alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Hari Ini Zonasi Terakhir

Melengkapi Pagu Tersisa di Tiap Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 memang telah digulirkan. Namun dalam informasi terakhir, 126 siswa dicoret dari jalur itu karena bermasalah atau kekuranglengkapan berkas pada surat keterangan domisili atau SKD yang digunakan.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, beberapa siswa yang gagal di jalur zonasi masih ada peluang. Calon siswa yang lain bisa mencari peruntungan di jalur zonasi yang dikhususkan untuk menambal sisa pagu yang kosong.

Di jalur pemenuhan pagu kosong tersebut, calon siswa tak perlu lagi menggunakan SKD. Tapi murni mengukur jarak kedekatan sekolah dari rumah calon siswa. “Mereka bisa pakai KTP atau KK orang tuanya yang menunjukkan bahwa dia tinggal dekat dari sekolah,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 memang telah digulirkan. Namun dalam informasi terakhir, 126 siswa dicoret dari jalur itu karena bermasalah atau kekuranglengkapan berkas pada surat keterangan domisili atau SKD yang digunakan.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, beberapa siswa yang gagal di jalur zonasi masih ada peluang. Calon siswa yang lain bisa mencari peruntungan di jalur zonasi yang dikhususkan untuk menambal sisa pagu yang kosong.

Di jalur pemenuhan pagu kosong tersebut, calon siswa tak perlu lagi menggunakan SKD. Tapi murni mengukur jarak kedekatan sekolah dari rumah calon siswa. “Mereka bisa pakai KTP atau KK orang tuanya yang menunjukkan bahwa dia tinggal dekat dari sekolah,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 memang telah digulirkan. Namun dalam informasi terakhir, 126 siswa dicoret dari jalur itu karena bermasalah atau kekuranglengkapan berkas pada surat keterangan domisili atau SKD yang digunakan.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, beberapa siswa yang gagal di jalur zonasi masih ada peluang. Calon siswa yang lain bisa mencari peruntungan di jalur zonasi yang dikhususkan untuk menambal sisa pagu yang kosong.

Di jalur pemenuhan pagu kosong tersebut, calon siswa tak perlu lagi menggunakan SKD. Tapi murni mengukur jarak kedekatan sekolah dari rumah calon siswa. “Mereka bisa pakai KTP atau KK orang tuanya yang menunjukkan bahwa dia tinggal dekat dari sekolah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/