alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

KPK Selidiki Proyek RTLH

Sudah Dua Orang Dimintai Keterangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki dugaan kasus korupsi yang ada di Jember. Lembaga anti rasuah ini bahkan sudah memanggil beberapa orang ke gedung Merah Putih, KPK, di Jakarta, hari Selasa (25/2) lalu.

Sejauh ini, informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Jember, ada dua orang yang dimintai keterangannya mengenai proyek Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ali Fikri, Plt Juru Bicara KPK pun membenarkan bahwa pihaknya memanggil beberapa warga Jember ke Jakarta untuk dimintai keterangannya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemilik toko bangunan, Rosiyanto, warga Sukowono sudah memenuhi panggilan KPK. Hal itu, menyusul beredarnya surat panggilan resmi dari KPK. Dalam surat tersebut, menerangkan, bahwa Rosiyanto dimintai keterangan untuk klarifikasi atau didengar pendapatnya terkait dugaan tindak pidana korupsi  berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara. Atau yang mewakilinya terkait penggunaan anggaran di Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2019-2020, serta membawa dokumen yang berkaitan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain Rosiyanto, satu orang lainnya yang dipanggil KPK, adalah Faisal Amir. Warga Kecamatan Sumberjambe ini selaku koordinator bedah rumah RTLH tersebut. Proyek RTLH itu melingkupi lima desa yang berada di dua kecamatan, Sumberjambe dan Sukowono. Faisal mengatakan, ada sekitar 800-an unit rumah yang direnovasi. Masing-masing rumah, mendapat bantuan sebesar Rp 17.500.000.

Ali Fikri, saat dikonfirmasi, kemarin (29/2), membenarkan bahwa pihaknya tengah menelusuri dugaan korupsi yang ada di Jember dalam proyek RTLH tersebut. “Iya masih dalam proses penyelidikan,” tutur Ali Fikri.

Namun, dirinya masih enggan membeberkan secara detail terkait penyelidikan tersebut. Saat ditanya mengenai apakah, ada ASN di lingkungan Pemkab Jember yang sudah diperiksa terkait dugaan korupsi tersebut, Ali Fikri belum memberikan jawaban.

- Advertisement -

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki dugaan kasus korupsi yang ada di Jember. Lembaga anti rasuah ini bahkan sudah memanggil beberapa orang ke gedung Merah Putih, KPK, di Jakarta, hari Selasa (25/2) lalu.

Sejauh ini, informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Jember, ada dua orang yang dimintai keterangannya mengenai proyek Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ali Fikri, Plt Juru Bicara KPK pun membenarkan bahwa pihaknya memanggil beberapa warga Jember ke Jakarta untuk dimintai keterangannya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemilik toko bangunan, Rosiyanto, warga Sukowono sudah memenuhi panggilan KPK. Hal itu, menyusul beredarnya surat panggilan resmi dari KPK. Dalam surat tersebut, menerangkan, bahwa Rosiyanto dimintai keterangan untuk klarifikasi atau didengar pendapatnya terkait dugaan tindak pidana korupsi  berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara. Atau yang mewakilinya terkait penggunaan anggaran di Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2019-2020, serta membawa dokumen yang berkaitan.

Selain Rosiyanto, satu orang lainnya yang dipanggil KPK, adalah Faisal Amir. Warga Kecamatan Sumberjambe ini selaku koordinator bedah rumah RTLH tersebut. Proyek RTLH itu melingkupi lima desa yang berada di dua kecamatan, Sumberjambe dan Sukowono. Faisal mengatakan, ada sekitar 800-an unit rumah yang direnovasi. Masing-masing rumah, mendapat bantuan sebesar Rp 17.500.000.

Ali Fikri, saat dikonfirmasi, kemarin (29/2), membenarkan bahwa pihaknya tengah menelusuri dugaan korupsi yang ada di Jember dalam proyek RTLH tersebut. “Iya masih dalam proses penyelidikan,” tutur Ali Fikri.

Namun, dirinya masih enggan membeberkan secara detail terkait penyelidikan tersebut. Saat ditanya mengenai apakah, ada ASN di lingkungan Pemkab Jember yang sudah diperiksa terkait dugaan korupsi tersebut, Ali Fikri belum memberikan jawaban.

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki dugaan kasus korupsi yang ada di Jember. Lembaga anti rasuah ini bahkan sudah memanggil beberapa orang ke gedung Merah Putih, KPK, di Jakarta, hari Selasa (25/2) lalu.

Sejauh ini, informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Jember, ada dua orang yang dimintai keterangannya mengenai proyek Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ali Fikri, Plt Juru Bicara KPK pun membenarkan bahwa pihaknya memanggil beberapa warga Jember ke Jakarta untuk dimintai keterangannya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemilik toko bangunan, Rosiyanto, warga Sukowono sudah memenuhi panggilan KPK. Hal itu, menyusul beredarnya surat panggilan resmi dari KPK. Dalam surat tersebut, menerangkan, bahwa Rosiyanto dimintai keterangan untuk klarifikasi atau didengar pendapatnya terkait dugaan tindak pidana korupsi  berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara. Atau yang mewakilinya terkait penggunaan anggaran di Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2019-2020, serta membawa dokumen yang berkaitan.

Selain Rosiyanto, satu orang lainnya yang dipanggil KPK, adalah Faisal Amir. Warga Kecamatan Sumberjambe ini selaku koordinator bedah rumah RTLH tersebut. Proyek RTLH itu melingkupi lima desa yang berada di dua kecamatan, Sumberjambe dan Sukowono. Faisal mengatakan, ada sekitar 800-an unit rumah yang direnovasi. Masing-masing rumah, mendapat bantuan sebesar Rp 17.500.000.

Ali Fikri, saat dikonfirmasi, kemarin (29/2), membenarkan bahwa pihaknya tengah menelusuri dugaan korupsi yang ada di Jember dalam proyek RTLH tersebut. “Iya masih dalam proses penyelidikan,” tutur Ali Fikri.

Namun, dirinya masih enggan membeberkan secara detail terkait penyelidikan tersebut. Saat ditanya mengenai apakah, ada ASN di lingkungan Pemkab Jember yang sudah diperiksa terkait dugaan korupsi tersebut, Ali Fikri belum memberikan jawaban.

Previous articleUjian Nasional
Next articleTerbukti Bisa Bersaing

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/