alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Gas Pol, Mindernya Hanya saat Disalip Truk Berkaroseri Keren

Ketidaksempurnaan fisik bukan alasan bagi Nova Andriansyah mengubur mimpi. Justru, keterbatasannya itu memacu pemuda 22 tahun ini menjadi sopir andal. Buktinya, di usia yang masih muda, dia memiliki jam terbang bak sopir kawakan. Bahkan, aspal Jalur Pantura sudah sangat akrab dengannya.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di balik garasi berpintu besi, sebuah truk tampak terparkir. Ada sisa tanah basah yang menempel di bak truk. Debu-debu juga masih melekat pada kaca, dasbor, dan spion. Ini menandakan bahwa truk itu sedang istirahat seusai melakukan perjalanan. Di tempat lain, tak jauh dari garasi, seorang pemuda terlihat nongkrong bersama rekan dan tetangga. Dia adalah Nova Andriansyah, pemilik sekaligus sopir truk tersebut.

Jawa Pos Radar Jember mendatanginya. Pemuda asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong, ini menyambut dengan senyuman tipis. Tak banyak kata yang terucap ketika mengobrol santai di teras rumah itu. Sesekali, dia hanya menggaruk-garuk kepalanya. Meski tidak gatal. Sepertinya, pemuda yang baru lulus SMA 2020 lalu ini masih malu-malu menceritakan segudang pengalamannya menginjak pedal gas.

Saat ditanya sudah berapa lama nyopir truk, ia menjawab sambil mengusap-usap kepalanya. “Tidak lama sih, baru empat tahunan,” katanya, membuka pembicaraan saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, di rumahnya, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Secara fisik, tangan Nova tidaklah sempurna. Pergelangan kanan dan jarinya tampak membengkok ke dalam. Kondisi itu sudah lama ia alami. Meski tidak memiliki tangan seperti sopir kebanyakan, tapi Nova mengaku justru karena tangannya yang membengkok ke dalam itulah, ia bisa lebih kuat ketika memegang kemudi.

Lantas, bagaimana saat ia membawa kendaraan besar macam truk? Apalagi, beberapa jenis truk masih menggunakan setir dengan kontrol manual. Jadi, cukup alot sangat membelokkan setir. “Justru karena tangan saya petok (bengkok ke dalam, Red) ini sebagai penahannya, jadi lebih kuat. Sementara tangan kiri, sebagai kendalinya,” ungkapnya.

Nova tak pernah ragu mengambil jalan hidup menjadi sopir. Jauh hari sebelum ia benar-benar memutuskan menjadi sopir, dirinya sudah terlihat percaya diri membawa kendaraan pengangkut itu. Apalagi, muatan truk yang dibawanya tersebut terkadang cukup berat.

Dalam sepekan, ia memiliki jadwal rutin mengangkut barang-barang untuk dikirim. Mulai dari mengangkut kayu bakar, kayu sengon, kardus, sampai tebu. “Kalau angkut tebu musiman. Biasanya Juni sampai akhir tahun. Menyesuaikan dengan masa panen tebu. Yang langganan itu angkut kardus kirim ke Surabaya-Banyuwangi. Dua minggu sekali,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di balik garasi berpintu besi, sebuah truk tampak terparkir. Ada sisa tanah basah yang menempel di bak truk. Debu-debu juga masih melekat pada kaca, dasbor, dan spion. Ini menandakan bahwa truk itu sedang istirahat seusai melakukan perjalanan. Di tempat lain, tak jauh dari garasi, seorang pemuda terlihat nongkrong bersama rekan dan tetangga. Dia adalah Nova Andriansyah, pemilik sekaligus sopir truk tersebut.

Jawa Pos Radar Jember mendatanginya. Pemuda asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong, ini menyambut dengan senyuman tipis. Tak banyak kata yang terucap ketika mengobrol santai di teras rumah itu. Sesekali, dia hanya menggaruk-garuk kepalanya. Meski tidak gatal. Sepertinya, pemuda yang baru lulus SMA 2020 lalu ini masih malu-malu menceritakan segudang pengalamannya menginjak pedal gas.

Saat ditanya sudah berapa lama nyopir truk, ia menjawab sambil mengusap-usap kepalanya. “Tidak lama sih, baru empat tahunan,” katanya, membuka pembicaraan saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, di rumahnya, belum lama ini.

