alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Terbukti Bisa Bersaing

HADIRNYA Tiara di panggung Indonesian Idol tahun ini menegaskan eksistensi musisi Jember di industri musik nasional masih diperhitungkan. Perempuan berusia 18 tahun itu sanggup memberikan performa terbaiknya hingga melaju ke fase grand final.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musisi senior sekaligus salah satu juri di Indonesian Idol, Anang Hermansyah, mengatakan, bakat-bakat musisi asal Jember sejatinya tak bisa dipandang sebelah mata. Sudah banyak karya dari musisi kelahiran Jember yang disukai pecinta musik nasional. “Menurut saya, musisi Jember memang bisa berkompetisi. Buktinya kan ada Tiara di Indonesia Idol ini. Itu bukti yang tidak bisa didiskusikan dan tidak bisa dijelaskan lagi. Contohnya sudah ada,” ungkap suami Ashanty ini.

Namun, saat disinggung mengenai eksistensi peserta yang mengikuti ajang kompetisi musik agar tetap berada dalam jalur menghasilkan sebuah karya, Anang menjelaskan, itu semua bergantung pada pribadi masing-masing musisi. Sebab, tak bisa dimungkiri, banyak musisi yang mengorbit dalam jangka waktu tertentu, lalu meredup di kemudian hari. “Kalau untuk itu, kembali lagi kepada si musisi itu sendiri. Dia mau terus berkarya atau tidak. Itu kembali ke etos saja,” ungkap pria kelahiran Jember tahun 1969 ini.

Lantas, bagaimana Anang melihat bakat-bakat pemusik Jember untuk bisa diorbitkan ke industri musik nasional? Kepada Jawa Pos Radar Jember, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini mengaku selalu terbuka untuk memantau musisi kota asalnya. “Saya selalu terbuka kepada musisi Jember, selalu open. Kalau ada anak musik berbakat di Jember, bisa langsung saya dengerin. Lihat kemampuannya, kalau bagus, ya saya bisa bantu,” tutur alumnus SMPN 1 Jember ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musisi senior sekaligus salah satu juri di Indonesian Idol, Anang Hermansyah, mengatakan, bakat-bakat musisi asal Jember sejatinya tak bisa dipandang sebelah mata. Sudah banyak karya dari musisi kelahiran Jember yang disukai pecinta musik nasional. “Menurut saya, musisi Jember memang bisa berkompetisi. Buktinya kan ada Tiara di Indonesia Idol ini. Itu bukti yang tidak bisa didiskusikan dan tidak bisa dijelaskan lagi. Contohnya sudah ada,” ungkap suami Ashanty ini.

Namun, saat disinggung mengenai eksistensi peserta yang mengikuti ajang kompetisi musik agar tetap berada dalam jalur menghasilkan sebuah karya, Anang menjelaskan, itu semua bergantung pada pribadi masing-masing musisi. Sebab, tak bisa dimungkiri, banyak musisi yang mengorbit dalam jangka waktu tertentu, lalu meredup di kemudian hari. “Kalau untuk itu, kembali lagi kepada si musisi itu sendiri. Dia mau terus berkarya atau tidak. Itu kembali ke etos saja,” ungkap pria kelahiran Jember tahun 1969 ini.

Lantas, bagaimana Anang melihat bakat-bakat pemusik Jember untuk bisa diorbitkan ke industri musik nasional? Kepada Jawa Pos Radar Jember, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini mengaku selalu terbuka untuk memantau musisi kota asalnya. “Saya selalu terbuka kepada musisi Jember, selalu open. Kalau ada anak musik berbakat di Jember, bisa langsung saya dengerin. Lihat kemampuannya, kalau bagus, ya saya bisa bantu,” tutur alumnus SMPN 1 Jember ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musisi senior sekaligus salah satu juri di Indonesian Idol, Anang Hermansyah, mengatakan, bakat-bakat musisi asal Jember sejatinya tak bisa dipandang sebelah mata. Sudah banyak karya dari musisi kelahiran Jember yang disukai pecinta musik nasional. “Menurut saya, musisi Jember memang bisa berkompetisi. Buktinya kan ada Tiara di Indonesia Idol ini. Itu bukti yang tidak bisa didiskusikan dan tidak bisa dijelaskan lagi. Contohnya sudah ada,” ungkap suami Ashanty ini.

Namun, saat disinggung mengenai eksistensi peserta yang mengikuti ajang kompetisi musik agar tetap berada dalam jalur menghasilkan sebuah karya, Anang menjelaskan, itu semua bergantung pada pribadi masing-masing musisi. Sebab, tak bisa dimungkiri, banyak musisi yang mengorbit dalam jangka waktu tertentu, lalu meredup di kemudian hari. “Kalau untuk itu, kembali lagi kepada si musisi itu sendiri. Dia mau terus berkarya atau tidak. Itu kembali ke etos saja,” ungkap pria kelahiran Jember tahun 1969 ini.

Lantas, bagaimana Anang melihat bakat-bakat pemusik Jember untuk bisa diorbitkan ke industri musik nasional? Kepada Jawa Pos Radar Jember, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini mengaku selalu terbuka untuk memantau musisi kota asalnya. “Saya selalu terbuka kepada musisi Jember, selalu open. Kalau ada anak musik berbakat di Jember, bisa langsung saya dengerin. Lihat kemampuannya, kalau bagus, ya saya bisa bantu,” tutur alumnus SMPN 1 Jember ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/