alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Waspada Hoax Data Vaksinasi

Penipuan Berkedok Modus Pencurian Data.

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Guna mewujudkan kekebalan masal alias herd immunity, pemerintah berupaya terus melakukan percepatan vaksinasi. Namun, percepatan itu perlu diimbangi dengan ketelitian yang baik. Salah satunya terkait maraknya penipuan berkedok modus pencurian data.

Belum lama ini, beredar banyak pesan singkat yang menanyakan tentang keluhan setelah menjalani vaksin dengan menyertakan data diri. Pengirim pesan mengaku sebagai petugas vaksinasi dan meminta untuk mengisi nama lengkap, alamat, NIK, dan data penting lain.

Menindak lanjuti hal tersebut, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bobby Arie Sandi Kabupaten Jember menerangkan, jika ada oknum yang mengirim pesan dengan menanyakan keluhan setelah vaksinasi dan meminta sejumlah data diri, hal itu hoax. “Yang jelas, masyarakat patut berhati-hati,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya, peningkatan teknologi ini untuk mempermudah manusia dalam segala urusan. Tetapi, kadang kala ada yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya dengan mengirim pesan semacam itu. “Mereka biasanya mengirim pesan berantai, sasaran acak, lalu sasaran tidak teliti. Lalu, sasaran diminta memasukkan NIK dan data diri penting lain,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa hal itu jelas rawan akan disalahgunakan. Berkaitan dengan vaksin, lanjutnya, sudah ada tahapan yang jelas. Misalnya melalui screening dan setelah vaksin juga ada tahapan menunggu. Dengan tujuan mengetahui apa reaksi yang terjadi setelahnya. Menurut dia, hal tersebut juga bakal terpantau oleh tenaga kesehatan yang bertugas.

Kalau sudah terpantau tidak ada keluhan, bisa meninggalkan tempat vaksinasi. “Saya kira tidak ada lagi. Kalaupun ada keluhan setelah masa tunggu, peserta vaksin diperintahkan untuk menghubungi petugas vaksinator terkait atau petugas fayankes setempat. Dengan begitu, bisa langsung mendapatkan penanganan,” paparnya.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Guna mewujudkan kekebalan masal alias herd immunity, pemerintah berupaya terus melakukan percepatan vaksinasi. Namun, percepatan itu perlu diimbangi dengan ketelitian yang baik. Salah satunya terkait maraknya penipuan berkedok modus pencurian data.

Belum lama ini, beredar banyak pesan singkat yang menanyakan tentang keluhan setelah menjalani vaksin dengan menyertakan data diri. Pengirim pesan mengaku sebagai petugas vaksinasi dan meminta untuk mengisi nama lengkap, alamat, NIK, dan data penting lain.

Menindak lanjuti hal tersebut, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bobby Arie Sandi Kabupaten Jember menerangkan, jika ada oknum yang mengirim pesan dengan menanyakan keluhan setelah vaksinasi dan meminta sejumlah data diri, hal itu hoax. “Yang jelas, masyarakat patut berhati-hati,” paparnya.

Sebenarnya, peningkatan teknologi ini untuk mempermudah manusia dalam segala urusan. Tetapi, kadang kala ada yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya dengan mengirim pesan semacam itu. “Mereka biasanya mengirim pesan berantai, sasaran acak, lalu sasaran tidak teliti. Lalu, sasaran diminta memasukkan NIK dan data diri penting lain,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa hal itu jelas rawan akan disalahgunakan. Berkaitan dengan vaksin, lanjutnya, sudah ada tahapan yang jelas. Misalnya melalui screening dan setelah vaksin juga ada tahapan menunggu. Dengan tujuan mengetahui apa reaksi yang terjadi setelahnya. Menurut dia, hal tersebut juga bakal terpantau oleh tenaga kesehatan yang bertugas.

Kalau sudah terpantau tidak ada keluhan, bisa meninggalkan tempat vaksinasi. “Saya kira tidak ada lagi. Kalaupun ada keluhan setelah masa tunggu, peserta vaksin diperintahkan untuk menghubungi petugas vaksinator terkait atau petugas fayankes setempat. Dengan begitu, bisa langsung mendapatkan penanganan,” paparnya.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Guna mewujudkan kekebalan masal alias herd immunity, pemerintah berupaya terus melakukan percepatan vaksinasi. Namun, percepatan itu perlu diimbangi dengan ketelitian yang baik. Salah satunya terkait maraknya penipuan berkedok modus pencurian data.

Belum lama ini, beredar banyak pesan singkat yang menanyakan tentang keluhan setelah menjalani vaksin dengan menyertakan data diri. Pengirim pesan mengaku sebagai petugas vaksinasi dan meminta untuk mengisi nama lengkap, alamat, NIK, dan data penting lain.

Menindak lanjuti hal tersebut, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bobby Arie Sandi Kabupaten Jember menerangkan, jika ada oknum yang mengirim pesan dengan menanyakan keluhan setelah vaksinasi dan meminta sejumlah data diri, hal itu hoax. “Yang jelas, masyarakat patut berhati-hati,” paparnya.

Sebenarnya, peningkatan teknologi ini untuk mempermudah manusia dalam segala urusan. Tetapi, kadang kala ada yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya dengan mengirim pesan semacam itu. “Mereka biasanya mengirim pesan berantai, sasaran acak, lalu sasaran tidak teliti. Lalu, sasaran diminta memasukkan NIK dan data diri penting lain,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa hal itu jelas rawan akan disalahgunakan. Berkaitan dengan vaksin, lanjutnya, sudah ada tahapan yang jelas. Misalnya melalui screening dan setelah vaksin juga ada tahapan menunggu. Dengan tujuan mengetahui apa reaksi yang terjadi setelahnya. Menurut dia, hal tersebut juga bakal terpantau oleh tenaga kesehatan yang bertugas.

Kalau sudah terpantau tidak ada keluhan, bisa meninggalkan tempat vaksinasi. “Saya kira tidak ada lagi. Kalaupun ada keluhan setelah masa tunggu, peserta vaksin diperintahkan untuk menghubungi petugas vaksinator terkait atau petugas fayankes setempat. Dengan begitu, bisa langsung mendapatkan penanganan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca