alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Pasar Rp 7,8 miliar Dituntut Tujuh Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah sempat tertunda, sidang penuntutan terdakwa kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua akhirnya kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (31/8). Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu menghadirkan terdakwa secara virtual, yakni Agus Salim (AS) dan M Hadi Sakti (MHS) yang masing-masing merupakan Direktur dan kuasa PT Dita Putri Waranawa, penggarap proyek pasar senilai Rp 7,8 miliar.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Siti Sumartiningsih disebutkan bahwa kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Agus Salim selama tujuh tahun dan enam bulan, dikurangi masa tahanan. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan,” kata penuntut umum saat membacakan tuntutannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tuntutan pidana atas terdakwa AS itu juga sama diberlakukan untuk tuntutan pidana terdakwa MHS. Jaksa menilai keduanya telah melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan wewenang, hingga menimbulkan kerugian negara.

Dikonfirmasi terpisah, penasihat hukum terdakwa AS, Suryono Pane menyebut, tuntutan tinggi ke kliennya itu sudah sempat dia prediksi. Sebab, selama fakta persidangan sebelumnya, pembuktian bahwa terdakwa merugikan negara masih tipis, bahkan ia meyakininya tidak ada. “Kalau belum terbukti, tuntutan tinggi sudah biasa. Kami sudah prediksi itu,” jelasnya.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah sempat tertunda, sidang penuntutan terdakwa kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua akhirnya kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (31/8). Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu menghadirkan terdakwa secara virtual, yakni Agus Salim (AS) dan M Hadi Sakti (MHS) yang masing-masing merupakan Direktur dan kuasa PT Dita Putri Waranawa, penggarap proyek pasar senilai Rp 7,8 miliar.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Siti Sumartiningsih disebutkan bahwa kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Agus Salim selama tujuh tahun dan enam bulan, dikurangi masa tahanan. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan,” kata penuntut umum saat membacakan tuntutannya.

Tuntutan pidana atas terdakwa AS itu juga sama diberlakukan untuk tuntutan pidana terdakwa MHS. Jaksa menilai keduanya telah melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan wewenang, hingga menimbulkan kerugian negara.

Dikonfirmasi terpisah, penasihat hukum terdakwa AS, Suryono Pane menyebut, tuntutan tinggi ke kliennya itu sudah sempat dia prediksi. Sebab, selama fakta persidangan sebelumnya, pembuktian bahwa terdakwa merugikan negara masih tipis, bahkan ia meyakininya tidak ada. “Kalau belum terbukti, tuntutan tinggi sudah biasa. Kami sudah prediksi itu,” jelasnya.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah sempat tertunda, sidang penuntutan terdakwa kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua akhirnya kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (31/8). Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu menghadirkan terdakwa secara virtual, yakni Agus Salim (AS) dan M Hadi Sakti (MHS) yang masing-masing merupakan Direktur dan kuasa PT Dita Putri Waranawa, penggarap proyek pasar senilai Rp 7,8 miliar.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Siti Sumartiningsih disebutkan bahwa kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Agus Salim selama tujuh tahun dan enam bulan, dikurangi masa tahanan. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan,” kata penuntut umum saat membacakan tuntutannya.

Tuntutan pidana atas terdakwa AS itu juga sama diberlakukan untuk tuntutan pidana terdakwa MHS. Jaksa menilai keduanya telah melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan wewenang, hingga menimbulkan kerugian negara.

Dikonfirmasi terpisah, penasihat hukum terdakwa AS, Suryono Pane menyebut, tuntutan tinggi ke kliennya itu sudah sempat dia prediksi. Sebab, selama fakta persidangan sebelumnya, pembuktian bahwa terdakwa merugikan negara masih tipis, bahkan ia meyakininya tidak ada. “Kalau belum terbukti, tuntutan tinggi sudah biasa. Kami sudah prediksi itu,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/