alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Dulu Dibuang, Kini Idaman

Harga Kubis Kembali Prospektif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kubis menjadi sayuran yang banyak diperbincangkan selama pandemi Covid-19. Harga yang jatuh di tingkat petani tak sampai Rp 1.000 per kilogram. Nah, sekarang harganya mulai kembali naik. Bahkan, per kilogramnya di tingkat konsumen mencapai Rp 11-12 ribu.

Rahman, salah satu pedagang sayur keliling, mengatakan, harga sejumlah komoditas sayur tengah meroket belakangan ini. “Kalau sayuran hijau stabil. Tapi yang naik itu tomat, lombok, bahkan kubis yang dulu sangat murah sekarang mahal,” paparnya.

Satu buah kubis dia jual Rp 12 ribu. Padahal dulu hanya Rp 3.000. Bahkan, kata dia, dari petani bisa diambil secara cuma-cuma alias gratis, lantaran harga kubis sangat jatuh. Kini pergerakan harga kubis sangat prospektif sejak November silam. Menjelang tahun baru, mulai menembus belasan ribu per kilogram.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jember Gatot Sudibyo mengatakan, komoditas tanaman hortikultura yang jatuh akibat pandemi, yaitu cabai dan kubis, sekarang mulai merangkak naik. Namun, kata dia, naiknya tersebut karena kondisi cuaca yang tak menentu sehingga produksinya berkurang. “Selain cuaca, ada juga rasa trauma ke petani yang enggan kembali tanam kubis,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kubis menjadi sayuran yang banyak diperbincangkan selama pandemi Covid-19. Harga yang jatuh di tingkat petani tak sampai Rp 1.000 per kilogram. Nah, sekarang harganya mulai kembali naik. Bahkan, per kilogramnya di tingkat konsumen mencapai Rp 11-12 ribu.

Rahman, salah satu pedagang sayur keliling, mengatakan, harga sejumlah komoditas sayur tengah meroket belakangan ini. “Kalau sayuran hijau stabil. Tapi yang naik itu tomat, lombok, bahkan kubis yang dulu sangat murah sekarang mahal,” paparnya.

Satu buah kubis dia jual Rp 12 ribu. Padahal dulu hanya Rp 3.000. Bahkan, kata dia, dari petani bisa diambil secara cuma-cuma alias gratis, lantaran harga kubis sangat jatuh. Kini pergerakan harga kubis sangat prospektif sejak November silam. Menjelang tahun baru, mulai menembus belasan ribu per kilogram.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jember Gatot Sudibyo mengatakan, komoditas tanaman hortikultura yang jatuh akibat pandemi, yaitu cabai dan kubis, sekarang mulai merangkak naik. Namun, kata dia, naiknya tersebut karena kondisi cuaca yang tak menentu sehingga produksinya berkurang. “Selain cuaca, ada juga rasa trauma ke petani yang enggan kembali tanam kubis,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kubis menjadi sayuran yang banyak diperbincangkan selama pandemi Covid-19. Harga yang jatuh di tingkat petani tak sampai Rp 1.000 per kilogram. Nah, sekarang harganya mulai kembali naik. Bahkan, per kilogramnya di tingkat konsumen mencapai Rp 11-12 ribu.

Rahman, salah satu pedagang sayur keliling, mengatakan, harga sejumlah komoditas sayur tengah meroket belakangan ini. “Kalau sayuran hijau stabil. Tapi yang naik itu tomat, lombok, bahkan kubis yang dulu sangat murah sekarang mahal,” paparnya.

Satu buah kubis dia jual Rp 12 ribu. Padahal dulu hanya Rp 3.000. Bahkan, kata dia, dari petani bisa diambil secara cuma-cuma alias gratis, lantaran harga kubis sangat jatuh. Kini pergerakan harga kubis sangat prospektif sejak November silam. Menjelang tahun baru, mulai menembus belasan ribu per kilogram.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jember Gatot Sudibyo mengatakan, komoditas tanaman hortikultura yang jatuh akibat pandemi, yaitu cabai dan kubis, sekarang mulai merangkak naik. Namun, kata dia, naiknya tersebut karena kondisi cuaca yang tak menentu sehingga produksinya berkurang. “Selain cuaca, ada juga rasa trauma ke petani yang enggan kembali tanam kubis,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/