alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Rasa Bosan Jadi Tantangan Berat Lari Jalan Datar 93 Km

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesiapan fisik pelari menjadi syarat utama untuk dapat mencapai jarak 93 Kilometer (KM). Nah, perjuangan untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Jember ke-93 itu pun pasti menghadapi tantangan. Salah satu yang dikhawatirkan para atlet adalah rasa bosan.

Tantangan rasa bosan disampaikan beberapa atlet yang datang ke kantor Jawa Pos Radar Jember, kemarin. Rute 93 Km dengan lima etape yang ditempuh secara berulang kali dikhawatirkan membuat jenuh para atlet. Untuk itu kesiapan mental menjadi bagian penting disamping menjaga kesehatan fisik. “Persiapan menempuh jarak 93 kilometer tentu kami lakukan. Latihan berulang kali. Untuk tantangan beratnya rasa bosan karena akan melalui jalan yang sama berulang kali,” kata Bambang, atlet yang tinggal di Kelurahan Antirogo, Jember.

Tantangan lain juga disampaikan Yohanes Hiariej, anggota Batalyon Infanteri Yonif Rider 509 Kostrad Jember. Menurutnya, jalan datar yang akan ditempuh juga menjadi tantangan berat. Atlet harus menjaga keseimbangan dalam berlari agar bisa sampai pada garis finis 93 kilometer dalam waktu 16 jam. “Jalan datar itu tantangan, berbeda dengan jalan yang naik turun karena bisa merubah gaya lari dan kecepatan, tapi jalan datar bisa membosankan,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesiapan fisik pelari menjadi syarat utama untuk dapat mencapai jarak 93 Kilometer (KM). Nah, perjuangan untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Jember ke-93 itu pun pasti menghadapi tantangan. Salah satu yang dikhawatirkan para atlet adalah rasa bosan.

Tantangan rasa bosan disampaikan beberapa atlet yang datang ke kantor Jawa Pos Radar Jember, kemarin. Rute 93 Km dengan lima etape yang ditempuh secara berulang kali dikhawatirkan membuat jenuh para atlet. Untuk itu kesiapan mental menjadi bagian penting disamping menjaga kesehatan fisik. “Persiapan menempuh jarak 93 kilometer tentu kami lakukan. Latihan berulang kali. Untuk tantangan beratnya rasa bosan karena akan melalui jalan yang sama berulang kali,” kata Bambang, atlet yang tinggal di Kelurahan Antirogo, Jember.

Tantangan lain juga disampaikan Yohanes Hiariej, anggota Batalyon Infanteri Yonif Rider 509 Kostrad Jember. Menurutnya, jalan datar yang akan ditempuh juga menjadi tantangan berat. Atlet harus menjaga keseimbangan dalam berlari agar bisa sampai pada garis finis 93 kilometer dalam waktu 16 jam. “Jalan datar itu tantangan, berbeda dengan jalan yang naik turun karena bisa merubah gaya lari dan kecepatan, tapi jalan datar bisa membosankan,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesiapan fisik pelari menjadi syarat utama untuk dapat mencapai jarak 93 Kilometer (KM). Nah, perjuangan untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Jember ke-93 itu pun pasti menghadapi tantangan. Salah satu yang dikhawatirkan para atlet adalah rasa bosan.

Tantangan rasa bosan disampaikan beberapa atlet yang datang ke kantor Jawa Pos Radar Jember, kemarin. Rute 93 Km dengan lima etape yang ditempuh secara berulang kali dikhawatirkan membuat jenuh para atlet. Untuk itu kesiapan mental menjadi bagian penting disamping menjaga kesehatan fisik. “Persiapan menempuh jarak 93 kilometer tentu kami lakukan. Latihan berulang kali. Untuk tantangan beratnya rasa bosan karena akan melalui jalan yang sama berulang kali,” kata Bambang, atlet yang tinggal di Kelurahan Antirogo, Jember.

Tantangan lain juga disampaikan Yohanes Hiariej, anggota Batalyon Infanteri Yonif Rider 509 Kostrad Jember. Menurutnya, jalan datar yang akan ditempuh juga menjadi tantangan berat. Atlet harus menjaga keseimbangan dalam berlari agar bisa sampai pada garis finis 93 kilometer dalam waktu 16 jam. “Jalan datar itu tantangan, berbeda dengan jalan yang naik turun karena bisa merubah gaya lari dan kecepatan, tapi jalan datar bisa membosankan,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/