alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Edy Sandy Layangkan Banding

Ganti Pengacara, Pelajari Putusan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan, yakni Edy Sandy sebagai kontraktor pelaksana resmi melayangkan banding atas putusan majelis hakim. Selain tak terima atas vonis hakim kepada dirinya, pria asli Mataram ini juga ganti tim penasihat hukum.

Sebelumnya, Edy bersama tim penasihat hukum asal Jember, yakni M. Nuril. Ketika mengajukan banding, Edy berganti kepada tim penasihat hukum asal Pasuruan, yaitu Suryono Pane.

Edy Sandy divonis paling tinggi dari tiga terdakwa lainnya, yakni penjara enam tahun denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Dia juga wajib membayar uang pengganti Rp 1 miliar. Apabila tidak sanggup membayar, harta bendanya dilelang oleh kejaksaan. Apabila tidak mencukupi, diganti pidana penjara selama tiga tahun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suryono Pane menjelaskan bahwa benar pihaknya menerima kuasa dari Edy Sandy per tanggal 21 September lalu. Pada 22 September pihaknya sudah resmi mengajukan banding. “Kami sekarang punya waktu membuat memori banding. Kami pelajari dulu putusannya. Apa yang menjadi dasar tuntutan dan pertimbangan hakim,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Dirinya menyebut, sebab kasus Pasar Manggisan ini sudah menjadi perhatian publik Jember. Bahkan, dia mempertanyakan, apakah kasus ini murni penegakan hukum atau ada motif lain. “Karena mengingat sekarang di Jember lagi pilkada,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan, yakni Edy Sandy sebagai kontraktor pelaksana resmi melayangkan banding atas putusan majelis hakim. Selain tak terima atas vonis hakim kepada dirinya, pria asli Mataram ini juga ganti tim penasihat hukum.

Sebelumnya, Edy bersama tim penasihat hukum asal Jember, yakni M. Nuril. Ketika mengajukan banding, Edy berganti kepada tim penasihat hukum asal Pasuruan, yaitu Suryono Pane.

Edy Sandy divonis paling tinggi dari tiga terdakwa lainnya, yakni penjara enam tahun denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Dia juga wajib membayar uang pengganti Rp 1 miliar. Apabila tidak sanggup membayar, harta bendanya dilelang oleh kejaksaan. Apabila tidak mencukupi, diganti pidana penjara selama tiga tahun.

Suryono Pane menjelaskan bahwa benar pihaknya menerima kuasa dari Edy Sandy per tanggal 21 September lalu. Pada 22 September pihaknya sudah resmi mengajukan banding. “Kami sekarang punya waktu membuat memori banding. Kami pelajari dulu putusannya. Apa yang menjadi dasar tuntutan dan pertimbangan hakim,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Dirinya menyebut, sebab kasus Pasar Manggisan ini sudah menjadi perhatian publik Jember. Bahkan, dia mempertanyakan, apakah kasus ini murni penegakan hukum atau ada motif lain. “Karena mengingat sekarang di Jember lagi pilkada,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan, yakni Edy Sandy sebagai kontraktor pelaksana resmi melayangkan banding atas putusan majelis hakim. Selain tak terima atas vonis hakim kepada dirinya, pria asli Mataram ini juga ganti tim penasihat hukum.

Sebelumnya, Edy bersama tim penasihat hukum asal Jember, yakni M. Nuril. Ketika mengajukan banding, Edy berganti kepada tim penasihat hukum asal Pasuruan, yaitu Suryono Pane.

Edy Sandy divonis paling tinggi dari tiga terdakwa lainnya, yakni penjara enam tahun denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Dia juga wajib membayar uang pengganti Rp 1 miliar. Apabila tidak sanggup membayar, harta bendanya dilelang oleh kejaksaan. Apabila tidak mencukupi, diganti pidana penjara selama tiga tahun.

Suryono Pane menjelaskan bahwa benar pihaknya menerima kuasa dari Edy Sandy per tanggal 21 September lalu. Pada 22 September pihaknya sudah resmi mengajukan banding. “Kami sekarang punya waktu membuat memori banding. Kami pelajari dulu putusannya. Apa yang menjadi dasar tuntutan dan pertimbangan hakim,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Dirinya menyebut, sebab kasus Pasar Manggisan ini sudah menjadi perhatian publik Jember. Bahkan, dia mempertanyakan, apakah kasus ini murni penegakan hukum atau ada motif lain. “Karena mengingat sekarang di Jember lagi pilkada,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/