alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Mau Sidang Sibuk Ganti Baju

Terdakwa Tak Siap Ikuti Sidang Perdana

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID– Ada kejadian unik dalam sidang perdana komplotan satpam PG Semboro dalam persidangan daring melalui telekonferensi, kemarin (1/4) siang. Ketika majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan penasihat hukum (PH) sudah siap di ruang sidang utama PN Jember, salah seorang terdakwa yang berada di aula Lapas Kelas II A Jember belum siap untuk menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut.

Total ada 12 terdakwa. Mereka adalah karyawan dan satpam yang pernah bekerja di Pabrik Gula (PG) Semboro. Semuanya didakwa mencuri besi pada 13 Januari 2020 lalu.

Ketika Gedion Ardana, JPU dari Kejaksaan Negeri Jember, memanggil para terdakwa, hanya 11 orang saja yang terlihat duduk di depan kamera. Melihat ada yang janggal, Slamet Budiono, ketua majelis hakim sidang itu memeriksa satu per satu identitas terdakwa. Namun, saat giliran memanggil nama Baehaki alias Baheng, ternyata terdakwa belum datang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal, seharusnya terdakwa harus lengkap. Slamet pun menanyakan kepada petugas yang berada di lapas, mengapa terdakwa Baehaki belum datang. “Masih ganti baju yang mulia,” timpal salah seorang terdakwa.

- Advertisement -

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID– Ada kejadian unik dalam sidang perdana komplotan satpam PG Semboro dalam persidangan daring melalui telekonferensi, kemarin (1/4) siang. Ketika majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan penasihat hukum (PH) sudah siap di ruang sidang utama PN Jember, salah seorang terdakwa yang berada di aula Lapas Kelas II A Jember belum siap untuk menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut.

Total ada 12 terdakwa. Mereka adalah karyawan dan satpam yang pernah bekerja di Pabrik Gula (PG) Semboro. Semuanya didakwa mencuri besi pada 13 Januari 2020 lalu.

Ketika Gedion Ardana, JPU dari Kejaksaan Negeri Jember, memanggil para terdakwa, hanya 11 orang saja yang terlihat duduk di depan kamera. Melihat ada yang janggal, Slamet Budiono, ketua majelis hakim sidang itu memeriksa satu per satu identitas terdakwa. Namun, saat giliran memanggil nama Baehaki alias Baheng, ternyata terdakwa belum datang.

Padahal, seharusnya terdakwa harus lengkap. Slamet pun menanyakan kepada petugas yang berada di lapas, mengapa terdakwa Baehaki belum datang. “Masih ganti baju yang mulia,” timpal salah seorang terdakwa.

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID– Ada kejadian unik dalam sidang perdana komplotan satpam PG Semboro dalam persidangan daring melalui telekonferensi, kemarin (1/4) siang. Ketika majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan penasihat hukum (PH) sudah siap di ruang sidang utama PN Jember, salah seorang terdakwa yang berada di aula Lapas Kelas II A Jember belum siap untuk menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut.

Total ada 12 terdakwa. Mereka adalah karyawan dan satpam yang pernah bekerja di Pabrik Gula (PG) Semboro. Semuanya didakwa mencuri besi pada 13 Januari 2020 lalu.

Ketika Gedion Ardana, JPU dari Kejaksaan Negeri Jember, memanggil para terdakwa, hanya 11 orang saja yang terlihat duduk di depan kamera. Melihat ada yang janggal, Slamet Budiono, ketua majelis hakim sidang itu memeriksa satu per satu identitas terdakwa. Namun, saat giliran memanggil nama Baehaki alias Baheng, ternyata terdakwa belum datang.

Padahal, seharusnya terdakwa harus lengkap. Slamet pun menanyakan kepada petugas yang berada di lapas, mengapa terdakwa Baehaki belum datang. “Masih ganti baju yang mulia,” timpal salah seorang terdakwa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/