alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tidur Selalu Waswas, Takut Ada Pencuri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Mata Wiji Utami tampak sembab. Dia tak kuasa menahan tangis ketika mengingat tragedi banjir yang menghantam rumahnya. Penghuni kampung bantaran Sungai Bedadung di bawah Gladak Kembar, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu, menceritakan kronologi peristiwa banjir di penghujung Januari lalu.

Sambil tersengal, wanita beranak dua tersebut tidak bakal lupa ketika air sungai meluap setinggi lima meteran itu. “Saat itu aku hendak salat Maghrib. Tiba-tiba air sungai telah masuk ke dalam ruang tamu. Kira-kira tinggi waktu itu sekitar satu meter,” kata perempuan 47 tahun tersebut.

Tidak cuma itu, luapan air sungai juga menjebol tembok dan pintu rumahnya. Bangunan tingkat itu dihuni tiga orang, dia, suami dan sang bapak. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa pasrah sambil berdoa agar rumah tersebut tidak runtuh karena hantaman banjir.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Mata Wiji Utami tampak sembab. Dia tak kuasa menahan tangis ketika mengingat tragedi banjir yang menghantam rumahnya. Penghuni kampung bantaran Sungai Bedadung di bawah Gladak Kembar, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu, menceritakan kronologi peristiwa banjir di penghujung Januari lalu.

Sambil tersengal, wanita beranak dua tersebut tidak bakal lupa ketika air sungai meluap setinggi lima meteran itu. “Saat itu aku hendak salat Maghrib. Tiba-tiba air sungai telah masuk ke dalam ruang tamu. Kira-kira tinggi waktu itu sekitar satu meter,” kata perempuan 47 tahun tersebut.

Tidak cuma itu, luapan air sungai juga menjebol tembok dan pintu rumahnya. Bangunan tingkat itu dihuni tiga orang, dia, suami dan sang bapak. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa pasrah sambil berdoa agar rumah tersebut tidak runtuh karena hantaman banjir.

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Mata Wiji Utami tampak sembab. Dia tak kuasa menahan tangis ketika mengingat tragedi banjir yang menghantam rumahnya. Penghuni kampung bantaran Sungai Bedadung di bawah Gladak Kembar, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu, menceritakan kronologi peristiwa banjir di penghujung Januari lalu.

Sambil tersengal, wanita beranak dua tersebut tidak bakal lupa ketika air sungai meluap setinggi lima meteran itu. “Saat itu aku hendak salat Maghrib. Tiba-tiba air sungai telah masuk ke dalam ruang tamu. Kira-kira tinggi waktu itu sekitar satu meter,” kata perempuan 47 tahun tersebut.

Tidak cuma itu, luapan air sungai juga menjebol tembok dan pintu rumahnya. Bangunan tingkat itu dihuni tiga orang, dia, suami dan sang bapak. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa pasrah sambil berdoa agar rumah tersebut tidak runtuh karena hantaman banjir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/