alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Nelayan Puger Mulai Paceklik

Diprediksi hingga 6 Bulan ke Depan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa pekan terakhir, kondisi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger tampak lengang. Itu karena banyak nelayan yang tidak berangkat melaut lantaran cuaca yang tidak bersahabat. Dampaknya, pasokan ikan dari tangkapan nelayan sepi dan membuat harga ikan melambung. Kini, nelayan mulai memasuki masa paceklik.

Hampir semua nelayan libur melaut. Baik yang menggunakan alat tangkap jukung, sekoci, maupun perahu. Akibatnya, tak hanya membuat TPI Puger sepi, tapi jumlah pedagang juga berkurang.

Siti Mariyah, warga Dusun Mandaran II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, mengaku, selama sepekan ini suaminya tidak melaut karena angin cukup kencang. Cuaca yang tidak bersahabat itu memaksa suaminya berdiam diri di rumah. Menurutnya, kondisi seperti ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Siklusnya memang begitu. Enam bulan ramai ikan, enam bulan sepi. Biasanya saat memasuki musim hujan seperti ini, ikan mulai sepi,” katanya, kemarin (30/12). Kendati begitu, kata dia, khusus nelayan yang menggunakan jukung seperti suaminya, terkadang masih mencari celah. Ketika cuaca agak bersahabat, tetap berangkat memancing ikan di laut. “Untuk menyambung hidup. Karena saat musim begini, kami hanya bergantung sama utang,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa pekan terakhir, kondisi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger tampak lengang. Itu karena banyak nelayan yang tidak berangkat melaut lantaran cuaca yang tidak bersahabat. Dampaknya, pasokan ikan dari tangkapan nelayan sepi dan membuat harga ikan melambung. Kini, nelayan mulai memasuki masa paceklik.

Hampir semua nelayan libur melaut. Baik yang menggunakan alat tangkap jukung, sekoci, maupun perahu. Akibatnya, tak hanya membuat TPI Puger sepi, tapi jumlah pedagang juga berkurang.

Siti Mariyah, warga Dusun Mandaran II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, mengaku, selama sepekan ini suaminya tidak melaut karena angin cukup kencang. Cuaca yang tidak bersahabat itu memaksa suaminya berdiam diri di rumah. Menurutnya, kondisi seperti ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

“Siklusnya memang begitu. Enam bulan ramai ikan, enam bulan sepi. Biasanya saat memasuki musim hujan seperti ini, ikan mulai sepi,” katanya, kemarin (30/12). Kendati begitu, kata dia, khusus nelayan yang menggunakan jukung seperti suaminya, terkadang masih mencari celah. Ketika cuaca agak bersahabat, tetap berangkat memancing ikan di laut. “Untuk menyambung hidup. Karena saat musim begini, kami hanya bergantung sama utang,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa pekan terakhir, kondisi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger tampak lengang. Itu karena banyak nelayan yang tidak berangkat melaut lantaran cuaca yang tidak bersahabat. Dampaknya, pasokan ikan dari tangkapan nelayan sepi dan membuat harga ikan melambung. Kini, nelayan mulai memasuki masa paceklik.

Hampir semua nelayan libur melaut. Baik yang menggunakan alat tangkap jukung, sekoci, maupun perahu. Akibatnya, tak hanya membuat TPI Puger sepi, tapi jumlah pedagang juga berkurang.

Siti Mariyah, warga Dusun Mandaran II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, mengaku, selama sepekan ini suaminya tidak melaut karena angin cukup kencang. Cuaca yang tidak bersahabat itu memaksa suaminya berdiam diri di rumah. Menurutnya, kondisi seperti ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

“Siklusnya memang begitu. Enam bulan ramai ikan, enam bulan sepi. Biasanya saat memasuki musim hujan seperti ini, ikan mulai sepi,” katanya, kemarin (30/12). Kendati begitu, kata dia, khusus nelayan yang menggunakan jukung seperti suaminya, terkadang masih mencari celah. Ketika cuaca agak bersahabat, tetap berangkat memancing ikan di laut. “Untuk menyambung hidup. Karena saat musim begini, kami hanya bergantung sama utang,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/