alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Masih Bimbang Tentukan Pilihan

Mobile_AP_Rectangle 1

Walau begitu, Eka belum menentukan sikap, apakah berlabuh di tim luar Jember ataukah kembali lagi memperkuat Persid Jember. Bagi pria berusia 24 tahun tersebut, membela tim di luar Jember membuat dirinya semakin dewasa, mandiri, dan tentunya mulai sedikit melepas bayang-bayang orang tuanya.

Ya, ayah Eka adalah mantan pesepak bola dan pernah menjadi pelatih, baik itu Persid maupun JU. Terlahir sebagai anak pesepak bola membuatnya bersyukur karena lebih mengenal lebih dulu dunia bola. Bahkan, arahan bagaimana bermain sepak bola yang baik dan benar. “Senangnya, orang tua mantan pesepak bola ya didukung dalam main bola,” katanya.

Namun, sebagai seorang anak dari mantan pesepak bola tentu ada bayang-bayang sang ayah yang juga menjadi beban baginya. “Beban ya ada. Kalau bisa itu melebihi prestasi orang tua,” jelasnya. Dia pun ingin bisa mencium bendera merah putih seperti prestasi sepak bola yang ditorehkan ayahnya. Lewat meniti karir bola di luar kota, setidaknya Eka mampu keluar dari bayang-bayang orang tuanya.

- Advertisement -

Walau begitu, Eka belum menentukan sikap, apakah berlabuh di tim luar Jember ataukah kembali lagi memperkuat Persid Jember. Bagi pria berusia 24 tahun tersebut, membela tim di luar Jember membuat dirinya semakin dewasa, mandiri, dan tentunya mulai sedikit melepas bayang-bayang orang tuanya.

Ya, ayah Eka adalah mantan pesepak bola dan pernah menjadi pelatih, baik itu Persid maupun JU. Terlahir sebagai anak pesepak bola membuatnya bersyukur karena lebih mengenal lebih dulu dunia bola. Bahkan, arahan bagaimana bermain sepak bola yang baik dan benar. “Senangnya, orang tua mantan pesepak bola ya didukung dalam main bola,” katanya.

Namun, sebagai seorang anak dari mantan pesepak bola tentu ada bayang-bayang sang ayah yang juga menjadi beban baginya. “Beban ya ada. Kalau bisa itu melebihi prestasi orang tua,” jelasnya. Dia pun ingin bisa mencium bendera merah putih seperti prestasi sepak bola yang ditorehkan ayahnya. Lewat meniti karir bola di luar kota, setidaknya Eka mampu keluar dari bayang-bayang orang tuanya.

Walau begitu, Eka belum menentukan sikap, apakah berlabuh di tim luar Jember ataukah kembali lagi memperkuat Persid Jember. Bagi pria berusia 24 tahun tersebut, membela tim di luar Jember membuat dirinya semakin dewasa, mandiri, dan tentunya mulai sedikit melepas bayang-bayang orang tuanya.

Ya, ayah Eka adalah mantan pesepak bola dan pernah menjadi pelatih, baik itu Persid maupun JU. Terlahir sebagai anak pesepak bola membuatnya bersyukur karena lebih mengenal lebih dulu dunia bola. Bahkan, arahan bagaimana bermain sepak bola yang baik dan benar. “Senangnya, orang tua mantan pesepak bola ya didukung dalam main bola,” katanya.

Namun, sebagai seorang anak dari mantan pesepak bola tentu ada bayang-bayang sang ayah yang juga menjadi beban baginya. “Beban ya ada. Kalau bisa itu melebihi prestasi orang tua,” jelasnya. Dia pun ingin bisa mencium bendera merah putih seperti prestasi sepak bola yang ditorehkan ayahnya. Lewat meniti karir bola di luar kota, setidaknya Eka mampu keluar dari bayang-bayang orang tuanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/