alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Sasar PMI Tanpa Perjanjian Kerja

Peningkatan TPPO Akibat Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

Terpisah, Ketua BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa tren TPPO meningkat selama 2020. Sebab, disokong dengan kondisi pandemi. Karenanya, saat awal pandemi banyak pemberangkatan calon pekerja migran secara ilegal. “Bukan hanya suratnya ilegal, tapi yang bersangkutan juga tidak mendapat kejelasan perjanjian kerja,” kata Iqbal.

Selama ini, pihaknya hanya menangani kasus sekaligus mengurus kepulangannya. Iqbal mengaku, selama ini pihaknya menghadapi banyak kendala. Salah satunya pelapor yang tidak kooperatif. “Kami juga sulit untuk menempuh ranah hukum. Karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam menyelesaikan kasus,” ungkap Iqbal.

Dirinya berharap, ke depan bisa ada campur tangan dari pemerintah daerah untuk memangkas eksistensi calo PMI secara ilegal yang berpotensi adanya TPPO pada calon pekerja migran. “Kami tidak bisa sekedar memadamkan api, kalau misalnya pemilik hutannya tidak bergerak. Artinya, kami tidak bisa melakukan gerakan yang masif, jika tidak ada campur tangan pemda,” pungkasnya.

- Advertisement -

Terpisah, Ketua BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa tren TPPO meningkat selama 2020. Sebab, disokong dengan kondisi pandemi. Karenanya, saat awal pandemi banyak pemberangkatan calon pekerja migran secara ilegal. “Bukan hanya suratnya ilegal, tapi yang bersangkutan juga tidak mendapat kejelasan perjanjian kerja,” kata Iqbal.

Selama ini, pihaknya hanya menangani kasus sekaligus mengurus kepulangannya. Iqbal mengaku, selama ini pihaknya menghadapi banyak kendala. Salah satunya pelapor yang tidak kooperatif. “Kami juga sulit untuk menempuh ranah hukum. Karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam menyelesaikan kasus,” ungkap Iqbal.

Dirinya berharap, ke depan bisa ada campur tangan dari pemerintah daerah untuk memangkas eksistensi calo PMI secara ilegal yang berpotensi adanya TPPO pada calon pekerja migran. “Kami tidak bisa sekedar memadamkan api, kalau misalnya pemilik hutannya tidak bergerak. Artinya, kami tidak bisa melakukan gerakan yang masif, jika tidak ada campur tangan pemda,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa tren TPPO meningkat selama 2020. Sebab, disokong dengan kondisi pandemi. Karenanya, saat awal pandemi banyak pemberangkatan calon pekerja migran secara ilegal. “Bukan hanya suratnya ilegal, tapi yang bersangkutan juga tidak mendapat kejelasan perjanjian kerja,” kata Iqbal.

Selama ini, pihaknya hanya menangani kasus sekaligus mengurus kepulangannya. Iqbal mengaku, selama ini pihaknya menghadapi banyak kendala. Salah satunya pelapor yang tidak kooperatif. “Kami juga sulit untuk menempuh ranah hukum. Karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam menyelesaikan kasus,” ungkap Iqbal.

Dirinya berharap, ke depan bisa ada campur tangan dari pemerintah daerah untuk memangkas eksistensi calo PMI secara ilegal yang berpotensi adanya TPPO pada calon pekerja migran. “Kami tidak bisa sekedar memadamkan api, kalau misalnya pemilik hutannya tidak bergerak. Artinya, kami tidak bisa melakukan gerakan yang masif, jika tidak ada campur tangan pemda,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/