alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Begini Tanggapan Rektor UIJ, Terkait Mahasiswanya Korban Pengeroyokan

Mobile_AP_Rectangle 1

Lebih jauh, Hadi menyampaikan, kejadian kekerasan ini menjadi bahan evaluasi bersama antara pihak kampus dengan mahasiswa. Sementara, untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, penjagaan keamanan di kampus akan lebih diperketat dan mengimbau mahasiswa agar lebih berhati-hati. “Mahasiswa kadang mengait-ngaitkan satu hal dengan hal yang lain, sampai akhirnya terjadi hal yang membahayakan. Saya evaluasi ke depannya, karena kasus ini menjadi pelajaran bagi kami. Biar tidak terjadi kekerasan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus kekerasan ini menimpa Rahmatullah, mahasiswa UIJ. Dia didatangi oleh sekitar delapan orang tak dikenal, persis di depan kontrakannya. Korban dan terduga pelaku sempat terlibat adu mulut karena korban dianggap mengenakan atribut salah satu perguruan silat. Hingga korban dikeroyok sampai babak belur. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/11) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Menurut Umar Badawi, salah seorang saksi mata, setelah keduanya terjadi keributan, korban seketika mendapat pukulan dari para pelaku. “Sempat adu mulut, karena korban dinilai bukan anggota PSHT, tapi menggunakan atribut PSHT. Dari situ cekcok sampai kemudian korban dipukul oleh para pelaku,” kata Umar. (del/c2/rus)

- Advertisement -

Lebih jauh, Hadi menyampaikan, kejadian kekerasan ini menjadi bahan evaluasi bersama antara pihak kampus dengan mahasiswa. Sementara, untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, penjagaan keamanan di kampus akan lebih diperketat dan mengimbau mahasiswa agar lebih berhati-hati. “Mahasiswa kadang mengait-ngaitkan satu hal dengan hal yang lain, sampai akhirnya terjadi hal yang membahayakan. Saya evaluasi ke depannya, karena kasus ini menjadi pelajaran bagi kami. Biar tidak terjadi kekerasan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus kekerasan ini menimpa Rahmatullah, mahasiswa UIJ. Dia didatangi oleh sekitar delapan orang tak dikenal, persis di depan kontrakannya. Korban dan terduga pelaku sempat terlibat adu mulut karena korban dianggap mengenakan atribut salah satu perguruan silat. Hingga korban dikeroyok sampai babak belur. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/11) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Menurut Umar Badawi, salah seorang saksi mata, setelah keduanya terjadi keributan, korban seketika mendapat pukulan dari para pelaku. “Sempat adu mulut, karena korban dinilai bukan anggota PSHT, tapi menggunakan atribut PSHT. Dari situ cekcok sampai kemudian korban dipukul oleh para pelaku,” kata Umar. (del/c2/rus)

Lebih jauh, Hadi menyampaikan, kejadian kekerasan ini menjadi bahan evaluasi bersama antara pihak kampus dengan mahasiswa. Sementara, untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, penjagaan keamanan di kampus akan lebih diperketat dan mengimbau mahasiswa agar lebih berhati-hati. “Mahasiswa kadang mengait-ngaitkan satu hal dengan hal yang lain, sampai akhirnya terjadi hal yang membahayakan. Saya evaluasi ke depannya, karena kasus ini menjadi pelajaran bagi kami. Biar tidak terjadi kekerasan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus kekerasan ini menimpa Rahmatullah, mahasiswa UIJ. Dia didatangi oleh sekitar delapan orang tak dikenal, persis di depan kontrakannya. Korban dan terduga pelaku sempat terlibat adu mulut karena korban dianggap mengenakan atribut salah satu perguruan silat. Hingga korban dikeroyok sampai babak belur. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/11) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Menurut Umar Badawi, salah seorang saksi mata, setelah keduanya terjadi keributan, korban seketika mendapat pukulan dari para pelaku. “Sempat adu mulut, karena korban dinilai bukan anggota PSHT, tapi menggunakan atribut PSHT. Dari situ cekcok sampai kemudian korban dipukul oleh para pelaku,” kata Umar. (del/c2/rus)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/