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun belakangan, atau sejak 2018 lalu. Dalam arisan daring itu, mereka juga tergabung dalam grup WhatsApp yang terdiri atas berbagai anggota, dan diketuai salah satu orang yang bertindak sebagai pemegang uang. “Sejak awal ada itu masih lancar. Namun, ketika memasuki awal Juni kemarin ini, mulai tidak ada kejelasan,” kata Diana, yang mewakili ibu-ibu korban arisan tersebut.

Ia mengungkapkan, arisan daring itu diketuai oleh LLK, warga Perumahan Rengganis Dua, Kelurahan Antirogo, Sumbersari. Menurut dia, LLK ini juga sekaligus orang yang memegang uang ibu-ibu arisan itu. Namun, saat sudah memasuki pembagian uang arisan, awal Juni kemarin, pelaku tiba-tiba hilang. Dari sulit ditemui di rumahnya, hingga tidak bisa dihubungi.

BACA JUGA : SOAL CPNS 2021

Merasa mulai curiga, ibu-ibu itu kemudian mendatangi Polres Jember dan melaporkan pelaku tersebut. “Anggotanya cukup banyak. Dua puluhan lebih. Ada dari Blitar, Jawa Barat, hingga Riau. Kalau ditotal mencapai Rp 2 miliaran uang kami,” beber perempuan asal Rambipuji itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belasan ibu-ibu muda ramai-ramai mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember, kemarin (1/7). Sambil masing-masing menenteng tas mini dan sejumlah berkas, salah satu dari mereka membuat laporan atas kasus penipuan berkedok arisan daring yang mereka alami.

Dalam pengakuannya, emak-emak muda itu mengatakan, arisan tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun belakangan, atau sejak 2018 lalu. Dalam arisan daring itu, mereka juga tergabung dalam grup WhatsApp yang terdiri atas berbagai anggota, dan diketuai salah satu orang yang bertindak sebagai pemegang uang. “Sejak awal ada itu masih lancar. Namun, ketika memasuki awal Juni kemarin ini, mulai tidak ada kejelasan,” kata Diana, yang mewakili ibu-ibu korban arisan tersebut.

Ia mengungkapkan, arisan daring itu diketuai oleh LLK, warga Perumahan Rengganis Dua, Kelurahan Antirogo, Sumbersari. Menurut dia, LLK ini juga sekaligus orang yang memegang uang ibu-ibu arisan itu. Namun, saat sudah memasuki pembagian uang arisan, awal Juni kemarin, pelaku tiba-tiba hilang. Dari sulit ditemui di rumahnya, hingga tidak bisa dihubungi.

BACA JUGA : SOAL CPNS 2021

Merasa mulai curiga, ibu-ibu itu kemudian mendatangi Polres Jember dan melaporkan pelaku tersebut. “Anggotanya cukup banyak. Dua puluhan lebih. Ada dari Blitar, Jawa Barat, hingga Riau. Kalau ditotal mencapai Rp 2 miliaran uang kami,” beber perempuan asal Rambipuji itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/