alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Pemkab Jember Belum Peka Soal Isu Perubahan Iklim

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID – Isu perubahan iklim masih menjadi perbincangan hangat di lingkup global. Namun hal itu kurang familier di Pemerintahan Kabupaten Jember, terutama sejak lima tahun terakhir ini.

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kebijakan perubahan iklim dari kabupaten setempat. Sebab selama ini, soal isu perubahan iklim, Kabupaten Jember hanya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur yang disusun sejak 2016 sampai 2021.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Gender Into Urban Climate Change Initiative (Gucci), mengungkapkan, tidak adanya kebijakan khusus tentang perubahan iklim berdampak pada kurangnya informasi yang dapat diterima oleh masyarakat. Sehingga mengakibatkan tidak dijalankannya program kebijakan Rencana Aksi Nasional Gas Rumah Kaca (RAN GRK) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API) yang dikampanyekan pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gucci adalah sebuah lembaga nirlaba yang mengintegrasikan masalah sosial dan gender ke dalam kebijakan iklim perkotaan. “RPJMD hanya terlihat sebagai program lingkungan. Tidak nampak sebagai program perubahan iklim. Sebab, tidak berbasis dengan RAN GRK,” ungkap Risma, salah satu peneliti dari Gucci.

Risma juga mengungkapkan, aksi dari RPJMD yang selama ini dilakukan belum memiliki mekanisme dan sistem yang jelas. Sehingga, hasilnya juga tidak jelas.

“Hasil penelusuran kami terhadap dokumen, Kabupaten Jember tidak memiliki inventarisasi GRK. Saat kami ke Universitas Jember, mereka memiliki kapasitas untuk menghitung seberapa banyak upaya reduksi emisi GRK, tapi tidak ada implementasi dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID – Isu perubahan iklim masih menjadi perbincangan hangat di lingkup global. Namun hal itu kurang familier di Pemerintahan Kabupaten Jember, terutama sejak lima tahun terakhir ini.

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kebijakan perubahan iklim dari kabupaten setempat. Sebab selama ini, soal isu perubahan iklim, Kabupaten Jember hanya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur yang disusun sejak 2016 sampai 2021.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Gender Into Urban Climate Change Initiative (Gucci), mengungkapkan, tidak adanya kebijakan khusus tentang perubahan iklim berdampak pada kurangnya informasi yang dapat diterima oleh masyarakat. Sehingga mengakibatkan tidak dijalankannya program kebijakan Rencana Aksi Nasional Gas Rumah Kaca (RAN GRK) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API) yang dikampanyekan pemerintah.

Gucci adalah sebuah lembaga nirlaba yang mengintegrasikan masalah sosial dan gender ke dalam kebijakan iklim perkotaan. “RPJMD hanya terlihat sebagai program lingkungan. Tidak nampak sebagai program perubahan iklim. Sebab, tidak berbasis dengan RAN GRK,” ungkap Risma, salah satu peneliti dari Gucci.

Risma juga mengungkapkan, aksi dari RPJMD yang selama ini dilakukan belum memiliki mekanisme dan sistem yang jelas. Sehingga, hasilnya juga tidak jelas.

“Hasil penelusuran kami terhadap dokumen, Kabupaten Jember tidak memiliki inventarisasi GRK. Saat kami ke Universitas Jember, mereka memiliki kapasitas untuk menghitung seberapa banyak upaya reduksi emisi GRK, tapi tidak ada implementasi dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID – Isu perubahan iklim masih menjadi perbincangan hangat di lingkup global. Namun hal itu kurang familier di Pemerintahan Kabupaten Jember, terutama sejak lima tahun terakhir ini.

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kebijakan perubahan iklim dari kabupaten setempat. Sebab selama ini, soal isu perubahan iklim, Kabupaten Jember hanya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur yang disusun sejak 2016 sampai 2021.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Gender Into Urban Climate Change Initiative (Gucci), mengungkapkan, tidak adanya kebijakan khusus tentang perubahan iklim berdampak pada kurangnya informasi yang dapat diterima oleh masyarakat. Sehingga mengakibatkan tidak dijalankannya program kebijakan Rencana Aksi Nasional Gas Rumah Kaca (RAN GRK) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API) yang dikampanyekan pemerintah.

Gucci adalah sebuah lembaga nirlaba yang mengintegrasikan masalah sosial dan gender ke dalam kebijakan iklim perkotaan. “RPJMD hanya terlihat sebagai program lingkungan. Tidak nampak sebagai program perubahan iklim. Sebab, tidak berbasis dengan RAN GRK,” ungkap Risma, salah satu peneliti dari Gucci.

Risma juga mengungkapkan, aksi dari RPJMD yang selama ini dilakukan belum memiliki mekanisme dan sistem yang jelas. Sehingga, hasilnya juga tidak jelas.

“Hasil penelusuran kami terhadap dokumen, Kabupaten Jember tidak memiliki inventarisasi GRK. Saat kami ke Universitas Jember, mereka memiliki kapasitas untuk menghitung seberapa banyak upaya reduksi emisi GRK, tapi tidak ada implementasi dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/