alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Edarkan Obat, Jabatan Fungsional Dicabut

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Gara-gara berjualan obat medis di luar prosedur, tiga oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Jember ini mendapat sanksi. Yakni jabatan fungsionalnya dicabut oleh Bupati Jember dr Faida MMR saat pelantikan puluhan tenaga medis di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (1/7).

Sayangnya, Faida tak menyebut siapa tiga oknum PNS tersebut, apa jabatannya, dan di rumah sakit mana. “Yang jelas di Jember,” katanya, ketika ditanyakan profil detail para oknum tersebut.

Akhirnya, ketiga orang yang tidak disebutkan namanya itu tak bisa lagi melayani pasien seperti sebelumnya. Menurutnya, ketiga ASN yang bekerja di rumah sakit di Jember itu merupakan jejaring yang memperdagangkan obat-obatan medis di luar ketentuan farmasi rumah sakit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tiga ASN itu merupakan satu jaringan yang memperdagangkan obat-obatan medis kepada pasien. Sistem pembayaran obatnya juga tidak melalui kasir rumah sakit. Namun, bertindak di luar jalur logistik farmasi rumah sakit dan diduga mencari keuntungan pribadi dari penjualan obat.

Faida menegaskan, transaksi obat yang demikian merupakan persoalan yang tak dapat dianggap remeh. Oleh karenanya, ketiga tenaga medis tersebut langsung ditindak, walau hanya jabatan fungsionalnya dicopot. “Penyalahgunaan obat ini kan soal serius, tidak bisa ditoleransi. Ada kasir di luar kasir, tentu ini tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Gara-gara berjualan obat medis di luar prosedur, tiga oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Jember ini mendapat sanksi. Yakni jabatan fungsionalnya dicabut oleh Bupati Jember dr Faida MMR saat pelantikan puluhan tenaga medis di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (1/7).

Sayangnya, Faida tak menyebut siapa tiga oknum PNS tersebut, apa jabatannya, dan di rumah sakit mana. “Yang jelas di Jember,” katanya, ketika ditanyakan profil detail para oknum tersebut.

Akhirnya, ketiga orang yang tidak disebutkan namanya itu tak bisa lagi melayani pasien seperti sebelumnya. Menurutnya, ketiga ASN yang bekerja di rumah sakit di Jember itu merupakan jejaring yang memperdagangkan obat-obatan medis di luar ketentuan farmasi rumah sakit.

Tiga ASN itu merupakan satu jaringan yang memperdagangkan obat-obatan medis kepada pasien. Sistem pembayaran obatnya juga tidak melalui kasir rumah sakit. Namun, bertindak di luar jalur logistik farmasi rumah sakit dan diduga mencari keuntungan pribadi dari penjualan obat.

Faida menegaskan, transaksi obat yang demikian merupakan persoalan yang tak dapat dianggap remeh. Oleh karenanya, ketiga tenaga medis tersebut langsung ditindak, walau hanya jabatan fungsionalnya dicopot. “Penyalahgunaan obat ini kan soal serius, tidak bisa ditoleransi. Ada kasir di luar kasir, tentu ini tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.

RADAR JEMBER.ID – Gara-gara berjualan obat medis di luar prosedur, tiga oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Jember ini mendapat sanksi. Yakni jabatan fungsionalnya dicabut oleh Bupati Jember dr Faida MMR saat pelantikan puluhan tenaga medis di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (1/7).

Sayangnya, Faida tak menyebut siapa tiga oknum PNS tersebut, apa jabatannya, dan di rumah sakit mana. “Yang jelas di Jember,” katanya, ketika ditanyakan profil detail para oknum tersebut.

Akhirnya, ketiga orang yang tidak disebutkan namanya itu tak bisa lagi melayani pasien seperti sebelumnya. Menurutnya, ketiga ASN yang bekerja di rumah sakit di Jember itu merupakan jejaring yang memperdagangkan obat-obatan medis di luar ketentuan farmasi rumah sakit.

Tiga ASN itu merupakan satu jaringan yang memperdagangkan obat-obatan medis kepada pasien. Sistem pembayaran obatnya juga tidak melalui kasir rumah sakit. Namun, bertindak di luar jalur logistik farmasi rumah sakit dan diduga mencari keuntungan pribadi dari penjualan obat.

Faida menegaskan, transaksi obat yang demikian merupakan persoalan yang tak dapat dianggap remeh. Oleh karenanya, ketiga tenaga medis tersebut langsung ditindak, walau hanya jabatan fungsionalnya dicopot. “Penyalahgunaan obat ini kan soal serius, tidak bisa ditoleransi. Ada kasir di luar kasir, tentu ini tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/