alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ditagih Mirip Utang Online

Modus Baru Kekerasan terhadap Perempuan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekerasan dan pelecehan kepada perempuan kini telah berkembang. Tidak sekadar kekerasan verbal maupun fisik. Namun, juga mulai ke ranah daring sehingga membuat perempuan depresi.

Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jember Sutipah mengatakan, kasus baru di Jember yang tengah didiskusikan oleh KPI adalah kekerasan perempuan dalam jaringan (daring) atau online. Lewat media daring tersebut mulai muncul hal-hal yang membuat perempuan depresi.

Kasus itu hampir sama dengan kasus pinjaman uang secara online. Cara kerja pinjaman online, bila nasabah pembayarannya telat, maka penagihannya akan terus menyasar tidak sekadar lewat akun medsos atau nomor kontaknya, tapi juga ke teman-teman medsos atau seluruh nomor kontak di ponselnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sutipah menjelaskan, telah ada laporan perempuan yang masih berstatus mahasiswa mengalami depresi. Hal yang terjadi adalah perempuan tersebut telah putus dengan mantannya. Namun, sang mantan setelah putus justru melakukan hal yang mirip penagihan lewat medsos. “Jadi, saat pacaran dulu, yang perempuan kerap dibelikan ini itu,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekerasan dan pelecehan kepada perempuan kini telah berkembang. Tidak sekadar kekerasan verbal maupun fisik. Namun, juga mulai ke ranah daring sehingga membuat perempuan depresi.

Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jember Sutipah mengatakan, kasus baru di Jember yang tengah didiskusikan oleh KPI adalah kekerasan perempuan dalam jaringan (daring) atau online. Lewat media daring tersebut mulai muncul hal-hal yang membuat perempuan depresi.

Kasus itu hampir sama dengan kasus pinjaman uang secara online. Cara kerja pinjaman online, bila nasabah pembayarannya telat, maka penagihannya akan terus menyasar tidak sekadar lewat akun medsos atau nomor kontaknya, tapi juga ke teman-teman medsos atau seluruh nomor kontak di ponselnya.

Sutipah menjelaskan, telah ada laporan perempuan yang masih berstatus mahasiswa mengalami depresi. Hal yang terjadi adalah perempuan tersebut telah putus dengan mantannya. Namun, sang mantan setelah putus justru melakukan hal yang mirip penagihan lewat medsos. “Jadi, saat pacaran dulu, yang perempuan kerap dibelikan ini itu,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekerasan dan pelecehan kepada perempuan kini telah berkembang. Tidak sekadar kekerasan verbal maupun fisik. Namun, juga mulai ke ranah daring sehingga membuat perempuan depresi.

Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jember Sutipah mengatakan, kasus baru di Jember yang tengah didiskusikan oleh KPI adalah kekerasan perempuan dalam jaringan (daring) atau online. Lewat media daring tersebut mulai muncul hal-hal yang membuat perempuan depresi.

Kasus itu hampir sama dengan kasus pinjaman uang secara online. Cara kerja pinjaman online, bila nasabah pembayarannya telat, maka penagihannya akan terus menyasar tidak sekadar lewat akun medsos atau nomor kontaknya, tapi juga ke teman-teman medsos atau seluruh nomor kontak di ponselnya.

Sutipah menjelaskan, telah ada laporan perempuan yang masih berstatus mahasiswa mengalami depresi. Hal yang terjadi adalah perempuan tersebut telah putus dengan mantannya. Namun, sang mantan setelah putus justru melakukan hal yang mirip penagihan lewat medsos. “Jadi, saat pacaran dulu, yang perempuan kerap dibelikan ini itu,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/