alexametrics
26.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pandemi Ciptakan Badai Pengangguran

Tingkat Pengangguran Terbuka Capai 5,12 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun 2020 menjadi tahun yang berat. Situasi pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang sektor kesehatan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, hingga roda ekonomi yang berjalan lamban. Berbagai kebijakan yang diambil pemerintah dalam krisis angka penularan, namun berbuntut pahit bagi pekerja.

Wabah menciptakan badai pengangguran yang relatif tinggi. Tidak ada pegawai yang udah menerima kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat, jumlah pengangguran periode Agustus 2020 sebanyak 1,32 juta orang. Jumlah ini naik sebesar 25,78 ribu orang dibanding Agustus 2019.

Jika dirunut ke belakang, dalam pengangguran terakhir, pengangguran bertambah 19,82 ribu orang dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik 1,43 poin menjadi 5,12 persen pada Agustus 2020. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk sekolah menengah kejuruan (SMK ) masih mendominasi antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,64 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, terdapat 1,94 juta penduduk usia kerja di Jember, dan 170,86 ribu atau 8,83 persen di antaranya terdampak pandemi Covid-19. Dari 170,86 ribu orang tersebut, 14,65 ribu orang harus menganggur. Sementara itu, yang tidak bekerja sementara 15,26 ribu orang dan sebanyak 170,86 ribu lainnya harus mengalami hari kerja bagi mereka yang saat ini masih bekerja.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun 2020 menjadi tahun yang berat. Situasi pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang sektor kesehatan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, hingga roda ekonomi yang berjalan lamban. Berbagai kebijakan yang diambil pemerintah dalam krisis angka penularan, namun berbuntut pahit bagi pekerja.

Wabah menciptakan badai pengangguran yang relatif tinggi. Tidak ada pegawai yang udah menerima kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat, jumlah pengangguran periode Agustus 2020 sebanyak 1,32 juta orang. Jumlah ini naik sebesar 25,78 ribu orang dibanding Agustus 2019.

Jika dirunut ke belakang, dalam pengangguran terakhir, pengangguran bertambah 19,82 ribu orang dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik 1,43 poin menjadi 5,12 persen pada Agustus 2020. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk sekolah menengah kejuruan (SMK ) masih mendominasi antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,64 persen.

Sementara, terdapat 1,94 juta penduduk usia kerja di Jember, dan 170,86 ribu atau 8,83 persen di antaranya terdampak pandemi Covid-19. Dari 170,86 ribu orang tersebut, 14,65 ribu orang harus menganggur. Sementara itu, yang tidak bekerja sementara 15,26 ribu orang dan sebanyak 170,86 ribu lainnya harus mengalami hari kerja bagi mereka yang saat ini masih bekerja.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun 2020 menjadi tahun yang berat. Situasi pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang sektor kesehatan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, hingga roda ekonomi yang berjalan lamban. Berbagai kebijakan yang diambil pemerintah dalam krisis angka penularan, namun berbuntut pahit bagi pekerja.

Wabah menciptakan badai pengangguran yang relatif tinggi. Tidak ada pegawai yang udah menerima kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat, jumlah pengangguran periode Agustus 2020 sebanyak 1,32 juta orang. Jumlah ini naik sebesar 25,78 ribu orang dibanding Agustus 2019.

Jika dirunut ke belakang, dalam pengangguran terakhir, pengangguran bertambah 19,82 ribu orang dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik 1,43 poin menjadi 5,12 persen pada Agustus 2020. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk sekolah menengah kejuruan (SMK ) masih mendominasi antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,64 persen.

Sementara, terdapat 1,94 juta penduduk usia kerja di Jember, dan 170,86 ribu atau 8,83 persen di antaranya terdampak pandemi Covid-19. Dari 170,86 ribu orang tersebut, 14,65 ribu orang harus menganggur. Sementara itu, yang tidak bekerja sementara 15,26 ribu orang dan sebanyak 170,86 ribu lainnya harus mengalami hari kerja bagi mereka yang saat ini masih bekerja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/