alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Apa Kabar Kelanjutan Program Seribu Ton Beras?

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Pengadaan seribu ton beras untuk bantuan sosial (bansos) tahun 2021 baru tereksekusi setengahnya. Bagaimana sisanya? Sebanyak 500 ton beras sisanya inilah yang diharapkan agar segera diadakan dan disalurkan ke masyarakat.

Salah satu penerima pengadaan beras bansos, Sucipto, mengatakan, hingga dihubungi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (30/11), dia belum mendengar kapan pengadaan beras tersebut dilakukan lagi. “Sampai sekarang, kami belum dapat kabar kapan pengadaan itu dilakukan lagi,” tuturnya.

Menurut Sucipto, program seribu ton beras yang disampaikan Bupati Jember serta pernah dirapatkan di DPRD sangat membantu banyak petani. Apalagi, harga gabah kering sawah (GKS) di kalangan petani juga meningkat dibanding sebelum ada program tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan belum dilakukannya pengadaan beras 500 ton dari sisa program pengadaan seribu ton beras, Sucipto dan sejumlah petani lain berharap agar hal itu segera dilakukan. “Harapannya, bagaimana 500 ton beras bisa diadakan lagi. Sangat membantu petani karena harga gabah membaik,” cetusnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jember Nyoman Aribowo menjelaskan, pengadaan seribu ton beras bansos terbukti dapat mengatrol GKS. Stabilitas harga dari hasil panen petani terjaga karena ada serapan dari pemerintah.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Pengadaan seribu ton beras untuk bantuan sosial (bansos) tahun 2021 baru tereksekusi setengahnya. Bagaimana sisanya? Sebanyak 500 ton beras sisanya inilah yang diharapkan agar segera diadakan dan disalurkan ke masyarakat.

Salah satu penerima pengadaan beras bansos, Sucipto, mengatakan, hingga dihubungi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (30/11), dia belum mendengar kapan pengadaan beras tersebut dilakukan lagi. “Sampai sekarang, kami belum dapat kabar kapan pengadaan itu dilakukan lagi,” tuturnya.

Menurut Sucipto, program seribu ton beras yang disampaikan Bupati Jember serta pernah dirapatkan di DPRD sangat membantu banyak petani. Apalagi, harga gabah kering sawah (GKS) di kalangan petani juga meningkat dibanding sebelum ada program tersebut.

Dengan belum dilakukannya pengadaan beras 500 ton dari sisa program pengadaan seribu ton beras, Sucipto dan sejumlah petani lain berharap agar hal itu segera dilakukan. “Harapannya, bagaimana 500 ton beras bisa diadakan lagi. Sangat membantu petani karena harga gabah membaik,” cetusnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jember Nyoman Aribowo menjelaskan, pengadaan seribu ton beras bansos terbukti dapat mengatrol GKS. Stabilitas harga dari hasil panen petani terjaga karena ada serapan dari pemerintah.

SUMBERSARI, Radar Jember – Pengadaan seribu ton beras untuk bantuan sosial (bansos) tahun 2021 baru tereksekusi setengahnya. Bagaimana sisanya? Sebanyak 500 ton beras sisanya inilah yang diharapkan agar segera diadakan dan disalurkan ke masyarakat.

Salah satu penerima pengadaan beras bansos, Sucipto, mengatakan, hingga dihubungi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (30/11), dia belum mendengar kapan pengadaan beras tersebut dilakukan lagi. “Sampai sekarang, kami belum dapat kabar kapan pengadaan itu dilakukan lagi,” tuturnya.

Menurut Sucipto, program seribu ton beras yang disampaikan Bupati Jember serta pernah dirapatkan di DPRD sangat membantu banyak petani. Apalagi, harga gabah kering sawah (GKS) di kalangan petani juga meningkat dibanding sebelum ada program tersebut.

Dengan belum dilakukannya pengadaan beras 500 ton dari sisa program pengadaan seribu ton beras, Sucipto dan sejumlah petani lain berharap agar hal itu segera dilakukan. “Harapannya, bagaimana 500 ton beras bisa diadakan lagi. Sangat membantu petani karena harga gabah membaik,” cetusnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jember Nyoman Aribowo menjelaskan, pengadaan seribu ton beras bansos terbukti dapat mengatrol GKS. Stabilitas harga dari hasil panen petani terjaga karena ada serapan dari pemerintah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca