alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Tak Pernah Beri Statement Penolakan Hotel Rembangan Jadi Ruang Karantina

Mobile_AP_Rectangle 1

Langkah dan upaya RSD dr Soebandi turut mencegah penularan Covid-19 senada dengan upaya Bupati Jember dr Faida MMR. Masih saja ada kabar-kabar yang miring dan butuh penjelasan. Sebab, kata dia, sebelumnya pernah ada pemberitaan mengenai tenaga medis termasuk dokter senior di RSD dr Soebandi yang enggan disebut namanya tidak setuju adanya Hotel Rembangan dijadikan tempat karantina.

Orang-orang yang berada di rumah sakit, sebagai garda terdepan terhadap penanganan Covid-19 di RS dr Soebandi nyatanya tidak ada yang memberikan statement itu. “Kami cek semua, tidak ada yang memberikan penjelasan itu,” katanya.

Padahal selama ini, seluruh karyawan RS dr Soebandi, baik tenaga medis dan non medis bahu membahu menghadapi korona serta pasien yang sakit lainya selain korona. Bagi dr Hendro persoalan itu tidak dipikir panjang. Lantaran bisa membuang tenaga, dan alangkah baiknya tenaga itu fokus untuk pencegahan korona. Terlebih lagi rumah sakit dan orang-orang di dalamnya, adalah orang garda terdepan dalam penanggulangan covid-19 ini. (kl)

- Advertisement -

Langkah dan upaya RSD dr Soebandi turut mencegah penularan Covid-19 senada dengan upaya Bupati Jember dr Faida MMR. Masih saja ada kabar-kabar yang miring dan butuh penjelasan. Sebab, kata dia, sebelumnya pernah ada pemberitaan mengenai tenaga medis termasuk dokter senior di RSD dr Soebandi yang enggan disebut namanya tidak setuju adanya Hotel Rembangan dijadikan tempat karantina.

Orang-orang yang berada di rumah sakit, sebagai garda terdepan terhadap penanganan Covid-19 di RS dr Soebandi nyatanya tidak ada yang memberikan statement itu. “Kami cek semua, tidak ada yang memberikan penjelasan itu,” katanya.

Padahal selama ini, seluruh karyawan RS dr Soebandi, baik tenaga medis dan non medis bahu membahu menghadapi korona serta pasien yang sakit lainya selain korona. Bagi dr Hendro persoalan itu tidak dipikir panjang. Lantaran bisa membuang tenaga, dan alangkah baiknya tenaga itu fokus untuk pencegahan korona. Terlebih lagi rumah sakit dan orang-orang di dalamnya, adalah orang garda terdepan dalam penanggulangan covid-19 ini. (kl)

Langkah dan upaya RSD dr Soebandi turut mencegah penularan Covid-19 senada dengan upaya Bupati Jember dr Faida MMR. Masih saja ada kabar-kabar yang miring dan butuh penjelasan. Sebab, kata dia, sebelumnya pernah ada pemberitaan mengenai tenaga medis termasuk dokter senior di RSD dr Soebandi yang enggan disebut namanya tidak setuju adanya Hotel Rembangan dijadikan tempat karantina.

Orang-orang yang berada di rumah sakit, sebagai garda terdepan terhadap penanganan Covid-19 di RS dr Soebandi nyatanya tidak ada yang memberikan statement itu. “Kami cek semua, tidak ada yang memberikan penjelasan itu,” katanya.

Padahal selama ini, seluruh karyawan RS dr Soebandi, baik tenaga medis dan non medis bahu membahu menghadapi korona serta pasien yang sakit lainya selain korona. Bagi dr Hendro persoalan itu tidak dipikir panjang. Lantaran bisa membuang tenaga, dan alangkah baiknya tenaga itu fokus untuk pencegahan korona. Terlebih lagi rumah sakit dan orang-orang di dalamnya, adalah orang garda terdepan dalam penanggulangan covid-19 ini. (kl)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/