Secara fisik, tangan Nova tidaklah sempurna. Pergelangan kanan dan jarinya tampak membengkok ke dalam. Kondisi itu sudah lama ia alami. Meski tidak memiliki tangan seperti sopir kebanyakan, tapi Nova mengaku justru karena tangannya yang membengkok ke dalam itulah, ia bisa lebih kuat ketika memegang kemudi.

Lantas, bagaimana saat ia membawa kendaraan besar macam truk? Apalagi, beberapa jenis truk masih menggunakan setir dengan kontrol manual. Jadi, cukup alot sangat membelokkan setir. “Justru karena tangan saya petok (bengkok ke dalam, Red) ini sebagai penahannya, jadi lebih kuat. Sementara tangan kiri, sebagai kendalinya,” ungkapnya.

Nova tak pernah ragu mengambil jalan hidup menjadi sopir. Jauh hari sebelum ia benar-benar memutuskan menjadi sopir, dirinya sudah terlihat percaya diri membawa kendaraan pengangkut itu. Apalagi, muatan truk yang dibawanya tersebut terkadang cukup berat.

Dalam sepekan, ia memiliki jadwal rutin mengangkut barang-barang untuk dikirim. Mulai dari mengangkut kayu bakar, kayu sengon, kardus, sampai tebu. “Kalau angkut tebu musiman. Biasanya Juni sampai akhir tahun. Menyesuaikan dengan masa panen tebu. Yang langganan itu angkut kardus kirim ke Surabaya-Banyuwangi. Dua minggu sekali,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di balik garasi berpintu besi, sebuah truk tampak terparkir. Ada sisa tanah basah yang menempel di bak truk. Debu-debu juga masih melekat pada kaca, dasbor, dan spion. Ini menandakan bahwa truk itu sedang istirahat seusai melakukan perjalanan. Di tempat lain, tak jauh dari garasi, seorang pemuda terlihat nongkrong bersama rekan dan tetangga. Dia adalah Nova Andriansyah, pemilik sekaligus sopir truk tersebut.

Jawa Pos Radar Jember mendatanginya. Pemuda asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong, ini menyambut dengan senyuman tipis. Tak banyak kata yang terucap ketika mengobrol santai di teras rumah itu. Sesekali, dia hanya menggaruk-garuk kepalanya. Meski tidak gatal. Sepertinya, pemuda yang baru lulus SMA 2020 lalu ini masih malu-malu menceritakan segudang pengalamannya menginjak pedal gas.

Saat ditanya sudah berapa lama nyopir truk, ia menjawab sambil mengusap-usap kepalanya. “Tidak lama sih, baru empat tahunan,” katanya, membuka pembicaraan saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, di rumahnya, belum lama ini.

Secara fisik, tangan Nova tidaklah sempurna. Pergelangan kanan dan jarinya tampak membengkok ke dalam. Kondisi itu sudah lama ia alami. Meski tidak memiliki tangan seperti sopir kebanyakan, tapi Nova mengaku justru karena tangannya yang membengkok ke dalam itulah, ia bisa lebih kuat ketika memegang kemudi.

Lantas, bagaimana saat ia membawa kendaraan besar macam truk? Apalagi, beberapa jenis truk masih menggunakan setir dengan kontrol manual. Jadi, cukup alot sangat membelokkan setir. “Justru karena tangan saya petok (bengkok ke dalam, Red) ini sebagai penahannya, jadi lebih kuat. Sementara tangan kiri, sebagai kendalinya,” ungkapnya.

Nova tak pernah ragu mengambil jalan hidup menjadi sopir. Jauh hari sebelum ia benar-benar memutuskan menjadi sopir, dirinya sudah terlihat percaya diri membawa kendaraan pengangkut itu. Apalagi, muatan truk yang dibawanya tersebut terkadang cukup berat.

Dalam sepekan, ia memiliki jadwal rutin mengangkut barang-barang untuk dikirim. Mulai dari mengangkut kayu bakar, kayu sengon, kardus, sampai tebu. “Kalau angkut tebu musiman. Biasanya Juni sampai akhir tahun. Menyesuaikan dengan masa panen tebu. Yang langganan itu angkut kardus kirim ke Surabaya-Banyuwangi. Dua minggu sekali,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/