23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Ada Kenaikan ODHA dalam Dua Tahun Terakhir

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, Radar Jember – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dua tahun terakhir di Jember ada peningkatan. Data ODHA usia 19 tahun ke atas ada 581 orang di tahun 2020. Sedangkan di tahun 2021 ada kenaikan menjadi 611 orang. Sementara, untuk data ODHA usia 0 sampai 19 tahun, pada tahun 2020 sebanyak 15 orang. Tahun berikutnya naik hingga 26 orang.

BACA JUGA : Diselewengkan Oknum Pegawai, Bank Sulselbar Ganti Uang Nasabah Rp 6 Miliar

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Jember dr Rita Wahyuningsih mengatakan, beberapa upaya terus dilakukan oleh Dinkes seperti penguatan dalam pelaksanaan screening HIV pada ibu hamil. Upaya start-on terapi pada ibu ODHA. Selain itu, screening pada anak dari ibu yang positif HIV juga penting untuk dilakukan. “Mencegah anak sejak dini tertular HIV merupakan cara yang harus dilakukan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemberian terapi dan pencegahan HIV pada bayi juga terus dilakukan oleh Dinkes. Berbagai cara pencegahan telah dilakukan dan terus dikoordinasikan. Termasuk dalam hal memberikan bantuan terhadap orang yang beresiko. “Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam pemberian bantuan,” jelasnya.

Di sisi lain, dokter spesialis penyakit dalam RSD Soebandi, dr Ach Syaiful Ludfi SpPD, mengatakan bahwa virus HIV adalah virus yang menyerang imun manusia, sehingga virus ini dapat melemahkan imun tubuh. Ketika imun sudah melemah, maka penyakit-penyakit akan mudah masuk. “Penyakit yang seharusnya tidak muncul, ketika imun lemah, maka akan langsung menyerang,” tuturnya.

- Advertisement -

PATRANG, Radar Jember – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dua tahun terakhir di Jember ada peningkatan. Data ODHA usia 19 tahun ke atas ada 581 orang di tahun 2020. Sedangkan di tahun 2021 ada kenaikan menjadi 611 orang. Sementara, untuk data ODHA usia 0 sampai 19 tahun, pada tahun 2020 sebanyak 15 orang. Tahun berikutnya naik hingga 26 orang.

BACA JUGA : Diselewengkan Oknum Pegawai, Bank Sulselbar Ganti Uang Nasabah Rp 6 Miliar

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Jember dr Rita Wahyuningsih mengatakan, beberapa upaya terus dilakukan oleh Dinkes seperti penguatan dalam pelaksanaan screening HIV pada ibu hamil. Upaya start-on terapi pada ibu ODHA. Selain itu, screening pada anak dari ibu yang positif HIV juga penting untuk dilakukan. “Mencegah anak sejak dini tertular HIV merupakan cara yang harus dilakukan,” ucapnya.

Pemberian terapi dan pencegahan HIV pada bayi juga terus dilakukan oleh Dinkes. Berbagai cara pencegahan telah dilakukan dan terus dikoordinasikan. Termasuk dalam hal memberikan bantuan terhadap orang yang beresiko. “Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam pemberian bantuan,” jelasnya.

Di sisi lain, dokter spesialis penyakit dalam RSD Soebandi, dr Ach Syaiful Ludfi SpPD, mengatakan bahwa virus HIV adalah virus yang menyerang imun manusia, sehingga virus ini dapat melemahkan imun tubuh. Ketika imun sudah melemah, maka penyakit-penyakit akan mudah masuk. “Penyakit yang seharusnya tidak muncul, ketika imun lemah, maka akan langsung menyerang,” tuturnya.

PATRANG, Radar Jember – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dua tahun terakhir di Jember ada peningkatan. Data ODHA usia 19 tahun ke atas ada 581 orang di tahun 2020. Sedangkan di tahun 2021 ada kenaikan menjadi 611 orang. Sementara, untuk data ODHA usia 0 sampai 19 tahun, pada tahun 2020 sebanyak 15 orang. Tahun berikutnya naik hingga 26 orang.

BACA JUGA : Diselewengkan Oknum Pegawai, Bank Sulselbar Ganti Uang Nasabah Rp 6 Miliar

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Jember dr Rita Wahyuningsih mengatakan, beberapa upaya terus dilakukan oleh Dinkes seperti penguatan dalam pelaksanaan screening HIV pada ibu hamil. Upaya start-on terapi pada ibu ODHA. Selain itu, screening pada anak dari ibu yang positif HIV juga penting untuk dilakukan. “Mencegah anak sejak dini tertular HIV merupakan cara yang harus dilakukan,” ucapnya.

Pemberian terapi dan pencegahan HIV pada bayi juga terus dilakukan oleh Dinkes. Berbagai cara pencegahan telah dilakukan dan terus dikoordinasikan. Termasuk dalam hal memberikan bantuan terhadap orang yang beresiko. “Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam pemberian bantuan,” jelasnya.

Di sisi lain, dokter spesialis penyakit dalam RSD Soebandi, dr Ach Syaiful Ludfi SpPD, mengatakan bahwa virus HIV adalah virus yang menyerang imun manusia, sehingga virus ini dapat melemahkan imun tubuh. Ketika imun sudah melemah, maka penyakit-penyakit akan mudah masuk. “Penyakit yang seharusnya tidak muncul, ketika imun lemah, maka akan langsung menyerang,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca