alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Belasan Karyawan Giant Di-PHK

Toko Raksasa Itu Gulung Tikar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar minor datang dari dunia niaga. PT Hero Supermarket Tbk resmi menutup seluruh gerai Giant di Indonesia, akhir Juli mendatang. Salah satunya yang ada di Jalan KH Shiddiq, Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Penutupan ini menyisakan nestapa bagi belasan karyawan yang bekerja di sana. Di tengah pandemi, mereka menerima pemutusan hubungan kerja (PHK). Kini, bagaimana nasib mereka?

Store Manager Giant Jember Yopi Librianto mengungkapkan, setelah keputusan penutupan, sebanyak 16 karyawan di-PHK. Sebelum diberhentikan, mereka diberi dua pilihan. Pindah kerja di gerai Hero atau IKEA. Opsi kedua, karyawan di-PHK dengan mendapatkan pesangon. “Opsi pertama ini bisa diambil untuk kerja lagi di gerai Hero atau IKEA. Tapi melalui prosedur pendaftaran lagi. Cuma 80 persen keterimanya,” ungkap Yopi.

Yopi tidak dapat menjelaskan lebih jauh mengenai masa depan gerai Giant. Apakah menjadi gerai IKEA ataupun Hero. Termasuk informasi mengenai alih fungsi bangunan tersebut. “Kalau itu, kami belum bisa kasih statement. Belum ada informasi mau dibuat apa gedungnya,” ucapnya. Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi manajemen Hero Pusat. Namun, perwakilan manajemen, Astrid, tak kunjung memberi informasi bakal digunakan untuk apa gedung bekas Giant tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mamad, salah seorang karyawan, menuturkan, sebelumnya, desas-desus penutupan gerai Giant sudah menyebar di kalangan internal karyawan. Namun, tidak semuanya. Penutupan hanya akan dilakukan pada 11 gerai, yang dilakukan seusai Lebaran. “Tiba-tiba ada meeting di pusat. Kabarnya, investor mencabut atau bagaimana. Jadi, semua gerai ditutup. Sekarang mengembangkan Hero dan IKEA. Ini mengejutkan,” ucapnya, ketika ditemui di gerai Giant.

Hingga saat ini, 16 karyawan yang bekerja di Giant ini masih mempersiapkan rencana kerja. Sebab, keputusan penutupan terkesan mendadak dan mengejutkan. Mamad serta kawan-kawannya pun tak bisa berharap banyak. “Kalau bisa kerja lagi, ya kerja. Tapi kalau tidak bisa, ya wirausaha,” tuturnya.

Mamad beserta karyawan yang lain juga mengaku tidak tahu bakal jadi apa gerai Giant nantinya. Tidak ada kabar tentang alih fungsi gerai. Bisa jadi, Mamad menduga, gerai akan dijual dan dialihfungsikan dalam bentuk non-perniagaan. “Kami juga belum tahu mau dijadikan apa,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar minor datang dari dunia niaga. PT Hero Supermarket Tbk resmi menutup seluruh gerai Giant di Indonesia, akhir Juli mendatang. Salah satunya yang ada di Jalan KH Shiddiq, Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Penutupan ini menyisakan nestapa bagi belasan karyawan yang bekerja di sana. Di tengah pandemi, mereka menerima pemutusan hubungan kerja (PHK). Kini, bagaimana nasib mereka?

Store Manager Giant Jember Yopi Librianto mengungkapkan, setelah keputusan penutupan, sebanyak 16 karyawan di-PHK. Sebelum diberhentikan, mereka diberi dua pilihan. Pindah kerja di gerai Hero atau IKEA. Opsi kedua, karyawan di-PHK dengan mendapatkan pesangon. “Opsi pertama ini bisa diambil untuk kerja lagi di gerai Hero atau IKEA. Tapi melalui prosedur pendaftaran lagi. Cuma 80 persen keterimanya,” ungkap Yopi.

Yopi tidak dapat menjelaskan lebih jauh mengenai masa depan gerai Giant. Apakah menjadi gerai IKEA ataupun Hero. Termasuk informasi mengenai alih fungsi bangunan tersebut. “Kalau itu, kami belum bisa kasih statement. Belum ada informasi mau dibuat apa gedungnya,” ucapnya. Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi manajemen Hero Pusat. Namun, perwakilan manajemen, Astrid, tak kunjung memberi informasi bakal digunakan untuk apa gedung bekas Giant tersebut.

