alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

PR 2022 Lebih Menantang

#Kejar Ketertinggalan Jember #Optimalkan Pemanfaatan APBD 2022

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun 2022 sudah kita masuki. Tanpa menafikan masa lalu, menatap asa untuk masa depan Jember harus menjadi hal utama yang perlu dilakukan. Itu semua untuk mengejar ketertinggalan kabupaten tercinta yang penuh dengan lika-liku kejadian selama tahun 2021 dan sebelum-sebelumnya.

Hadirnya pandemi korona di Jember dan Indonesia memang memukul telak sendi-sendi kehidupan masyarakat dua tahun terakhir. Untuk itu, tahun ini perlu kiranya semangat untuk sama-sama bangkit. Kinerja pemerintah diperbaiki dan masyarakat giat bekerja.

Di sisi lain, pandemi korona memang berangsur membaik. Namun, bukan berarti tantangan masa depan lebih ringan. Hal ini juga diakui Bupati Jember Hendy Siswanto, bahwa tantangan tahun 2022 tidaklah mudah. Apalagi, pada 2021 kemarin banyak PR yang belum terselesaikan. “Tentunya PR tahun 2022 bukan semakin mudah, justru semakin berat,” kata Bupati Hendy. Hal itu dikarenakan pada 2021 Jember mengalami ketertinggalan pada pengelolaan APBD sehingga tumpuannya masuk pada tahun ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy yang merupakan Koordinator Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Wilayah Jawa Timur itu menyebut, capaian APBD sekitar 80 persen diakuinya cukup bagus. Hal itu dikarenakan adanya banyak faktor seperti banyaknya pejabat pelaksana tugas (Plt) sejak sebelum eranya hingga kepemimpinannya bersama Wabup Gus Firjaun. Selain itu, Pemkab Jember juga tengah mengalami kekurangan pegawai karena beberapa tahun sebelumnya tidak ada CPNS.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun 2022 sudah kita masuki. Tanpa menafikan masa lalu, menatap asa untuk masa depan Jember harus menjadi hal utama yang perlu dilakukan. Itu semua untuk mengejar ketertinggalan kabupaten tercinta yang penuh dengan lika-liku kejadian selama tahun 2021 dan sebelum-sebelumnya.

Hadirnya pandemi korona di Jember dan Indonesia memang memukul telak sendi-sendi kehidupan masyarakat dua tahun terakhir. Untuk itu, tahun ini perlu kiranya semangat untuk sama-sama bangkit. Kinerja pemerintah diperbaiki dan masyarakat giat bekerja.

Di sisi lain, pandemi korona memang berangsur membaik. Namun, bukan berarti tantangan masa depan lebih ringan. Hal ini juga diakui Bupati Jember Hendy Siswanto, bahwa tantangan tahun 2022 tidaklah mudah. Apalagi, pada 2021 kemarin banyak PR yang belum terselesaikan. “Tentunya PR tahun 2022 bukan semakin mudah, justru semakin berat,” kata Bupati Hendy. Hal itu dikarenakan pada 2021 Jember mengalami ketertinggalan pada pengelolaan APBD sehingga tumpuannya masuk pada tahun ini.

Hendy yang merupakan Koordinator Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Wilayah Jawa Timur itu menyebut, capaian APBD sekitar 80 persen diakuinya cukup bagus. Hal itu dikarenakan adanya banyak faktor seperti banyaknya pejabat pelaksana tugas (Plt) sejak sebelum eranya hingga kepemimpinannya bersama Wabup Gus Firjaun. Selain itu, Pemkab Jember juga tengah mengalami kekurangan pegawai karena beberapa tahun sebelumnya tidak ada CPNS.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun 2022 sudah kita masuki. Tanpa menafikan masa lalu, menatap asa untuk masa depan Jember harus menjadi hal utama yang perlu dilakukan. Itu semua untuk mengejar ketertinggalan kabupaten tercinta yang penuh dengan lika-liku kejadian selama tahun 2021 dan sebelum-sebelumnya.

Hadirnya pandemi korona di Jember dan Indonesia memang memukul telak sendi-sendi kehidupan masyarakat dua tahun terakhir. Untuk itu, tahun ini perlu kiranya semangat untuk sama-sama bangkit. Kinerja pemerintah diperbaiki dan masyarakat giat bekerja.

Di sisi lain, pandemi korona memang berangsur membaik. Namun, bukan berarti tantangan masa depan lebih ringan. Hal ini juga diakui Bupati Jember Hendy Siswanto, bahwa tantangan tahun 2022 tidaklah mudah. Apalagi, pada 2021 kemarin banyak PR yang belum terselesaikan. “Tentunya PR tahun 2022 bukan semakin mudah, justru semakin berat,” kata Bupati Hendy. Hal itu dikarenakan pada 2021 Jember mengalami ketertinggalan pada pengelolaan APBD sehingga tumpuannya masuk pada tahun ini.

Hendy yang merupakan Koordinator Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Wilayah Jawa Timur itu menyebut, capaian APBD sekitar 80 persen diakuinya cukup bagus. Hal itu dikarenakan adanya banyak faktor seperti banyaknya pejabat pelaksana tugas (Plt) sejak sebelum eranya hingga kepemimpinannya bersama Wabup Gus Firjaun. Selain itu, Pemkab Jember juga tengah mengalami kekurangan pegawai karena beberapa tahun sebelumnya tidak ada CPNS.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/