alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Sampah Plastik Penyebab Jalan Banjir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID — Hampir setiap hujan deras, Jalan Raya Ambulu-Ajung, tepatnya di Dusun Bringin Lawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, selalu tergenang air hujan. Akibatnya, pengguna jalan sangat terganggu. Sebab, seluruh bahu jalan dipenuhi genangan air hujan yang meluap dari saluran irigasi.

Ini karena saluran irigasi sudah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Saat terjadi hujan deras, sampah akan terbawa arus dan mengakibatkan saluran serta gorong-gorong tersumbat. Sehingga saluran irigasi dan gorong-gorong yang berukuran kecil tidak muat.

Ayo jangan buang sampah di saluran irigasi. Sebab, ketika terjadi hujan, sampah akan menyumbat di saluran. Bahkan yang menikmati saat banjir bukan orang yang membuang sampah, tetapi banyak orang yang merasa dirugikan. Akibat tersumbat, maka air dari selokan akan meluap ke jalan raya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ini terlihat saat petugas dari Dinas PU Bima Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) melakukan bersih-bersih saluran irigasi dan gorong-gorong. Bahkan, ketika hujan deras, air hujan meluap hingga meluber ke jalan raya yang menghubungkan Ajung dengan Ambulu tersebut. Air yang meluber ke jalan hingga di depan Klinik Kasih IBU yang tidak jauh dari gorong-gorong.

Untuk membersihkan saluran dan gorong-gorong tersebut, petugas membutuhkan waktu lama. Sebab, selain gorong-gorong berukuran kecil, di dalamnya juga dipenuhi pasir yang terbawa saat banjir. Sementara, di bagian saluran irigasi rata-rata sudah tertutup dengan bangunan dipenuhi sampah plastik.

Meurut Suud, 71, warga setempat, setiap hujan deras, air dari saluran meluap hingga ke jalan raya. Sehingga jalan raya tergenang air hujan dan air dari rumah tangga. “Air yang mengalir ke jalan raya sudah bau karena bercampur air dari rumah,” katanya.

Terlihat tumpukan sampah yang menyumbat di dalam gorong-gorong itu semunya sampah plastik. Seperti botol air mineral, bungkus makanan, serta sampah plastik lainnya. Untuk mengeluarkan tumpukan sampah plastik dari dalam saluran dan gorong-gorong, petugas juga kesulitan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID — Hampir setiap hujan deras, Jalan Raya Ambulu-Ajung, tepatnya di Dusun Bringin Lawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, selalu tergenang air hujan. Akibatnya, pengguna jalan sangat terganggu. Sebab, seluruh bahu jalan dipenuhi genangan air hujan yang meluap dari saluran irigasi.

Ini karena saluran irigasi sudah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Saat terjadi hujan deras, sampah akan terbawa arus dan mengakibatkan saluran serta gorong-gorong tersumbat. Sehingga saluran irigasi dan gorong-gorong yang berukuran kecil tidak muat.

Ayo jangan buang sampah di saluran irigasi. Sebab, ketika terjadi hujan, sampah akan menyumbat di saluran. Bahkan yang menikmati saat banjir bukan orang yang membuang sampah, tetapi banyak orang yang merasa dirugikan. Akibat tersumbat, maka air dari selokan akan meluap ke jalan raya.

Ini terlihat saat petugas dari Dinas PU Bima Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) melakukan bersih-bersih saluran irigasi dan gorong-gorong. Bahkan, ketika hujan deras, air hujan meluap hingga meluber ke jalan raya yang menghubungkan Ajung dengan Ambulu tersebut. Air yang meluber ke jalan hingga di depan Klinik Kasih IBU yang tidak jauh dari gorong-gorong.

Untuk membersihkan saluran dan gorong-gorong tersebut, petugas membutuhkan waktu lama. Sebab, selain gorong-gorong berukuran kecil, di dalamnya juga dipenuhi pasir yang terbawa saat banjir. Sementara, di bagian saluran irigasi rata-rata sudah tertutup dengan bangunan dipenuhi sampah plastik.

Meurut Suud, 71, warga setempat, setiap hujan deras, air dari saluran meluap hingga ke jalan raya. Sehingga jalan raya tergenang air hujan dan air dari rumah tangga. “Air yang mengalir ke jalan raya sudah bau karena bercampur air dari rumah,” katanya.

Terlihat tumpukan sampah yang menyumbat di dalam gorong-gorong itu semunya sampah plastik. Seperti botol air mineral, bungkus makanan, serta sampah plastik lainnya. Untuk mengeluarkan tumpukan sampah plastik dari dalam saluran dan gorong-gorong, petugas juga kesulitan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID — Hampir setiap hujan deras, Jalan Raya Ambulu-Ajung, tepatnya di Dusun Bringin Lawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, selalu tergenang air hujan. Akibatnya, pengguna jalan sangat terganggu. Sebab, seluruh bahu jalan dipenuhi genangan air hujan yang meluap dari saluran irigasi.

Ini karena saluran irigasi sudah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Saat terjadi hujan deras, sampah akan terbawa arus dan mengakibatkan saluran serta gorong-gorong tersumbat. Sehingga saluran irigasi dan gorong-gorong yang berukuran kecil tidak muat.

Ayo jangan buang sampah di saluran irigasi. Sebab, ketika terjadi hujan, sampah akan menyumbat di saluran. Bahkan yang menikmati saat banjir bukan orang yang membuang sampah, tetapi banyak orang yang merasa dirugikan. Akibat tersumbat, maka air dari selokan akan meluap ke jalan raya.

Ini terlihat saat petugas dari Dinas PU Bima Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) melakukan bersih-bersih saluran irigasi dan gorong-gorong. Bahkan, ketika hujan deras, air hujan meluap hingga meluber ke jalan raya yang menghubungkan Ajung dengan Ambulu tersebut. Air yang meluber ke jalan hingga di depan Klinik Kasih IBU yang tidak jauh dari gorong-gorong.

Untuk membersihkan saluran dan gorong-gorong tersebut, petugas membutuhkan waktu lama. Sebab, selain gorong-gorong berukuran kecil, di dalamnya juga dipenuhi pasir yang terbawa saat banjir. Sementara, di bagian saluran irigasi rata-rata sudah tertutup dengan bangunan dipenuhi sampah plastik.

Meurut Suud, 71, warga setempat, setiap hujan deras, air dari saluran meluap hingga ke jalan raya. Sehingga jalan raya tergenang air hujan dan air dari rumah tangga. “Air yang mengalir ke jalan raya sudah bau karena bercampur air dari rumah,” katanya.

Terlihat tumpukan sampah yang menyumbat di dalam gorong-gorong itu semunya sampah plastik. Seperti botol air mineral, bungkus makanan, serta sampah plastik lainnya. Untuk mengeluarkan tumpukan sampah plastik dari dalam saluran dan gorong-gorong, petugas juga kesulitan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/