Mamad, salah seorang karyawan, menuturkan, sebelumnya, desas-desus penutupan gerai Giant sudah menyebar di kalangan internal karyawan. Namun, tidak semuanya. Penutupan hanya akan dilakukan pada 11 gerai, yang dilakukan seusai Lebaran. “Tiba-tiba ada meeting di pusat. Kabarnya, investor mencabut atau bagaimana. Jadi, semua gerai ditutup. Sekarang mengembangkan Hero dan IKEA. Ini mengejutkan,” ucapnya, ketika ditemui di gerai Giant.

Hingga saat ini, 16 karyawan yang bekerja di Giant ini masih mempersiapkan rencana kerja. Sebab, keputusan penutupan terkesan mendadak dan mengejutkan. Mamad serta kawan-kawannya pun tak bisa berharap banyak. “Kalau bisa kerja lagi, ya kerja. Tapi kalau tidak bisa, ya wirausaha,” tuturnya.

Mamad beserta karyawan yang lain juga mengaku tidak tahu bakal jadi apa gerai Giant nantinya. Tidak ada kabar tentang alih fungsi gerai. Bisa jadi, Mamad menduga, gerai akan dijual dan dialihfungsikan dalam bentuk non-perniagaan. “Kami juga belum tahu mau dijadikan apa,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar minor datang dari dunia niaga. PT Hero Supermarket Tbk resmi menutup seluruh gerai Giant di Indonesia, akhir Juli mendatang. Salah satunya yang ada di Jalan KH Shiddiq, Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Penutupan ini menyisakan nestapa bagi belasan karyawan yang bekerja di sana. Di tengah pandemi, mereka menerima pemutusan hubungan kerja (PHK). Kini, bagaimana nasib mereka?

Store Manager Giant Jember Yopi Librianto mengungkapkan, setelah keputusan penutupan, sebanyak 16 karyawan di-PHK. Sebelum diberhentikan, mereka diberi dua pilihan. Pindah kerja di gerai Hero atau IKEA. Opsi kedua, karyawan di-PHK dengan mendapatkan pesangon. “Opsi pertama ini bisa diambil untuk kerja lagi di gerai Hero atau IKEA. Tapi melalui prosedur pendaftaran lagi. Cuma 80 persen keterimanya,” ungkap Yopi.

Yopi tidak dapat menjelaskan lebih jauh mengenai masa depan gerai Giant. Apakah menjadi gerai IKEA ataupun Hero. Termasuk informasi mengenai alih fungsi bangunan tersebut. “Kalau itu, kami belum bisa kasih statement. Belum ada informasi mau dibuat apa gedungnya,” ucapnya. Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi manajemen Hero Pusat. Namun, perwakilan manajemen, Astrid, tak kunjung memberi informasi bakal digunakan untuk apa gedung bekas Giant tersebut.

Mamad, salah seorang karyawan, menuturkan, sebelumnya, desas-desus penutupan gerai Giant sudah menyebar di kalangan internal karyawan. Namun, tidak semuanya. Penutupan hanya akan dilakukan pada 11 gerai, yang dilakukan seusai Lebaran. “Tiba-tiba ada meeting di pusat. Kabarnya, investor mencabut atau bagaimana. Jadi, semua gerai ditutup. Sekarang mengembangkan Hero dan IKEA. Ini mengejutkan,” ucapnya, ketika ditemui di gerai Giant.

Hingga saat ini, 16 karyawan yang bekerja di Giant ini masih mempersiapkan rencana kerja. Sebab, keputusan penutupan terkesan mendadak dan mengejutkan. Mamad serta kawan-kawannya pun tak bisa berharap banyak. “Kalau bisa kerja lagi, ya kerja. Tapi kalau tidak bisa, ya wirausaha,” tuturnya.

Mamad beserta karyawan yang lain juga mengaku tidak tahu bakal jadi apa gerai Giant nantinya. Tidak ada kabar tentang alih fungsi gerai. Bisa jadi, Mamad menduga, gerai akan dijual dan dialihfungsikan dalam bentuk non-perniagaan. “Kami juga belum tahu mau dijadikan apa,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/