alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Tak Ada Tradisi Cap Go Meh di Imlek Macan Air karena Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap tahun banyak warga keturunan Tionghoa yang merayakan Imlek, termasuk di Jember. Dalam menyambut Tahun Baru Imlek tersebut, selain ibadah, biasanya ada sejumlah tradisi yang dilakukan. Salah satunya adalah Cap Go Meh.

Tradisi ini dikenal sebagai bagian dari penutup perayaan Imlek. Namun, untuk tahun ini ditiadakan. Hal ini seperti disampaikan, Hery Nofem Stadiono, Wakil Ketua Pengurus TITD Pay Lien San, kemarin (2/1). “Tahun ini tidak ada Cap Go Meh seperti tahun lalu, karena masih dalam situasi pandemi. Termasuk pertunjukan seperti barongsai itu, juga tidak ada,” ungkapnya.

Pada perayaan Imlek yang identik dengan warna merah itu, Cap Go Meh bukan saja menjadi perayaan penutup. Namun, pada kesempatan itu, masyarakat bisa melakukan hantaran makanan kepada sanak saudara dan tetangganya. Perayaan ini biasanya digelar pada pekan kedua Tahun Baru Imlek.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, pada kesempatan itu, perayaan Cap Go Meh menjadi momen baik untuk bersilaturahmi. Menyantap makanan khas bersama sanak keluarga, orang terdekat, dan para tetangga di sekitar rumah. Umumnya, mereka akan menyantap beberapa makanan khas Tionghoa. Di antaranya kue keranjang yang identik dengan rasa manis, dan sayur lontong Cap Go Meh.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap tahun banyak warga keturunan Tionghoa yang merayakan Imlek, termasuk di Jember. Dalam menyambut Tahun Baru Imlek tersebut, selain ibadah, biasanya ada sejumlah tradisi yang dilakukan. Salah satunya adalah Cap Go Meh.

Tradisi ini dikenal sebagai bagian dari penutup perayaan Imlek. Namun, untuk tahun ini ditiadakan. Hal ini seperti disampaikan, Hery Nofem Stadiono, Wakil Ketua Pengurus TITD Pay Lien San, kemarin (2/1). “Tahun ini tidak ada Cap Go Meh seperti tahun lalu, karena masih dalam situasi pandemi. Termasuk pertunjukan seperti barongsai itu, juga tidak ada,” ungkapnya.

Pada perayaan Imlek yang identik dengan warna merah itu, Cap Go Meh bukan saja menjadi perayaan penutup. Namun, pada kesempatan itu, masyarakat bisa melakukan hantaran makanan kepada sanak saudara dan tetangganya. Perayaan ini biasanya digelar pada pekan kedua Tahun Baru Imlek.

Nah, pada kesempatan itu, perayaan Cap Go Meh menjadi momen baik untuk bersilaturahmi. Menyantap makanan khas bersama sanak keluarga, orang terdekat, dan para tetangga di sekitar rumah. Umumnya, mereka akan menyantap beberapa makanan khas Tionghoa. Di antaranya kue keranjang yang identik dengan rasa manis, dan sayur lontong Cap Go Meh.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap tahun banyak warga keturunan Tionghoa yang merayakan Imlek, termasuk di Jember. Dalam menyambut Tahun Baru Imlek tersebut, selain ibadah, biasanya ada sejumlah tradisi yang dilakukan. Salah satunya adalah Cap Go Meh.

Tradisi ini dikenal sebagai bagian dari penutup perayaan Imlek. Namun, untuk tahun ini ditiadakan. Hal ini seperti disampaikan, Hery Nofem Stadiono, Wakil Ketua Pengurus TITD Pay Lien San, kemarin (2/1). “Tahun ini tidak ada Cap Go Meh seperti tahun lalu, karena masih dalam situasi pandemi. Termasuk pertunjukan seperti barongsai itu, juga tidak ada,” ungkapnya.

Pada perayaan Imlek yang identik dengan warna merah itu, Cap Go Meh bukan saja menjadi perayaan penutup. Namun, pada kesempatan itu, masyarakat bisa melakukan hantaran makanan kepada sanak saudara dan tetangganya. Perayaan ini biasanya digelar pada pekan kedua Tahun Baru Imlek.

Nah, pada kesempatan itu, perayaan Cap Go Meh menjadi momen baik untuk bersilaturahmi. Menyantap makanan khas bersama sanak keluarga, orang terdekat, dan para tetangga di sekitar rumah. Umumnya, mereka akan menyantap beberapa makanan khas Tionghoa. Di antaranya kue keranjang yang identik dengan rasa manis, dan sayur lontong Cap Go Meh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/