alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

 Mereka Juga Butuh Diorbitkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Geliat musik di Jember tampaknya harus banyak belajar dari pengalaman. Sebab, Jember tak sekali menelurkan artis ataupun musisi berbakat. Buktinya, ada beberapa nama musisi Jember yang tak hanya diakui oleh lokal, tapi juga di kancah nasional.

Nama beken seperti Anang Hermansyah, Dewi Persik, Opick, dan Intan D’Academny menjadi contohnya. Meski terlahir di Jember, tapi mereka dibesarkan di kota orang. Hal itu sudah menjadi pilihan tiap musisi ataupun penyanyi berbakat lainnya. Sebab, bertahan menjadi musisi di daerah belum tentu nasibnya cerah. Paling mentok hanya perform di kafe-kafe, tempat-tempat hiburan wisata, dan lainnya.

Di sisi lain, belum adanya label musik atau dapur rekaman resmi yang memberi garansi bakat musisi juga membuat para pemusik itu harus berani menentukan pilihan. Jika tidak, mereka tidak laku. Sekalipun memiliki skill yang mumpuni.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu juga diakui oleh Agus Susanto, salah satu musisi kawakan asal Jember. Ia menilai, ketersediaan bibit unggul calon musisi di Jember sebenarnya tidak kurang. Bahkan, bisa dibilang melimpah.

“Bakat banyak. Tapi ke mana mereka selanjutnya? Itu pertanyaan yang masih sulit terjawab,” ulasnya. Menurut dia, musisi, pemusik atau penyanyi, tidak bisa berdiri sendiri. Sekalipun berdiri sendiri, tentu akan kesulitan. Mereka harus berbaur, terutama dengan perusahaan atau label yang bergerak di bidang entertainment.

Bergabungnya musik dengan industri hiburan, kata dia, tak hanya mendobrak popularitas pemusik sendiri. Namun, juga bisa menjaga regenerasi musisi dari masa ke masa. Sebab, perlu diketahui, saat ini orang cukup menyewa satu penyanyi dengan satu pemain piano, sudah dianggap cukup untuk menghibur pengujung saat pesta hajatan.

“Namun, apa musisi harus seperti itu? Kan tidak,” tegasnya. Meski media sosial seperti Youtube sudah sesak dengan ‘musisi karbitan’, namun eksistensi mereka mudah redup. Sebab, dihasilkan dari proses dan tempaan yang instan pula.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Geliat musik di Jember tampaknya harus banyak belajar dari pengalaman. Sebab, Jember tak sekali menelurkan artis ataupun musisi berbakat. Buktinya, ada beberapa nama musisi Jember yang tak hanya diakui oleh lokal, tapi juga di kancah nasional.

Nama beken seperti Anang Hermansyah, Dewi Persik, Opick, dan Intan D’Academny menjadi contohnya. Meski terlahir di Jember, tapi mereka dibesarkan di kota orang. Hal itu sudah menjadi pilihan tiap musisi ataupun penyanyi berbakat lainnya. Sebab, bertahan menjadi musisi di daerah belum tentu nasibnya cerah. Paling mentok hanya perform di kafe-kafe, tempat-tempat hiburan wisata, dan lainnya.

Di sisi lain, belum adanya label musik atau dapur rekaman resmi yang memberi garansi bakat musisi juga membuat para pemusik itu harus berani menentukan pilihan. Jika tidak, mereka tidak laku. Sekalipun memiliki skill yang mumpuni.

Hal itu juga diakui oleh Agus Susanto, salah satu musisi kawakan asal Jember. Ia menilai, ketersediaan bibit unggul calon musisi di Jember sebenarnya tidak kurang. Bahkan, bisa dibilang melimpah.

“Bakat banyak. Tapi ke mana mereka selanjutnya? Itu pertanyaan yang masih sulit terjawab,” ulasnya. Menurut dia, musisi, pemusik atau penyanyi, tidak bisa berdiri sendiri. Sekalipun berdiri sendiri, tentu akan kesulitan. Mereka harus berbaur, terutama dengan perusahaan atau label yang bergerak di bidang entertainment.

Bergabungnya musik dengan industri hiburan, kata dia, tak hanya mendobrak popularitas pemusik sendiri. Namun, juga bisa menjaga regenerasi musisi dari masa ke masa. Sebab, perlu diketahui, saat ini orang cukup menyewa satu penyanyi dengan satu pemain piano, sudah dianggap cukup untuk menghibur pengujung saat pesta hajatan.

“Namun, apa musisi harus seperti itu? Kan tidak,” tegasnya. Meski media sosial seperti Youtube sudah sesak dengan ‘musisi karbitan’, namun eksistensi mereka mudah redup. Sebab, dihasilkan dari proses dan tempaan yang instan pula.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Geliat musik di Jember tampaknya harus banyak belajar dari pengalaman. Sebab, Jember tak sekali menelurkan artis ataupun musisi berbakat. Buktinya, ada beberapa nama musisi Jember yang tak hanya diakui oleh lokal, tapi juga di kancah nasional.

Nama beken seperti Anang Hermansyah, Dewi Persik, Opick, dan Intan D’Academny menjadi contohnya. Meski terlahir di Jember, tapi mereka dibesarkan di kota orang. Hal itu sudah menjadi pilihan tiap musisi ataupun penyanyi berbakat lainnya. Sebab, bertahan menjadi musisi di daerah belum tentu nasibnya cerah. Paling mentok hanya perform di kafe-kafe, tempat-tempat hiburan wisata, dan lainnya.

Di sisi lain, belum adanya label musik atau dapur rekaman resmi yang memberi garansi bakat musisi juga membuat para pemusik itu harus berani menentukan pilihan. Jika tidak, mereka tidak laku. Sekalipun memiliki skill yang mumpuni.

Hal itu juga diakui oleh Agus Susanto, salah satu musisi kawakan asal Jember. Ia menilai, ketersediaan bibit unggul calon musisi di Jember sebenarnya tidak kurang. Bahkan, bisa dibilang melimpah.

“Bakat banyak. Tapi ke mana mereka selanjutnya? Itu pertanyaan yang masih sulit terjawab,” ulasnya. Menurut dia, musisi, pemusik atau penyanyi, tidak bisa berdiri sendiri. Sekalipun berdiri sendiri, tentu akan kesulitan. Mereka harus berbaur, terutama dengan perusahaan atau label yang bergerak di bidang entertainment.

Bergabungnya musik dengan industri hiburan, kata dia, tak hanya mendobrak popularitas pemusik sendiri. Namun, juga bisa menjaga regenerasi musisi dari masa ke masa. Sebab, perlu diketahui, saat ini orang cukup menyewa satu penyanyi dengan satu pemain piano, sudah dianggap cukup untuk menghibur pengujung saat pesta hajatan.

“Namun, apa musisi harus seperti itu? Kan tidak,” tegasnya. Meski media sosial seperti Youtube sudah sesak dengan ‘musisi karbitan’, namun eksistensi mereka mudah redup. Sebab, dihasilkan dari proses dan tempaan yang instan pula.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/